Kaleidoskop 2016 http://sumsel.tribunnews.com/topics/kaleidoskop-2016 Oktober: 
Minta Uang Damai Pada Pengendara, Polisi Tak Tahu Ternyata yang Ditilang Adalah 
Kapolda 
http://sumsel.tribunnews.com/2016/12/26/oktober-minta-uang-damai-pada-pengendara-polisi-tak-tahu-ternyata-yang-ditilang-adalah-kapolda?page=all
 
 Senin, 26 Desember 2016 01:17
 

 Ilustrasi 

 

 Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M Ardiansyah
 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tahun 2016 ini Sumatera Selatan dihebohkan 
dengan berita dimana Kapolda Sumsel saat itu Irjen Pol Djoko Prastowo 
dikabarkan dipalak oleh anggotanya sendiri.
 Ia rupanya sengaja melanggar peraturan dan distop anggota Polantas.
 Ini merupakan pancingan untuk mengetahui anggotanya yang mencoba melakukan 
tindakan yang dilarang.
 Kejadian ini terjadi pada bulan Oktober, begini ceritanya:
 Mantan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo diinformasikan turun langsung 
ke lapangan dan menyamar menjadi warga sipil.
 Orang nomor satu di Polda Sumsel ini sengaja melanggar dan distop anggota 
Polantas.
 Ia diberhentikan dan dibawa ke suatu tempat untuk diproses.
 Namun, ketika itulah anggota Satlantas tidak mengetahui bila itu Kapolda 
Sumsel.
 Dan ketika meminta sejumlah uang langsung ditangkapnya sendiri.
 
Mantan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo "Adalah. Daerah mana banyak, 
makanya anggota yang pungli ditindak sesuai dengan kesalahannya."
 "Tetapi, jangan sampai juga masyarakat memberikan kesempatan untuk mengajak 
damai anggota. Itu juga salah," ujarnya, Selasa (18/10/2016).
 Setidaknya, sudah ada 10 anggota yang ditindak karena kedapatan melakukan 
pungli.
 Dan salah satunya anggota yang ditangkapnya langsung di daerah.
 "Ada anggota OI, Prabumulih, Polresta Palembang, OKU Timur dan beberapa daerah 
lain."
 "Mereka akan diperiksa dan dikenakan sanksi sesuai dengan berat ringannya 
pelanggaran yang dilakukan."
 "Tidak semua anggota yang selalu pungli, banyak juga anggota yang baik," jelas 
Djoko.
 Terkait adanya anggota Polresta Palembang yang ditangkap ketika melakukan 
pungli.
 Mantan Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria tidak menyangkal terkait 
adanya anggota yang tertangkap sedang melakukan pungli.
 
Mantan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto SIk Menurut Tommy, 
ada anggota Sahbara yang ditangkap ketika sedang melakukan pungli dan sudah 
diamankan.
 Dan langsung ditindak sesuai dengan tingkat kesalahannya.
 "Semuanya sudah diperingatkan dan selalu diingatkan. Tidak ada yang melakukan 
pungli, terkecuali dengan pelayanan yang sudah diatur dalam peraturan."
 "Ada pelayanan seperti pembuatan SIM dan SKCK yang memang ada biaya pembuatan 
resmi, di luar itu tidak ada dan bila ada itu namanya pungli," ujar Tommy 
ketika ditemui usai acara di Mapolda Sumsel, Selasa (18/10/2016).
 Sejak dirinya memimpin di Polresta Palembang, semua anggota sudah 
diperingatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan 
benar.
 Selain itu, tidak diperkenankan untuk meminta imbalan terkait pelayanan yang 
diberikan.
 Bila kedapatan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak anggota tersebut.
 "Untuk anggota yang mengamankan atau bertugas di suatu tempat acara, memang 
tidak ada anggaran."
 
 "Tetapi terkadang panitia memberikan sekedar makan siang. Kasihan juga 
anggota, masa tidak boleh makan nasi saat siang. Mereka juga manusia," kata 
Tommy.
 

 

Kirim email ke