http://news.metrotvnews.com/politik/VNnzwgJN-bola-salju-kasus-ahok
 Bola Salju Kasus Ahok 
http://news.metrotvnews.com/politik/VNnzwgJN-bola-salju-kasus-ahok Tri 
Kurniawan    •    Jumat, 30 Dec 2016 19:13 WIB
catatan akhir tahun 2016 http://news.metrotvnews.com/topic/10062
 News http://news.metrotvnews.com/  Politik http://news.metrotvnews.com/politik
 TWITTER 
https://twitter.com/intent/tweet?text=Bola%20Salju%20Kasus%20Ahok%20http://metrotvn.ws/VNnzwgJN
 FACEBOOK 
https://www.facebook.com/v2.7/dialog/feed?app_id=1588153268077206&description=Kalau+kamu+jadi+pohon+lurus+itu+banyak+yang+mau+menebang+kamu.&display=popup&link=http%3A%2F%2Fnews.metrotvnews.com%2Fpolitik%2FVNnzwgJN-bola-salju-kasus-ahok&name=Bola+Salju+Kasus+Ahok&locale=en_US&picture=http%3A%2F%2Fcdn.metrotvnews.com%2Fdynamic%2Fcontent%2F2016%2F12%2F30%2F635721%2FH6RGawFPAN.jpg%3Fw%3D650&sdk=joey&version=v2.7
 GOOGLE+ 
https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fnews.metrotvnews.com%2Fpolitik%2FVNnzwgJN-bola-salju-kasus-ahok
 
 Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama meninjau kali 
saat kampanye "blusukan" di Ketapang, Jati Padang, Jakarta, Jumat 
(30/12/2016).MI/Galih Pradipta
 
 Metrotvnews.com, Jakarta: 2016 jadi tahun luar biasa bagi Basuki Tjahaja 
Purnama. Polisi menetapkan Basuki sebagai tersangka dengan dugaan menistakan 
agama, pertengahan November.

Status Gubernur DKI Jakarta itu bikin ramai. Kasusnya bikin gusar tingkat elite 
hingga jadi obrolan di warung kopi.
 BACA JUGA http://news.metrotvnews.com/topic/10062
 Tax Amnesty, Kala Pemerintah Mengampuni si "Mangkir Pajak" 
http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/nN9JOY3b-tax-amnesty-kala-pemerintah-mengampuni-si-mangkir-pajak
 Catatan Akhir Tahun 2016 (4) 
http://video.metrotvnews.com/special-event/eN47mz5K-catatan-akhir-tahun-2016-4 
Catatan Akhir Tahun 2016 (3) 
http://video.metrotvnews.com/special-event/ybJy3DmN-catatan-akhir-tahun-2016-3 
Brandconnect http://www.metrotvnews.com/brandconnect5 Hal yang Harus Dilakukan 
supaya Anak Sehat 
http://rona.metrotvnews.com/kesehatan/ybDejzXk-5-hal-yang-harus-dilakukan-supaya-anak-sehat
Sebelum itu, pernyataan Ahok, sapaan Basuki, memang dikenal sering bikin heboh 
http://news.metrotvnews.com/abc/read/2016/11/16/8030806/ahok-dijadikan-tersangka-kasus-penistaan-agama.
 Gila, nenek lu, maling, pecat, pecat, pecat....Itu antara lain ucapan Ahok 
yang menyita perhatian sejak awal tahun.

Selasa pagi 27 September, Ahok kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu terkait 
program budi daya ikan kerapu. Ia ditemani pejabat DKI dan Ketua DPD Golkar DKI 
Fayakhun Andriadi.

Ahok mengawali kegiatannya dengan pidato di depan warga di balai di Pulau 
Pramuka. Ahok memotivasi warga agar lebih giat bekerja memanfaat sumber daya 
alam yang ada.

Pidato Ahok beberapa kali mendapat tepuk tangan warga. Banyak juga yang 
tertawa. Di tengah pidato soal program kerja budi daya ikan, ia mengutip surat 
Al Maidah ayat 51 terkait memilih pemimpin.



Ahok mengatakan, masa kepemimpinannya di Jakarta akan berakhir Oktober 2017. 
Ahok meminta masyarakat Kepulauan Seribu tidak perlu khawatir. Pun kalau 
dirinya tidak terpilih pada Pilkada DKI Februari 2017, masyarakat masih bisa 
panen ikan bersama Ahok kalau program ini berhasil.

"Jadi jangan ada berpikir, nanti kalau tidak terpilih Ahok, programnya bubar. 
Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu tidak 
bisa pilih saya, dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam-macam," kata Ahok.

Ahok selesai pidato. Tak satu pun pejabat atau warga menyinggung isi pidato 
Ahok. Beberapa hari kemudian, pidato Ahok itu ramai di media sosial. Semakin 
ramai setelah seseorang bernama Buni Yani mentranskrip dan mengunggah ulang 
video Ahok tersebut.

Pada 6, 7, 9, dan 12 Oktober, Ahok dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal 
Polri. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Ari Dono mengatakan, 
dalam empat hari itu, pihaknya menerima 14 laporan dengan terlapor Ahok atas 
dugaan yang sama: menistakan agama. 
http://news.metrotvnews.com/hukum/ybDeReAk-kasus-penistaan-agama-jangan-jadi-bola-panas

Setelah itu, unjuk rasa atas nama agama dimulai. Jumat 14 Oktober, massa dari 
berbagai ormas unjuk rasa di depan Balai Kota. Jumat 4 November, tema aksi 
masih sama, namun fokus massa pindah ke depan Istana Merdeka.

Peserta unjuk rasa lebih banyak dari aksi 14 Oktober, mendesak penegak hukum 
menindaklanjuti laporan kasus dugaan Ahok menistakan agama. Arus lalu lintas di 
kawasan Jakarta Pusat macet. Hari itu, tempat publik banyak yang tutup.

Unjuk rasa yang dijanjikan damai berakhir ricuh. Sejumlah kendaraan di sekitar 
Monumen Nasional dibakar. Di Jakarta Utara, malam itu, warga yang disebut di 
luar massa unjuk rasa bentrok dengan polisi.

Tengah malam, Presiden Joko Widodo muncul di publik menanggapi aksi itu. Di 
sisi kanan Presiden, berdiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri 
Jenderal Tito Karnavian. Di sisi kiri ada Menteri Koordinator Bidang Politik, 
Hukum, dan Keamanan Wiranto, Kepala Badan Intelijen Budi Gunawan, dan Menteri 
Agama Lukman Hakim.


Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua 
kanan), Menko Polhukam Wiranto (ketiga kiri) dan Menag Lukman Hakim Saifuddin 
(kiri) menghadiri salat Jumat saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, 
Jakarta, Jumat (2/12). ANT/M Agung Rajasa

Ia menyesalkan unjuk rasa berakhir rusuh. "Dan ini kita lihat telah ditunggangi 
aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Presiden. Isu penistaan 
agama jadi liar.

Politikus di Senayan cepat merespons pernyataan Presiden tersebut. Wakil Ketua 
DPR Fahri Hamzah yang ikut unjuk rasa 4 November meminta Presiden mengungkap 
aktor politik yang ia sebut menunggangi.

"Siapa dia? Di mana rapatnya? Siapa koordinatornya? Dapat uang dari mana? Mohon 
ditampilkan semua," ujar Fahri.

"Sebagai Presiden seharusnya tegas saja. Jangan buat masyarakat bertanya-tanya. 
Ini malah jadi mencurigai, kan. Banyak tokoh politik yang saling curiga," 
anggota Komisi I DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief 
Hasan menanggapi pidato Jokowi.

Tidak sampai dua pekan setelah unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Rabu 16 
November, Komjen Ari Dono mengumumkan status Ahok sebagai tersangka.

2 Desember, massa dipimpin tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab menggelar 
aksi damai di lapangan Monas. Lalu lintas lumpuh. Perusahaan di pusat kota 
banyak yang meliburkan karyawan.


Massa aksi Super Damai 212 melaksanakan salat Jumat di Kawasan Patung Kuda, 
Jakarta, Jumat (2/12).MI/Galih Pradipta 

Peserta aksi 2 Desember atau disebut aksi Bela Islam jilid III mendengarkan 
ceramah agama, berdoa bersama, dan salat Jumat. Di sela-sela acara ada saja 
peserta yang menyinggung kasus penistaan agama.

Perbincangan masyarakat hari itu tidak hanya soal aksi Bela Islam jilid III. 
Sebab hari itu, saat matahari belum terbit sempurna, polisi menangkap 10 orang, 
yakni Rahmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, 
Adityawarman, Jamran, Eko, Rizal Khobar, Firza Huzein, Ahmad Dhani, dan Ratna 
Sarumpaet.

Mereka diduga merencanakan makar dengan memanfaatkan massa aksi Bela Islam. Dua 
hari sebelum penangkapan, Rachmawati mengadakan konsolidasi bertajuk Resolusi 
Jihad Mahasiswa dan Pemuda Islam untuk Menyelamatkan Agama dan Bangsa Indonesia 
di Kampus Bung Karno. Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet hadir.

Rachmawati menyatakan, tuntutan aksi 2 Desember pada pokoknya mengembalikan 
Undang-Undang Dasar 1945. Menurut dia, UUD 1945 yang sudah diamandemen empat 
kali membuat negara ke luar dari kiblatnya.

Kembali ke perkara dugaan penistaan Agama. Basuki Tjahaja Purnama sudah 
menghadapi jaksa dan hakim di pengadilan. Ia didakwa melanggar Pasal 156 KUHP. 
Selasa pekan depan, ia kembali ke pengadilan.

Kasus dugaan penistaan agama tidak menguntungkan Ahok yang sekarang berjuang 
memenangkan Pilkada DKI 2017. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia misalnya, 
menyebutkan elektabilitas Ahok usai tersangkut kasus dugaan penistaan agama 
anjlok.

Bagi Ahok, semua yang ia lalui pada 2016 ada hikmahnya. "Kalau kamu jadi pohon 
lurus itu banyak yang mau menebang kamu."

   


(ICH)

 

 

 

Kirim email ke