Pendukung Ahok Putar Lagu Slank dan 'Om Telolet Om' Saat Aksi 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170103122939-12-183742/pendukung-ahok-putar-lagu-slank-dan-om-telolet-om-saat-aksi/
 Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia
 
 Selasa, 03/01/2017 12:59 WIB
 

 

 

 Massa pendukung Ahok di depan Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 
(3/1), menyanyikan lagu Slank. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

 

 Jakarta, CNN Indonesia -- Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki 
Tjahaja Purnama alias Ahok yang berada di depan Gedung Kementerian Pertanian, 
Jakarta, Selasa (3/1), memutar beberapa lagu grup band Slank.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa pendukung Ahok memutar salah satu 
lagu Slank yang ada di album PLUR berjudul ‘Ku Tak Bisa’. Lagu bergenre rock 
yang diciptakan oleh Bimbim itu diputar persis di depan kubu yang kontra 
terhadap Ahok.

Saat lagu tersebut diputar, seluruh massa pro Ahok terlihat ikut bernyanyi. 
Mereka juga mengibarkan bendera Merah Putih dan menunjukkan sejumlah spanduk 
dukungan terhadap Ahok.

 

 Sejumlah personel kepolisian yang ditempatkan di area massa pro Ahok juga 
terlihat bersiaga mencegah terjadinya konflik. Mereka membentuk barikade agar 
massa pro Ahok tidak keluar dari areanya.

Di sisi lain, massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI yang mendesak Ahok 
dipidana terlihat tidak terganggu dengan diputarnya lagu tersebut. Mereka tetap 
berorasi menyuarakan tuntutannya agar Ahok segera dipidana dan ditahan.

Selain lagu Slank, suara klakson bus yang disuarakan menjadi ‘Om Telolet Om’ 
dan telah diaransemen menjadi lagu juga diputar oleh massa pro Ahok. Mereka 
juga terlihat antusias dan tertawa ketika lagi tersebut diputar melalui 
pengeras suara yang dipasang di sebuah mobil bak terbuka.

Hingga kini, kedua massa masih berada di depan Gedung Kementan, tempat 
berlangsungnya sidang lanjutan kasus dugaan pensitaan agama yang diduga 
dilakukan oleh Ahok. Sejumlah kendaraan taktis dan water cannon juga 
ditempatkan di area masing-masing massa.

Sebelumnya, Slank menyatakan akan mendukung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, 
bila keduanya masuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Drummer Slank, Bimbim mengatakan alasan Slank mendukung Ahok-Djarot karena 
sudah lama menyatakan dukungan kepada Ahok sejak masih berpasangan dengan Joko 
Widodo, saat maju dalam pemilihan gubernur 2012.

Selain itu, Bimbim menilai program Ahok-Djarot sejalan dengan prinsip Slank 
yang juga antikorupsi.  "Baunya ketahuan kalau orang lurus. Selama lurus, kami 
kan concern sama antikorupsi," ujar Bimbim, Kamis (22/12).

Pada sidang ketiga (Selasa, 27/12), majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta 
Utara dalam sidang beragendakan putusan sela, menolak seluruh eksepsi atau nota 
keberatan terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama dan tim 
penasihat hukumnya.

Majelis hakim juga memutuskan untuk memindahkan lokasi persidangan dari Gedung 
PN Jakarta Utara (bekas Gedung PN Jakarta Pusat) ke Gedung Auditorium 
Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta Selatan atas persetujuan Mahkamah Agung.

Ahok didakwa dengan Pasal 156 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 
Mantan Bupati Belitung Timur ini dinilai jaksa penuntut umum telah menodai 
agama serta menghina ulama dan umat Islam.

(obs)

 

 

Kirim email ke