JPMorgan kemudian memangkas peringkat surat utang atau obligasi beberapa 
negara. Brasil turun satu peringkat dari overweight menjadi netral. Begitu juga 
Turki, dari netral ke underweight akibat adanya gejolak politik yang cukup 
serius.

Indonesia juga dianggap berada dalam posisi cukup buruk, yakni dari overweight 
menjadi underweight atau turun dua peringkat. Malaysia dan Rusia bahkan 
dinaikkan peringkatnya menjadi overweight. Afrika Selatan tetap dalam posisi 
netral.

 ...
 Selasa 03 Jan 2017, 07:05 WIB
 Ini Riset JPMorgan yang Berujung Pemutusan Kontrak oleh Sri Mulyani 
https://finance.detik.com/moneter/3386145/ini-riset-jpmorgan-yang-berujung-pemutusan-kontrak-oleh-sri-mulyani
 
 Maikel Jefriando - detikFinance
 

 

 Jakarta - JPMorgan Chase Bank harus menerima konsekuensi atas riset tentang 
kondisi perekonomian Indonesia beberapa waktu lalu. Menteri Keuangan, Sri 
Mulyani Indrawati, memutuskan mengakhiri seluruh hubungan kemitraan dengan JP 
Morgan.

Berdasarkan dokumen yang diterima detikFinance, Selasa (3/1/2017), JPMorgan 
mengeluarkan riset berjudul 'Trump Forces Tactical Changes' pada 13 November 
2016. Riset ini ditujukan kepada para investor JPMorgan.

JPMorgan mengawali paparan dalam riset itu dengan menjelaskan efek terpilihnya 
Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Ini membuat pasar keuangan 
dunia bergejolak, terutama negara-negara berkembang.

Imbal hasil (yield) obligasi bertenor 10 tahun bergerak cepat dari 1,85% 
menjadi 2,15%. Sehingga meningkatkan risiko atas negara berkembang seperti 
Brasil, Indonesia, Turki dan lainnya.

JPMorgan kemudian memangkas peringkat surat utang atau obligasi beberapa 
negara. Brasil turun satu peringkat dari overweight menjadi netral. Begitu juga 
Turki, dari netral ke underweight akibat adanya gejolak politik yang cukup 
serius.

Indonesia juga dianggap berada dalam posisi cukup buruk, yakni dari overweight 
menjadi underweight atau turun dua peringkat. Malaysia dan Rusia bahkan 
dinaikkan peringkatnya menjadi overweight. Afrika Selatan tetap dalam posisi 
netral.

Sebagai penjelasan, overweight artinya adalah selama 6 hingga 12 ke depan, 
pasar keuangan akan bergerak di atas rata-rata ekspektasi dari para analis. 
Netral artinya dalam rentang yang sama, pergerakannya sesuai espektasi. 
Sedangkan underweight artinya di bawah espektasi atau diperkirakan lebih buruk.

Atas peringkat Indonesia yang turun drastis, maka JPMorgan menyarankan agar 
investor untuk berpikir membeli surat utang dari negara lain yang lebih baik.

Riset tersebut kemudian direspons oleh Sri Mulyani lewat surat Menteri Keuangan 
Nomor S-1006/MK.08/2016 tanggal 17 November 2016. Dalam surat itu, Sri Mulyani 
menyatakan, riset berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

"Surat tersebut menyatakan bahwa Kementerian Keuangan memutuskan segala 
hubungan kemitraan dengan JPMorgan Chase Bank terkait hasil risetJP Morgan 
Chase Bank yang berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan 
nasional," bunyi surat Ditjen Perbendaharaan Nomor S-10023/PB/2016 untuk 
JPMorgan Chase Bank N.A yang ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Marwanto 
Harjowiryono.

 

Kirim email ke