Maaf bukannya saya membela australia tapi menyimak kenyataan, Wah...baru mendengar negara tetangga menyebut beginian kita ribut, bukankah hal ini sering di sebut-sebut hal beginian oleh oram... yang brutal didalam negeri. Kenapa tidak diributkan Beginilah jadinya kalau kita tidak menghargai milik bangsa yang kita sakralkan. Orang luar menyebut begini bisa saja dia tidak mengerti atau salah menulis karena susunan kata kita beda , apa lagi sebelumnya ada yang pernah menyebutkan demikian
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, January 06, 2017 8:12 AM To: ; Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Pancasila Disebut Pancagila, Panglima TNI Lapor Presiden http://www.jawapos.com/read/2017/01/05/100188/pancasila-disebut-pancagila-panglima-tni-lapor-presiden Pancasila Disebut Pancagila, Panglima TNI Lapor Presiden KAMIS, 05 JAN 2017 15:06 [Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo] Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com) JawaPos.com - Sikap militer Australia yang melecehkan ideologi Indonesia yang menyebut Pancasila menjadi pancagila membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo geram. Hal itupun dilaporkannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pelaporan itu disertai dengan penghentian kerja sama militer kedua negara. "Presiden itu atasan saya, pimpinan saya. Pasti apa yang saya lakukan akan laporkan," ujar Gatot di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/1). Gatot menjelaskan, kedaulatan Indonesia yang dihina oleh militer Australia salah satunya adalah menyebut Pancasila menjadi Pancagila. Karenanya tidak ada pilihan lain untuk menghentikan kerja sama itu. "Tentang tentara yang dulu Timor Leste, Papua juga harus merdeka dan tentang Pancasila yang diplesetkan jadi Pancagila. Tidak benar dan saya hentikan dulu (kerja sama)," pungkasnya. Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Wuryanto, membenarkan penyebab kerja sama dihentikan karena lambang Pancasila telah dilecehkan. "Iya salah satunya itu (pelecehan Pancasila) itu penyebabnya. Jadi saling menghargai dan menghormati kan perlu," ujar Wuryanto kepada JawaPos.com. Lebih lanjut di menegaskan, artinya kerja sama militer seperti latihan perang, pertukaran perwira dan pelatihan bahasa tidak akan ada lagi untuk sementara waktu.(cr2/JPG)
