apa itu "kunta-kinte?"

---In [email protected], <yskp45@...> wrote :

 Obama bukan "Kunta-Kinte", yang melawan Perbudakan dan Rasialisme, melainkan 
seorang yang mempromosi "Perang Lokal", seperti di Afghanistan, Iraq, Libya, 
Suriah, Ukraina, dll. atau kemungkinan "Perang Besar" antara USA versus Russia, 
seperti provokasi Obama-Administration yang terlihat sekarang, baik dengan 
memaksakan Negara-Negara EU untuk membangun Basis Militer USA di perbatasan 
Russia, seperti persiapan USA akan meletakan
 l Divisi Tank dengan 4000 Sedadu USA di Polandia dan Issu yang takmasuk diakal 
Manusia Normal yang mampu berfikir, bahwa Russia mempengaruhi jalan Pemilihan 
Presiden USA, Kebohongan yang membentuk Opini untuk anti-Russai dan Perang 
melawan Russia. Bahwa hal tsb. akan membahayakan existensi Dunia/Kontinen ini 
secara keseluruhana, buat Obama bukanlah suatu masalah, Obama bukan 
"Kunta-Kinte" yang melawan perbudakan dan Rsialisme di USA.
 Obama meresiko segala kemungkina Konflikt Militer dengan Russia untuk 
mempertahankan Merkel/Kanzlerin Deutschland pada kekuasaan Negara dan kekuasaan 
German atas EU yang berarah anti-Russia, seperi Hitler.
 Dunia dan Umatmanusia kini berada dalam bahaya yang memungkinkan penghancuran 
Kemanusiaan.
 
 
 --------------------------------------------
 Pada Jum, 6/1/17, jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected] mailto:[email protected]> menulis:
 
 Judul: [GELORA45] CIA Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data 
Pemilu AS
 Kepada: [email protected] mailto:[email protected]
 Tanggal: Jumat, 6 Januari, 2017, 5:03 AM
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Data diretas dari Komite Demokrasi
 Nasional (DNC) dan pemimpin partai di AS kepada WikiLeaks
 atas arahan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, seperti
 dilaporkan Reuters, Jumat (6/1/2017).Menurut para petinggi AS, Kamis
 (5/1/2016), dalam laporan terbaru intelijen AS disebutkan
 bahwa arahan Putin itu disampaikan melalui pihak
 ketiga....CIA
 Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data
 Pemilu AS
 Jumat, 6 Januari 2017 10:43AP PhotoLambang
 CIA. 
 POS KUPANG.COM, WASHINGTON DC --
 Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat telah mengidentifikasi
 pejabat-pejabat Rusia yang telah meretas dan membocorkan
 data pemilihan Presiden AS.Data diretas dari Komite Demokrasi
 Nasional (DNC) dan pemimpin partai di AS kepada WikiLeaks
 atas arahan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, seperti
 dilaporkan Reuters, Jumat (6/1/2017).Menurut para petinggi AS, Kamis
 (5/1/2016), dalam laporan terbaru intelijen AS disebutkan
 bahwa arahan Putin itu disampaikan melalui pihak
 ketiga.Pejabat-pejabat AS mengatakan, CIA dan mitra lainnya telah menyimpulkan 
bahwa
 Rusia meningkat usahanya untuk mendiskreditkan proses Pemilu
 AS demi kemenangan Donald Trump.Penilaian intelijen telah disampaikan
 kepada Presiden Barack Obama, Kamis (5/1/2017), dan akan
 diteruskan kepada Trump, Jumat ini.Trump menolak penilaian pihak intelijen
 yang mencurigai Rusia sebagai pelaku peretasan data-data
 Pemilu AS selama masa kampanye untuk melemahkan rivalnya,
 Hillary Clinton."Pada Oktober (2016) tampak jelas
 bahwa Rusia berusaha membantu kampanye Trump," kata
 seorang pejabat yang dekat dengan intelijen AS.Dalam beberapa kasus, seorang 
pejabat
 mengatakan, data atau materi hasil retas mengikuti apa yang
 disebut "jalan memutar" dari badan intelijen
 militer Rusia (GRU) kepada WikiLeaks.Langkah itu merupakan sebuah upaya
 nyata untuk menyulitkan pelacakan soal asal-usul data,
 praktik yang umum digunakan oleh semua badan intelijen,
 termasuk AS.Rusia telah menolak tuduhan peretasan
 tersebut. Trump juga kembali menyampaikan keraguannya atas
 dugaan peretasan oleh Rusia.Trump, Rabu (4/1/2016) telah mengirim
 sejumlah pesan di Twitter tentang isu peretasan itu, dengan
 mengatakan "pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan
 'seorang anak berusia 14 tahun pun bisa meretas akun
 Podesta.' Mengapa DNC begitu ceroboh? Assange juga
 mengatakan bukan Rusia yang memberinya
 informasi."Trump juga mengutip Assange ketika
 mengatakan kepada stasiun televisi Fox News bahwa liputan
 media tentang isu ini "sangat tidak jujur.""Ini benar-benar standar ganda.
 Media, seperti biasa, meloloskannya," tulis Trump di
 Twitter.Rincian laporan muncul ketika pejabat
 tinggi intelijen AS, James Clapper, mengatakan pada Kamis
 (5/1/2017) bahwa ia "bahkan lebih tegas" dalam
 keyakinannya bahwa Rusia melancarkan serangan siber kepada
 Partai Demokrat selama kampanye Pilres 2016
 .Terkait dengan skandal dugaan peretasan
 itu, Presiden AS Barack Obama juga telah mengusir 35
 diplomat AS untuk kembali ke Rusia. Putin mengatakan, takkan
 membalas tindakan Obama itu. (Kompas.Com)
 
 
 



Kirim email ke