Intel militer kebobolan ?
Bela negara atau bela FPI/MUI ?
Mau bikin DI/TII lagi ? Jadi yang sedang bangkit DI/TII ?

2017-01-08 21:27 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> Setara Institute Kritik Latihan TNI-FPI Bentuk Milisi Sipil
> <https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/08/078833893/setara-institute-kritik-latihan-tni-fpi-bentuk-milisi-sipil>
> MINGGU, 08 JANUARI 2017 | 22:42 WIB
>
>    - [image: share facebook]
>    - [image: share twitter]
>    - [image: share google+]
>    - [image: share pinterest]
>
> [image: Setara Institute Kritik Latihan TNI-FPI Bentuk Milisi Sipil]
> Hendardi. TEMPO/Aditia Noviansyah
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* -   Ketua Setara Institute,
> Hendardi, menilai pengakuan Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel
> Desi Ariyanto terkait dengan pelatihan bela negara kepada sejumlah anggota
> Front Pembela Islam (FPI) di wilayah Lebak Banten, mempertegas sejumlah
> kritik terhadap Kementerian Pertahanan dan TNI tentang program bela negara
> yang dinilai absurd itu.
>
>
>
> "Bagaimana mungkin organisasi semacam FPI, yang antikemajemukan dan
> memiliki daya rusak serius, menjadi partner kerja TNI dalam membela
> negara," kata Hendardi dalam siaran persnya, Ahad, 8 Januari 2017.
>
>
> Hendardi mengatakan pendidikan bela negara tanpa konsep dan pendekatan,
> yang jelas hanya akan melahirkan milisi sipil yang merasa naik kelas karena
> dekat dengan TNI.
>
> Langkah TNI melatih sejumlah anggota FPI, kata Hendardi, mempertegas
> dugaan "kedekatan" TNI dengan kelompok Islam radikal semacam FPI. Menurut
> dia, kedekatan itu hanya akan mempersulit penegakan hukum atas aksi-aksi
> intoleransi yang dilakukan kelompok ini.
>
> "TNI mengalami disorientasi serius dalam menjalankan perannya sebagai
> aparat pertahanan negara dan elemen yang juga dituntut berkontribusi
> menjaga kebhinekaan," kata Hendardi. Ia berujar, sekalipun secara legal
> tindakan TNI melatih FPI bukanlah pelanggaran, tetapi secara politik dan
> etis, tindakan itu dapat memunculkan ketegangan dan kontroversi baru.
>
> Hendardi menduga Presiden Jokowi tidak mengetahui tindakan TNI ini. "Sejak
> aksi 411 dan 212 saya termasuk yang mendesak agar Jokowi mendisiplinkan TNI
> yang tampak memiliki kepribadian ganda dalam menghadapi aksi-aksi yang
> dilakukan oleh kelompok intoleran," kata dia.
>
> Hendardi menegaskan, jika benar TNI berkolaborasi dengan FPI, maka
> pertemuan antara militerisme dan Islamisme akan memiliki daya destruktif
> lebih serius pada demokrasi. "Jokowi tidak bisa terus berpangku tangan
> menghadapi situasi ini," ucap dia.
>
> Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayor
> Jenderal TNI Muhammad Herindra telah mencopot Dandim Lebak karena dia
> dianggap tidak melapor saat mengadakan pelatihan bela negara di Lebak
> bersama dengan anggota FPI.
>
> Kepala Penerangan Daerah Militer III Siliwangi Letnan Kolonel Arh M. Desi
> Ariyanto mengatakan dalam TNI dikenal adanya sistem satu komando. Perintah
> yang diberikan oleh atasan harus dilaksanakan oleh bawahan. Demikian pula
> dengan tugas yang dilaksanakan oleh bawahan harus dilapor ke atasan. "Ini
> tidak dilakukan oleh Dandim Lebak. Ini fatal. Oleh karenanya langsung
> diberi sanksi yang tegas," ujar dia.
>
> *MAYA AYU PUSPITASARI*
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke