Pada Minggu, 8 Januari 2017 20:26, Mohammad Kasim <[email protected]> 
menulis:
 

 TOP NEWS | TERKINI | RILIS PERS | RSSKetentuan PenggunaanTentang KamiTWITTER | 
FACEBOOK | REGISTER | SIGN INSenin, 9 Januari 2017   
   - HOME
   - NASIONAL
   - INTERNASIONAL
   - EKONOMI
   - OLAHRAGA
   - HIBURANSINEMAMUSIKSELEBRITISENI BUDAYAGAYA HIDUP
   - TEKNOLOGI
   - WARTA BUMI
   - ARTIKEL
   - OTOMOTIF
   - FOTO
   - ANTARA TV
   - ENGLISH

Harapan keluarga dan sahabat Wiji Thukul dari "Istirahatlah Kata-kata"
 Senin, 9 Januari 2017 00:42 WIB  | 1.441 ViewsPewarta: Arindra MeodiaPoster 
film "Istirhatlah Kata-kata". Film tersebut mengisahkan saat-saat di mana Wiji 
Thukul harus bersembunyi dari kejaran aparat Orde Baru melarikan diri ke 
Pontianak selama delapan bulan pasca kerusuhan 27 Juli 1996. (ANTARA News/ 
Arindra Meodia)
 Ada di mana? Kalau memang dikubur ya dikubur di mana, kalau masih ada ya ada 
di mana..."
Jakarta (ANTARA News) - Keluarga dan sahabat Wiji Thukul berharap film 
"Istirahatlah Kata-kata" yang bercerita tentang kisah hidup penyair tersebut 
dapat mengungkap keberadaan aktivis yang hingga saat ini belum diketahui 
keberadaannya itu.

"Saya kira dengan film ini tujuannya sederhana sekali, mengingatkan negara 
bahwa masih ada masa lalu, bahwa masih ada persoalan Wiji Thukul dan orang 
hilang yang lain, itu yang belum dituntaskan," kata Wahyu Susilo, adik Wiji 
Thukul, dalam temu media di Jakarta, Minggu.

Film tersebut mengingatkan kembali Wahyu pada usaha-usaha yang telah dilakukan 
keluarga dan sahabat Wiji Thukul untuk "menolak lupa". Salah satunya dengan 
dibentuknya Barisan Pengingat.

"Kami membuat mural puisi Wiji Thukul di jalan-jalan tol, kami membuat mural 
poster Wiji Thukul di tembok-tembok, itu untuk mengingatkan bahwa negara kita 
masih punya hutang sejarah," ujar Wahyu.

"Ini yang kemudian membuat kami keluarga mendukung pembuatan film ini agar 
kemudian banyak orang bertanya kembali soal ini," lanjut dia.

Lebih lanjut, Wahyu berharap dengan adanya film ini dapat mengingatkan 
masyarakat tentang sejarah, dan "membuat negara gelisah".

"Banyak orang bertanya kembali itu akan membuat negara gelisah, negara gelisah 
akan membuat dia harus melakukan sesuatu entah itu jalur hukum atau jalur yang 
lain," kata dia.

"Tapi yang kita inginkan adalah publik tidak lupa pada sejarah yang membuat 
negara harus terus gelisah soal ini," sambung dia.

Sahabat Wiji Thukul, Mugiyanto Sipin, juga berharap "Istirahatlah Kata-kata" 
dapat mengungkap keberadaan Wiji Thukul dan aktivis lainnya yang hilang.

"Ada di mana? Kalau memang dikubur ya dikubur di mana, kalau masih ada ya ada 
di mana, jadi ya itu saja, sederhana," ujar dia.Editor: B Kunto 
WibisonoCOPYRIGHT © ANTARA 2017Dipakai Bersama1Berita Lainnya
Keluarga dan sahabat Wiji Thukul undang presiden tonton "Istirahatlah kata-kata"

Film tentang Wiji Thukul diputar di Locarno

Anak Wiji Thukul minta kejujuran soal penculikan

Wiji Thukul dapat penghargaan ASEAN Literary Festival

Semalam JLo berbahasa Indonesia
Komentar Pembaca500 Karakter TersisaTopik Pilihan# 
Tragedi Zahro Express
# 
Sidang Ahok
# 
Pilkada DKI 2017
# 
Misteri Kematian Mirna
# 
Operasi Pemberantasan Pungli
# 
Dimas Kanjeng Ditangkap Polisi
# 
Amnesti Pajak
# 
ANTARA Doeloe
Tangkal HoaxPresiden Jokowi: masyarakat penyaring kabar terbaikMenkominfo 
dorong media daring sesuai UUJurus Giring Ganesha menghadapi hoaxOlga Lydia 
tahan jempol untuk hoaxGanjar Pranowo: hentikan penyebaran berita 
bohongTerpopuler   
   - Karakter di "Filosofi Kopi: Ben & Jody" akan diperdalam (video) 3.784 views
   - Cerita Luna Maya terpilih bintangi sekuel "Filosofi Kopi" (video) 3.709 
views
   - Tak hanya film, "Filosofi Kopi" akan jadi brand 3.695 views
   - 'La La Land' dan 'Manchester by the Sea' berjaya di New York 3.538 views
   - Akan ada "Filosofi Kopi" ketiga? 3.241 views
Top NewsHarapan keluarga dan sahabat Wiji Thukul dari "Istirahatlah 
Kata-kata"Joe Taslim raih Best APAN Star Award"Rudy Habibie" raih Film Terpuji 
FFB 2016Film Warkop DKI Reborn cetak rekor penonton3 hari tayang, Warkop DKI 
ditonton 1 juta orangwww.antaranews.com
Copyright © 2017Top NewsFokus 
BeritaNasionalInternasionalEkonomiOlahragaHiburanTeknologiWarta 
BumiArtikelFotoTVOtomotifBolaForum PembacaRilis PersGoogle+Ketentuan 
PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS   
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


   

Kirim email ke