res :  Solusi terbaik untuk toleransi ialah pulau Jawa harus merdeka dan bebas 
berdaulat penuh. Tanpa kemerdekaan pulau Jawa intoleransi tidak akan 
berkermbang dan tidak menjalar merusak wilayah lain di luar batas 
teritorialnya. Kalau pulau Jawa mau menjadi propinsi Arab Saudi dan berpaham 
wahabiisme, monggo-monggo saja.  

Kentut saja fatwa MUI, bukankah dua tokoh MUI yaitu  dua menteri agama terkenal 
korupsinya, kalau tidak ada kongkalikong dibebaskan,  mungkin saja mantan 
menteri agama Suryadharma Ali masih tetap diringkus dalam penjara.  Jangan 
dilupakan bahwa Al Quran juga dikorupsi, dalam ini hal  yang bernama MUI 
berlagak buta tuli dan bisu. Kementrian Agama terkenal sebagai sarang penyamun, 
duit jemah haji dikorupsi.

http://mediaindonesia.com/news/read/86836/kepentingan-politis-dan-intoleransi-berbaur/2017-01-10


Kepentingan Politis dan Intoleransi Berbaur
Selasa, 10 January 2017 06:59 WIB Penulis: Furqon Ulya Himawan 
 
Grafis/MI



















SEBAGIAN masyarakat, khususnya warga Jakarta, tentu masih ingat kasus penolakan 
Lurah Susan Jasmine ­Zulkifli yang ditunjuk Joko Widodo memimpin Kelurahan 
Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ketika itu, Jokowi masih menjabat sebagai 
Gubernur DKI Jakarta.

Warga menggelar demonstrasi menolak sang lurah karena Susan nonmuslim. Sikap 
intoleran itu direspons Jokowi dengan tidak mengindahkan anjuran Mendagri 
Gamawan Fauzi untuk memindahkan Susan.

Peristiwa yang mirip kini terjadi di Yogyakarta. Perwakilan masyarakat 
Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 
kemarin, mendatangi Kantor Bupati Bantul.

Mereka meminta Camat Pajangan yang baru, Yulius Suharta, diganti. Alasannya, 
Yulius tidak sesuai dengan keinginan mayoritas warga.

“Mayoritas masyarakat Pajangan keberatan karena (camat yang baru) tidak sesuai 
dengan psikologi dan karakteristik masyarakat Pajangan,” kata Temu Panggih 
Rahardjo, warga Pajangan yang ikut hadir di Kantor Bupati Bantul, tanpa 
meme­rinci faktor psikologis yang dimaksud.

Temu Panggih pun membantah ketidaksetujuan warga karena Yulius nonmuslim, 
sedangkan mayoritas masyarakat Pajangan ialah muslim.

Menurutnya, sebelumnya warga Pajangan telah mendatangi Kantor DPRD Bantul pada 
Jumat (6/1) untuk menyampaikan keberatan atas penunjukan kepala Kecamatan 
Pajangan yang dilantik pada akhir Desember lalu itu. Selanjutnya, perwakilan 
warga bersama anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKS, PPP, Golkar, PKB, PAN, dan 
Gerindra mendatangi bupati.

Ketua Komisi A dari Fraksi PKS Amir Syarifudin membenarkan sebagian besar warga 
Pajangan menginginkan agar Camat Pajangan yang baru diganti. Sejumlah fraksi, 
termasuk Fraksi PKS, pun membantu menyampaikan aspirasi tersebut. “Minus Fraksi 
PDI Perjuangan.”

- See more at: 
http://mediaindonesia.com/news/read/86836/kepentingan-politis-dan-intoleransi-berbaur/2017-01-10#sthash.qG3a99up.dpuf
 
- See more at: 
http://mediaindonesia.com/news/read/86836/kepentingan-politis-dan-intoleransi-berbaur/2017-01-10#sthash.qG3a99up.dpuf

Kirim email ke