Batasi Perombakan Kabinet



[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan membatasi bongkar pasang 
Kabinet Kerja. Perombakan (reshuffle) kabinet yang terlampau sering 
dikhawatirkan bisa mengganggu kesinambungan program kerja di tingkat 
kementerian.



Pengamat politik dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Umbu Rauta 
menjelaskan, meskipun sepenuhnya hak prerogatif Presiden yang dijamin 
Konstitusi, reshuffle kabinet harus dilakukan hati-hati.



“Reshuffle kabinet karena pertimbangan kinerja harus di batasi tahun ini, agar 
dua tahun tersisa bisa berfokus pada upaya pencapaian seluruh program 
Nawacita,” tegas Umbu, Senin (9/1). 

Untuk mengikuti selanjutnya klik link: http://www.gelora45.com/   atau untuk 
keluarkan langsung:  http://www.gelora45.com/news/SP_20170110_3.pdf



Jokowi: Megawati Pejuang Demokrasi

Selasa, 10 Januari 2017 | 14:13

http://sp.beritasatu.com/home/jokowi-megawati-pejuang-demokrasi/117941

Megawati dan Jokowi [lintasntt] 



Berita Terkait

§  Megawati: Pembangunan Semesta Berencana Sebagai Haluan

§  Megawati: Sekretariat PDI-P Harus Jadi Rumah Rakyat

§  PDIP Dorong MPR Lakukan Amandemen Terbatas Konstitusi

§  Megawati Kembali Ingatkan Kadernya Untuk Tak Korupsi

§  Megawati Gelar Pertemuan Khusus Dengan Risma

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan 
Megawati Soekarnoputri sebagai pejuang demokrasi yang memegang teguh prinsip.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi kepada wartawan setelah menghadiri acara 
Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-44 di Jakarta Convention Center (JCC) 
Jakarta, Selasa (10/1). "Ya kan jelas ya. Bahwa Ibu Megawati itu kan Pejuang 
Demokrasi. Artinya apa? Yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau 
lawan. Tuh prinsip itu," kata Presiden.

Ia menambahkan, Megawati bahkan akan melindungi Presiden yang telah terpilih 
secara demokratis.

"Begitu juga yang ingin, yang ingin mengganggu Presiden. Karena Presiden yang 
sekarang terpilih konstitusional. Pasti beliau akan turun dan tadi sudah 
disampaikan," katanya.

Untuk bentuk konkretnya, Presiden menyerahkan kepada Megawati terkait bentuk 
dukungan yang akan diberikan. "Tanyakan ke Bu Mega," kata Presiden sambil 
tersenyum.

Sementara Megawati Soekarnoputri yang mendampingi hanya tersenyum dan menolak 
memberikan pernyataan. Dalam pidato politiknya, Ketua Umum PDI Perjuangan 
Megawati menyebutkan ia konsisten untuk mendukung pemerintahan.

Bahkan ia meminta Presiden dan Wapres agar melaporkan kepadanya jika ada 
pihak-pihak yang mencoba mengganggu NKRI dan Pancasila termasuk menggoyang 
pemerintahan. [Ant/L-9]


Kirim email ke