Dalam ekonomi perusahaan dikatakan kalau sering ada pergantian staf perusahaan 
menumjukan bahwa perusahaan itu berjalan pincang menuju kelumpuhan atau 
bangkrut. Apakah hal ini juga berlaku bagi kabinet pemerintahan negara? Apakah 
reshuffle kabinet jilid III ini, karena jalannya pemerintahan tidak beres 
atauka kesempatan kepada mereka yang diberkati dengan rejeki?

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/05/078833124/reshuffle-jilid-iii-demokrat-tak-berminat-masuk-kabinet

RESHUFFLE JILID III: Demokrat Tak Berminat Masuk Kabinet
KAMIS, 05 JANUARI 2017 | 23:44 WIB

SBY dan Jokowi. AP/Mark Baker
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan 
mengatakan partainya tak pernah mendapat tawaran jabatan menteri atau jabatan 
lain yang setara dengan menteri dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden 
Jusuf Kalla. Ia juga mengatakan partai yang dipimpin Ketua Umum Susilo Bambang 
Yudhoyono ini sama sekali tak berminat masuk ke pemerintahan.


“Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla sudah tahu posisi Partai Demokrat. Jadi kami 
tak pernah mendapat tawaran,” kata Sjarifuddin seperti dimuat Koran Tempo, 
Kamis, 5 Januari 2017.

BACA: Gerindra Dapat 4 Kursi, PKS Menolak

Ia memastikan Demokrat akan tetap berada di luar pemerintahan hingga Pemilihan 
Umum 2019. Demokrat, ujar Sjarifuddin, merasa tidak akan mendapat masalah jika 
ternyata kelak menjadi satu-satunya partai oposisi. 

Ia mengakui, jika benar Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera telah 
ditawari masuk dalam kabinet, Demokrat menjadi satu-satunya partai yang tak 
pernah diajak bergabung. Meski demikian, ia memastikan Demokrat akan terus 
mengkritik kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat. 

“Kalaupun pasti kalah dalam pengambilan keputusan di parlemen, kami akan tetap 
berseberangan dengan pemerintah,” tutur dia.

Seorang pejabat mengatakan Jokowi berencana merombak kabinetnya pada pekan 
kedua atau ketiga Januari ini. Presiden juga pernah berbicara soal rencana 
reshuffle pada November 2016. Menurut pejabat itu, rencana reshuffle jilid tiga 
akan melibatkan Gerindra dan PKS. “Sudah ada pembicaraan dengan Gerindra dan 
PKS,” kata pejabat itu.

Jika Gerindra dan PKS menerima tawaran Jokowi, dua partai tersebut akan 
menyusul Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat 
Nasional yang lebih dulu menyeberang ke kubu koalisi pemerintah. Adapun sejak 
awal pemerintahan, Jokowi didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 
Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.

Pengamat politik, Johanes Kristiadi, menilai konsep oposisi tak sesuai dengan 
sistem presidensial yang dianut Indonesia. Menurut dia, seluruh partai politik 
seharusnya mendukung presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat, baik di 
dalam maupun di luar pemerintahan. “Tak ada masalah dengan posisi, misalnya, 
Demokrat sendiri,” kata dia.

Kristiadi menyatakan Jokowi melontarkan tawaran kursi kepada Gerindra dan PKS 
karena hendak memperkuat dukungan. Pemicunya adalah masalah yang dihadapi 
pemerintahan Jokowi saat berhadapan dengan isu penistaan agama dan makar. 
Menurut Kristiadi, gaya kepemimpinan Jokowi, yang semula ingin melangkahi peran 
partai dan organisasi kemasyarakatan, telah gagal.

Dalam situasi seperti itu, Jokowi butuh dukungan partai lain untuk 
mengembalikan kepercayaan masyarakat. Meski demikian, ia menuturkan, dukungan 
dari partai lain tak harus diraih dengan cara menarik mereka ke dalam kabinet. 
Sebab, tawaran kursi menteri kepada partai memiliki konsekuensi politik. “Ini 
bisa berimbas terjadinya transaksi politik,” ujarnya.

HUSSEIN ABRI | FRANSISCO ROSARIANS

  a.. a.. a.. Berita Terkait

RESHUFFLE JILID III: Gerindra Dapat Empat Kursi, PKS Menolak 
Kans Gerindra Masuk Kabinet, Begini Hubungan Jokowi-Prabowo 
Alasan Demokrat Tak Ditawari Masuk Kabinet 
Soal Reshuffle, Ini Penjelasan Seskab Pramono Anung   
Gerindra Klaim Ditawari 4 Kursi Menteri, Mensesneg: Oh Ya?

Kirim email ke