res : Untuk apa NKRI  diselamatkan kalau selama ini Jawasentris diutamakan, 
hanya merugikan yang di luar katagori politik geografis Jawasentris. IRI  atau 
NII tidak banyak bedanya dengan NKRI hanya membawa bencana besar yang tak 
terhingga bagi yang tidak termasuk dalam politik geografis Jawasentris dibawah 
kekuasaan klik neo-Mojopahit. 

http://politik.rmol.co/read/2017/01/17/276760/Letjen-(Purn)-Kiki-Syahnakri:-IRI-Bisa-Selamatkan-NKRI

Letjen (Purn) Kiki Syahnakri: IRI Bisa Selamatkan NKRI
Politik SELASA, 17 JANUARI 2017 , 09:32:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA 

 
RMOL. Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) mendukung pembentukan 
Indonesia Raya Incorporated (IRI). IRI dianggap bisa menangkal ancaman 
perpecahan akibat tidak meratanya kesejahteraan sekaligus menjaga kedaulatan 
NKRI dari rongrongan asing. 
Berita Terkait 



Kiki mengatakan, untuk mewujudkan keseimbangan dan keadilan dalam ekonomi, ide 
IRI sangat bagus. Poin utama IRI yang digagas Gerakan Ekayasa Unmada-Semangat 
Satu Bangsa (dari wartawan, oleh wartawan, untuk Indonesia) adalah, baik 
industri hilir dan industri hulu harus dimiliki oleh negara dan rakyat 
Indonesia melalui perkawinan badan usaha permerintah (negara) dan badan usaha 
pemerintah daerah yang masing-masing menguasai saham mayoritas di badan 
usahanya.

"Dalam konteks kesatuan ekonomi harus ada kesimbangan dan keadilan antar 
wilayah karena setiap wilayah memiliki sumber daya yang beda-beda. Bahkan ada 
yang minim sourcesnya. Dalam konteks kesatuan ekonomi, ide iri sangat bagus 
karena berdasarkan wawasan nusantara," sambung Kiki Syahnakri.

Kiki mengingatkan ketidakmerataan kesejahteraan bisa menyebabkan disintegrasi. 
Daerah yang kaya ingin memisahkan diri karena ingin maju sendirian, dan daerah 
yang miskin juga ingin memisahkan diri karena merasa tidak sejahtera.

Dia mencontohkan sewaktu dirinya menjabat Pangdam tahun 1999 di NTT muncul 
wacana membentuk negara Timor Raya bersama dengan Timor Timur. Harapan mereka 
waktu itu mungkin menjadi semacam protektorat Australia.

"Hanya sekarang implementasinya bagaimana. Tidak mungkin Kepres tapi perlu 
dituangkan dalam undang-undang sehingga mengikat daerah. Undang-undang minerba 
apa mungkin, atau di undang-undang otonomi daerah?" kata Kiki mengingatkan 
perlunya jaminan konstitusi dan perangkat negara untuk mengimplementasikan 
gagasan IRI.

Jika memang belum ada pengaturan di dalam sejumlah Undang Undang yang ada saat 
ini, Kiki menyarankan segera dilakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi 
(MK).

"Dalam konteks judicial review, PPAD bisa ikut," kata Kiki yang mengakhiri 
karir militernya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Menurut Kiki, IRI bukan hanya perlu diwujudkan di pertambangan tapi juga 
perkebunan dan sektor-sektor ekonomi lainnya. Selain dapat mencegah 
disintegrasi, pembentukan IRI diyakininya dapat menjaga kedaulatan Indonesia 
dari rongrongan negara lain.

Menurut Kiki Syahnakri, secara geopolitik saat ini Indonesia mengalami ancaman 
serius, yakni hegemoni global. Dikatakannya, ancaman global datang dari AS dan 
Cina. Kedua negara hegemonik ini ingin menjadikan Indonesia sebagai sapi perah 
buat mereka.

"Tapi melakukannya dengan soft power, bukan hard power. Dulu perang melalu 
penghancuran fisik, pendudukan fisik, sekarang tidak. Sekarang melalui 
penghancuran dari dalam sehingga negara mengalami self destruction," ungkapnya.

Dia mengingatkan, bahaya dari hegemoni AS di Indonesia yang secara sistematis 
melucuti kedaulatan Indonesia.

"Tiba-tiba kita sudah tidak memiliki kedaulatan di bidang ekonomi. Tidak heran 
pada 1999-2002 terjadi 4 kali amandemen, dan tidak terasa amandemen ini sudah 
terlalu liberalistik, tidak Pancasila," ujarnya.

Dijelaskan Kiki, bahkan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj sewaktu menjabat 
sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2008 mengatakan, sudah 
ada 72 Undang Undang turunan hasil amandemen yang pembuatannya ditongkrongi 
oleh konsultan asing.

Sekarang, katanya malah sudah ada ratusan. Contohnya, Undang Uindang Nomor 25 
Tahun 2007 tentang investasi. Di salah satu pasalnya diatur tentang hak guna 
usaha, bahwa perusahaan asing dalam pertambangan diberikan ijin selama 95 tahun 
dan bisa diperpanjang di muka 65 tahun.

"Penjelasan diperpanjang di muka itu pada saat ijin prinsip keluar sudah dengan 
perpanjangannya. Setelah itu bisa diperpanjang lagi selama 35 tahun. Artinya 
195 tahun, ini seumur kerajaan Majapahit," ungkapnya.

"Di undang-undang migas dan minerba juga begitu. Membolehkan modal asing sampai 
80 persen lebih. Jadi bayangkan selama hampir 200 tahun dengan mayortas modal 
mereka, kekayaan alam kita dikeruk," sambungnya.

Begitu juga dengan Cina. Kiki mengingatkan di bidang ekonomi, Cina pun sudah 
dikenal sebagai predator. Apalagi menurut Kiki, sudah tercatat dalam sejarah 
tahun 1293 Cina melakukan penyerangan ke kerajaan di Nusantara yakni 
Kartanegara.

"Sudah ada sejarahnya. Sekarang Cina dengan 1,3 lebih miliar penduduk, tidak 
mungkin dia memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan kepada warganya, 
walapun di bilang Cina kaya, banyak duit. Tuntuan bisa livestorng buat 
pendukungnya tidak mungkin ke siberian tapi ke bawah. Incaran pertama pasti 
Indonesia," katanya.

"Sekarang banyak proyek yang seluruh komponen harus dari sana. Pekerja dari 
level manajemen sampai pekerja kasar. Di Indonesia kurun waktu 2015-2016, ada 
200 lebih proyek termasuk kereta cepat dari Cina. Makanya kita jangan 
terkaget-kaget tiba-tiba sudah banyak karyawan asal Cina," ungkapnya.

Ancaman global lainnya yakni Islam transnasional seperti yang dikampanyekan 
ISIS. Kata Kiki, kalau di-breakdown wujudnya adalah adanya intoleransi yang 
memecah-belah masyarakat Indonesia, menipisnya nilai-nilai Pancasila dan sangat 
mungkin terjadi pemberontakan bersenjata.

"Mosul dan Alepo yang dikuasai ISIS baru-baru ini dihajar. Albagdadi sudah 
mengintruksikan keluar dari situ, berjuang di negara masing-masing. Informasi 
intelijen, Albagdadi sudah menunjuk Filipina Selatan sebagai basis perjuangan 
baru. Filipina Selatan selangkah ke Indonesia sudah sampai. Kalau itu terjadi 
kita bisa goncang," katanya.

Karena itu, lanjut dia, kalau Indonesia tidak dibangun untuk mewujudkan 
cita-cita kemerdekaan maka sebentar lagi akan terjadi disintegrasi.

"Kalau bangsa ini tidak bangun untuk mewujudkan cita-cita kemeredakaan, menjadi 
bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, tinggal satu dua 
langah sampai kepada disintegrasi," katanya.

"Kalau tidak ada langkah mewujudkan IRI, bisa lebih cepat. IRI dalam rangka 
mewujudkan konsep keadilan dan keadilan keseimbangan di bidnag ekonomi dari 
seluruh wilayah, justru masuk dalam upaya menangkal ancaman-ancaman itu," 
demikian Kiki Syahnakri.

Dukungan pembentukan IRI disampaikan Kiki saat menerima kunjungan Ketua 
Pelaksana Gerakan Ekayasa Unmada, AM Putut Prabantoro di kantornya di kawasan 
SCBD, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Putut menjelaskan IRI bisa menjadi pendekatan kemakmuran baru bagi Indonesia. 
Kepada Kiki, dia juga menyampaikan pada Rabu 21 Desember 2016 Ekayasa Unmada 
mengadakan FGD menghadirkan 14 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di 
Indonesia di Solo, dan mereka menyatakan mendukung pembentukan IRI.

Putut juga menyampaikan FGD menyorot IRI akan digelar di Batam selama 2 hari, 
Minggu dan Senin 22-23 Januari 2017. Ekayasa Unmada juga berencana memaparkan 
gagasan IRI ke Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Bappenas dan 
stakeholder lainnya dalam waktu dekat.[dem]

Kirim email ke