http://sinarharapan.net/2017/01/hadapi-demonstasi-fpi-situasi-keamanan-di-pontianak-kondusif/

Hadapi Demonstrasi FPI Situasi Keamanan di Pontianak Kondusif
January 20, 2017 
Hadapi Demonstrasi FPI Situasi Keamanan di Pontianak Kondusif
SHNet, PONTIANAK  – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, menegaskan, situasi 
keamanan di Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, sepenuhnya dalam 
keadaan kondusif menyambut aksi demonstrasi susulan Front Pembela Islam (FPI) 
mulai pukul 15.00 WIB, Jumat (20/1/2017).

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan 
Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi Siswo Suwondo, Jumat (20/1), menanggapi 
permintaan Polda Kalbar kepada Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, untuk 
mendukung kesiapan pengamanan menghadapi aksi demonstrasi FPI.

Aksi FPI menindaklanjuti unjukrasa di Polda Kalbar, Jumat (13/1) pekan lalu, 
mendesak sejumlah pemuda Suku Dayak yang melakukan penghadangan terhadap 
kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama 
Indonesia (DPP MUI, Tengku Zulkarnain di Bandar Udara Susilo, Sintang, pukul 
09.30 WIB, Kamis (12/1), agar segera ditangkap.

Masyarakat Suku Dayak melakukan penghadangan, karena dalam cemarahnya beredar 
di youtube, Tengku Zulkarnain menuding Suku Dayak tidak pantas masuk surga, 
karena derajatnya sebagai orang kafir lebih rendah dari binatang.

Dampaknya terhitung Senin, 16 Januari 2017, seluruh komunitas Dayak di 
Indonesia dan Malaysia membuat laporan polisi. Dewan Adat Dayak Provinsi 
Kalimantan Barat sendiri membuat laporan di Polda Kalbar, Selasa (18/1).

“Polda Kalbar memang resmi meminta bantuan pengamanan dari Kodam 
XII/Tanjungpura, semata-mata demi memberikan rasa aman kepada segenap lapisan 
masyarakat,” kata Suhadi.

Dikatakan Suhadi, TNI dan Polri menghindari tindakan anarkistis selama aksi 
demonstrasi FPI digelar di Pontianak, Jumat (20/1). Kalau ada gerakan yang di 
luar kendali, tetap ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kol (Inf) Tri Rana Subekti, 
memastikan, seluruh tahapan pengamanan dilakukan TNI, sesuai ketentuan yang 
berlaku, karena baik masyarakat Suku Dayak maupun Suku Madura, sudah bertekad 
tidak ikut terpancing. (Aju)

Kirim email ke