Jelang Masa Tenang, SBY Sampaikan Sejumlah Harapan Pilkada DKI 
http://nasional.kompas.com/read/2017/02/12/08184951/jelang.masa.tenang.sby.sampaikan.sejumlah.harapan.pilkada.dki
 Minggu, 12 Februari 2017 | 08:18 WIB

 

 

 KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
 
 Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di 
Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato 
politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali 
Rapimnas.

 

 JAKARTA http://indeks.kompas.com/tag/JAKARTA
 http://indeks.kompas.com/tag/JAKARTA
 , KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat 
http://indeks.kompas.com/tag/partai.demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 
http://indeks.kompas.com/tag/susilo.bambang.yudhoyono menyampaikan sejumlah 
harapan kepada warga Jakarta yang memiliki hak pilih dalam Pilkada DKI 2017.
 
 Sejumlah harapan tersebut disampaikan SBY dalam akun resmi Facebooknya, Sabtu 
(11/2/2017) tengah malam atau jelang masa tenang.
 KPU http://indeks.kompas.com/tag/kpu menetapkan masa tenang selama 12 
Februari-14 Februari 2017 dan pemungutan suara pada 15 Februari 2017.
 Pada Sabtu, SBY berkampanye untuk anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono 
http://indeks.kompas.com/tag/agus.harimurti.yudhoyono yang maju sebagai calon 
gubernur DKI bersama calon wakil gubernur Sylviana Murni 
http://indeks.kompas.com/tag/sylviana.murni.
 Kampanye akbar itu digelar di GOR Soemantri Brojonegoro, di Kuningan, Jakarta 
Selatan.
 Pasangan Agus-Sylvi http://indeks.kompas.com/tag/agus-sylvi akan berhadapan 
dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama 
http://indeks.kompas.com/tag/basuki.tjahaja.purnama-Djarot Saiful Hidayat 
http://indeks.kompas.com/tag/djarot.saiful.hidayat dan pasangan Anies Baswedan 
http://indeks.kompas.com/tag/anies.baswedan-Sandiaga Uno. 
http://indeks.kompas.com/tag/sandiaga.uno
 Berikut isi pernyataan Presiden keenam RI itu:
 
 "RAKYAT JAKARTA MEMILIH
 Insya Allah, 15 Februari 2017 mendatang rakyat Jakarta akan kembali memilih 
Gubernurnya yang baru. Semoga kita semua dituntun oleh Allah Swt, Tuhan Yang 
Maha Kuasa, agar bisa memilih Gubernur yang terbaik. Jika pilihan kita salah, 
Jakarta akan gagal menjadi kota yang lebih aman, lebih adil, lebih maju, lebih 
sejahtera dan lebih bermartabat di masa depan.
 Kita tentu akan memilih Gubernur yang amanah, jujur, cakap dan menyayangi 
rakyatnya. Gubernur yang tegas, adil, konsisten dan taat hukum serta 
undang-undang. Gubernur yang bekerja untuk semua, baik kelas atas, kelas 
menengah maupun kelas bawah. Gubernur yang memikirkan semua warganya ~ yang 
kaya dan yang miskin, yang sudah maju dan yang belum maju. Gubernur yang pandai 
menjaga perkataan dan tindakannya, agar tidak menggangu kebhinnekaan masyarakat 
Jakarta yang berbeda-beda dalam agama, etnis, suku bangsa dan asal daerahnya. 
Gubernur yang tidak mengekang dan membatasi kegiatan umat Islam dalam 
peringatan hari-hari besar Islam, dan juga aktivitas agama yang lain. Gubernur 
yang membikin teduhnya suasana sehingga Jakarta tidak terus berada dalam 
keadaan "gonjang-ganjing", sehingga mengganggu ketenteraman dan kehidupan 
sehari-hari masyarakat. Gubernur yang memiliki empati dan kasih sayang kepada 
rakyat yang masih miskin, serta bersedia membantu mereka guna meringankan beban 
hidupnya.
 Juga Gubernur yang bisa memajukan perekonomian Jakarta, meningkatkan taraf 
hidup rakyat, dan mengurangi pengangguran agar saudara-saudara kita mendapatkan 
lapangan pekerjaan yang halal dengan penghasilan yang layak. Gubernur yang bisa 
menggalakkan investasi dan bisnis, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah. 
Gubernur yang mampu melaksanakan pemerintahan yang baik dan birokrasi yang 
memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Gubernur yang memajukan pendidikan 
dan kesehatan masyarakat, agar anak-anak Jakarta makin pintar dan warganya 
semakin sehat. Gubernur yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan 
guru, termasuk guru-guru agama, kesejahteraan pegawai dan karyawan Pemprov 
Jakarta. Gubernur yang memikirkan dan membangun perumahan rakyat tanpa 
melakukan penggusuran sewenang-wenang. Gubernur yang memperhatikan nasib dan 
masa depan kaum perempuan dan anak-anak, serta kemudahan bagi para difabel. 
Gubernur yang bisa mengatasi kemacetan, banjir, air bersih & air minum dan 
pengelolaan sampah dengan cara-cara yang lebih baik.
 Juga Gubernur yang mampu menjaga keamanan Jakarta, sehingga kejahatan dan 
gangguan keamanan dapat diperangi dengan baik, termasuk kejahatan narkoba yang 
menghancurkan generasi bangsa. Gubernur yang mampu memberdayakan RT & RW untuk 
memastikan semua warga di manapun mendapatkan pelayanan, kemudahan dan jaminan 
keamanan di lingkungannya. Gubernur, yang setelah dilakukan pengkajian, berani 
menghentikan obyek-obyek reklamasi http://indeks.kompas.com/tag/reklamasi yang 
nyata-nyata merusak dan tidak memenuhi syarat, serta tidak memberikansolusibagi 
para nelayan dan warga yang kehilangan mata pencahariannya.
 15 Februari 2017 akan menjadi hari yang bersejarah. Jika pilihan kita salah, 
kita akan "menderita" selama 5 tahun ke depan. Karenanya, jangan tergoda oleh 
iming-iming uang, yang hampir pasti itu uang haram, yang baik pemberi maupun 
penerimanya akan mendapatkan hukuman. Jangan mau diancam oleh siapapun, dan 
jika merasa diancam laporkan kepada Bawaslu 
http://indeks.kompas.com/tag/bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib. TNI 
http://indeks.kompas.com/tag/tni, Polri http://indeks.kompas.com/tag/polri & 
Badan Intelijen Negara http://indeks.kompas.com/tag/badan.intelijen.negara 
(BIN) adalah milik negara, milik rakyat. Mereka harus netral, adil dan tidak 
berpihak. Awasi semuanya agar tidak membiarkan kecurangan berlangsung. Jangan 
rela suara masyarakat Jakarta dicuri, sehingga jika ada orang yang bukan 
penduduk Jakarta ikut memilih, baik dari luar Jakarta maupun dari negara lain 
(orang asing), lakukan pencegahan dan laporkan kepada Bawaslu 
http://indeks.kompas.com/tag/bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib.
 Marilah, sekali lagi, kita jadikan pilkada Jakarta ini sebagai wahana 
demokrasi yang baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik, yang 
merusak rasa keadilan dan hak-hak rakyat kita. Sebagai orang yang pernah 
memimpin negeri ini selama 10 tahun, saya tentu tidak ingin negara yang dengan 
segala jerih payah dan pengorbanan ini kita bangun, lantas dirusak oleh 
tangan-tangan yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Kita semua tidak rela. 
Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, mengabulkan doa dan permohonan kita 
agar pilkada Jakarta ini benar-benar berjalan dengan aman, tertib dan lancar, 
serta jujur dan adil.
 Susilo Bambang Yudhoyono 
http://indeks.kompas.com/tag/susilo.bambang.yudhoyono.";

 

Kirim email ke