Sabtu 16 Apr 2016, 21:28 WIB

Said Aqil: Mending Pemimpin Non-Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim

Hardani Triyoga - detikNews
Ilustrasi: Ketum PBNU Said Aqil Siraj (Foto: Lamhot Aritonang)

Jakarta - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengimbau rakyat agar yakin untuk 
memilih calon kepala daerah yang jujur dan bersih di Pilkada serentak 2017. 
Menurutnya, tak masalah bila calon kepala daerah itu non-Muslim tapi jujur dan 
dipercaya rakyat.

"Siapa saja yang mampu dan dipercaya rakyat, pemimpin yang adil meski itu 
non-Muslim tapi jujur, itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi zalim. Di 
mana saja dan siapa saja," kata Said Aqil di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, 
Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Dia mengatakan imbauan ini bukan bermaksud mendukung bakal calon di daerah 
tertentu yang maju di Pilkada 2017. Namun, diingatkan, pemimpin yang baik 
adalah bisa memikirkan kemashlatan rakyatnya.

Ia pun menepis bila dianggap mendukung bakal cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama 
atau Ahok.

"Enggak, enggak. Saya bukan dukung Ahok ya. Bagi saya pemimpin yang adil, meski 
non-Muslim lebih baik. Itu membawa kemaslahatan," tuturnya.

Kemudian, dia mencontohkan kejadian pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Meski 
Muslim, tapi Khadafi tak memikirkan kemashlatasan rakyatnya. Ia tak ingin di 
Pilkada nanti, masyarakat salah memilih calon kepala daerah.

"Pemimpin yang zalim dan tak adil, masyarakat akan merasakan kezalimannya. 
Kayak Muammar Khadafi , dia Muslim itu. Tapi, apa? rakyatnya sengsara," ujarnya.

Tak ketinggalan, Said Aqil berpesan agar partai politik mulai memberanikan bisa 
mempraktikan tidak menggunakan politik uang. Bila tak bisa, maka sulit mengubah 
sistem ini.

"Politik uang itu harus dihindari. Kalau tidak bisa ya masih lama. Kita harus 
sadar berdemokrasi untuk negara. Nah, ini tugas parpol," sebutnya.


(hat/dnu)

Kirim email ke