Rifai Rumalen dari PKS Papua Barat mengatakan pihaknya tidak memandang agama 
dalam mencalonkan kepala daerah, tetapi lebih pada kinerja mereka. "Kami 
melihat yang kinerjanya bagus saja yang kami calonkan, dan bu Irene telah 
menyatakan juga untuk membangun masjid raya yang memang sudah saatnya ada untuk 
Papua Barat ini," jelas Rifai kepada BBC Indonesia.
..."Saya kira itu keliru besar, tidak mesti partai Islam selalu mengusung orang 
Islam karena partai ini punya semangat Pancasila, semangat Indonesia. PAN juga 
berbasis Islam dan PAN yang Muhammadiyah mendukung Dominggus Mandacan, dan 
tidak ada masalah," jelas Toha.
...
Mengapa partai Islam dukung calon non-Muslim di Pilkada 2017 di Papua Barat?


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Mengapa partai Islam dukung calon non-Muslim di Pilkada 2017 di Papua Barat...
 Dalam pemilihan kepala daerah di kawasan Indonesia Timur, partai-partai 
berbasis Islam justru memberikan dukunga...  |   |

  |

  |

 

Sri LestariWartawan BBC Indonesia   
   - 20 Februari 2017
KirimHak atas fotoBBC INDONESIAImage captionPasangan calon gubernur-wakil 
gubernur Papua Barat, Irene Manibuy- Abdullah Manaray, didukung oleh Partai 
Hanura, PKS, PKB dan PPP.Dalam Pilkada DKI Jakarta, sejumlah partai Islam 
gencar berkampanye agar memilih kepala daerah Muslim.Namun dalam pemilihan 
kepala daerah di kawasan Indonesia Timur, partai-partai berbasis Islam justru 
memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah non-Muslim.Dalam Pilkada Papua 
Barat, misalnya, pasangan calon gubernur-wakil gubernur Irene Manibuy-Abdullah 
Manaray didukung oleh Partai Hanura, PKS, PKB dan PPP.Rifai Rumalen dari PKS 
Papua Barat mengatakan pihaknya tidak memandang agama dalam mencalonkan kepala 
daerah, tetapi lebih pada kinerja mereka."Kami melihat yang kinerjanya bagus 
saja yang kami calonkan, dan bu Irene telah menyatakan juga untuk membangun 
masjid raya yang memang sudah saatnya ada untuk Papua Barat ini," jelas Rifai 
kepada BBC Indonesia.   
   - Pilkada 2017 Papua Barat: pendidikan dan kesenjangan ekonomi jadi sorotan
   - Jauh di Papua, orang bicara tentang Ahok juga
   - Papua Barat siasati pemilih tanpa E-KTP dengan 'kearifan lokal' dalam 
pilkada
Sementara Toha Al-Hamid, yang merupakan tim pemenangan pasangan Irene 
Manibuy-Abdullah Manaray, mengatakan sesuatu yang wajar apabila Partai Keadilan 
Sejahtera sebagai partai Islam tidak selalu mengusung figur Muslim di Papua dan 
Papua Barat."Saya kira itu keliru besar, tidak mesti partai Islam selalu 
mengusung orang Islam karena partai ini punya semangat Pancasila, semangat 
Indonesia. PAN juga berbasis Islam dan PAN yang Muhammadiyah mendukung 
Dominggus Mandacan, dan tidak ada masalah," jelas Toha.Dia mengatakan di 
Kabupaten Tolikara dan Lanny Jaya, PKS memiliki wakil di DPRD yang bukan 
Muslim.Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionJumlah pemilih dalam pilgub Papua 
Barat mencapai lebih dari 700.000 orang.
Mandacan-Lakotani 'unggul'
Meski pasangan Irene Manibuy dan Abdullah Manaray berjanji akan membangun 
masjid raya di Papua Barat, tetapi ternyata kampanye tersebut tidak terlalu 
mendapat banyak sambutan dari sekitar 38% pemilih Muslim di daerah 
itu.Berdasarkan perhitungan KPU Papua Barat sampai Minggu (19/02) sore, 
pasangan calon Irene-Abdullah hanya mengantongi 55.159 suara atau 15.60% dari 
1.869 TPS atau sekitar 65,42% total TPS.Posisi pertama ditempati Dominggus 
Mandacan-Mohamad Lakotani yang diusung Partai Nasdem, PDIP, dan PAN). Pasangan 
calon tersebut memperoleh 207.990 suara atau 58.82% dari umlah suara.Adapun 
pasangan calon yang didukung Partai Golkar dan Demokrat, Stepanus Malak-Ali 
Hindom, meraih 90.452 suara atau 25.58%.Jumlah pemilih di Provinsi Papua Barat 
mencapai 702.124 orang.Soal sebaran pemililih, KPU Papua Barat mencatat 
pasangan Irene-Abdullah tidak menang di satu kabupaten/kota pun. Sementara 
Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani menang hampir di semua kabupaten di Papua 
Barat, dan bahkan meraih 100% suara di Kabupaten Pengunungan Arfak yang 
memiliki 3.138 pemilih.Kemenangan pasangan Mandacan-Lakotani ini juga terjadi 
di Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni yang banyak dihuni oleh warga 
Muslim Papua.Selain dalam pemilihan gubernur di Papua Barat, sejumlah partai 
Islam juga mendukung calon kepala daerah nonmuslim dalam Pilkada serentak 2017 
ini, yaitu di Maluku, Nusa Tenggara Timur, serta pemilihan bupati/walikota di 
Papua dan Papua Barat.Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionPasangan Dominggus 
Mandacan- Mohamad Lakotani ( Nasdem, PDIP, PAN) sampai Minggu Malam (19/02) 
meraih suara lebih dari 58%
'Keadaan darurat'
Memilih calon kepala daerah di wilayah yang mayoritas nonmuslim, menurut Sekjen 
DPP PPP, Arsul Sani, dimungkinkan. Hal itu sesuai dengan keputusan Nahdlatul 
Ulama dalam Muktamar ke-30 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 
1999."Secara prinsip, dalam keadaan darurat dimungkinkan orang Islam pilih 
pemimpin nonMuslim. Keadaaan daurat itu seperti apa? Misal di satu daeerah 
tidak ada calon kepala daerah yang Islam, semuanya nonmuslim, sementara PPP 
punya hak dan kewajiban konstitusional untuk sukseskan pilkada, untuk itu 
dicari yang paling pas, dilihat komitmen dan perhatiannya terhadap umat Islam," 
jelas Arsul kepada BBC Indonesia.Menurut dia, PPP sebagai partai Islam terikat 
dengan ajaran yang diyakini oleh sebagian besar umat Muslim untuk tidak memilih 
calon kepala daerah nonmuslim, tetapi di sisi lain sebagai parpol juga harus 
menghadapi realitas politik.Dia mengatakan PPP mengusung calon nonmuslim di 
wilayah Timur Indonesia bukan hanya pada Pilkada 2017. Pada pilkada sebelumnya, 
partai berlambang Ka'bah itu menyokong figur nonmuslim di Sulawesi dan Kupang, 
NTT.Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSedikitnya 1.919 personel kepolisian 
dari Papua Barat, Jawa Timur dan Jakarta mengamankan proses pilkada Papua Barat 
sampai tujuh hari setelah pemungutan suara.
Di daerah ini, partai-partai Islam mendukung pasangan calon nonmuslim.
   
   - Pemilihan Gubernur Papua Barat
PKS bersama dengan Hanura, PKB, dan PPP mendukung pasangan calon Irene Manibuy 
- Abdullah Manaray. Dalam pilkada Papua Barat 2017 ini, pasangan calon gubernur 
semuanya menggandeng pasangan calon wakil gubernur beragama Islam yang 
merupakan orang asli Papua. Sementara itu PAN bersama Nasdem dan PDIP, 
mendukung Dominggus Mandacan - Mohamad Lakotani.Dalam UU Otonomi Khusus 
disebutkan syarat kepala daerah di wilayah ini harus merupakan orang asli 
Papua.Meski Kristen masih merupakan agama mayoritas penduduk Papua Barat, 
tetapi jumlah Muslim yang mencapai lebih dari 38% merupakan potensi besar untuk 
meraup perolehan suara.   
   - Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Pasangan calon bupati/wakil bupati, yang merupakan calon tunggal, didukung oleh 
semua parpol termasuk PKS, Nasdem, PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB 
dan Hanura.   
   - Kabupaten Maybrat, Papua Barat
Pemilihan pasangan calon bupati-wakil bupati, Bernard Sagrim - Paskalis Kocu 
didukung oleh PDIP, PKS, Golkar dan Nasdem.   
   - Kabupaten Dogiyai
Demokrat, PPP dan PKPI menyokong pasangan calon Apedius Mote dan Frenny Anou.   
   - Kota Jayapura
Demokrat, PKPI dan PPP mendukung pasangan calon Boy Markus Dawir dan Nur Alam.  
 
   - Kabupaten Jayapura
Golkar, PKS dan PDIP mengusung pasangan calon Ansen Monim - Abdul Rahman 
Sulaiman.   
   - Kabupaten Kepulauan Yapen
Bersama dengan Partai Hanura dan PDIP, PPP dan PBB menyokong Benyamin Arisoy - 
Nathan Bonay. Sementara PAN dan Gerindra mendukung Simon Atururi - Isak Semuel 
Worabai.   
   - Kabupaten Puncak Jaya
PKB bersama dengan PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra, dan PAN 
mendukung Yuni Wonda - Deinas Gelley. Adapun partai berbasis Islam lain, PKB, 
PPP, PBB bersama dengan PKPI mendukung Yustus Wonda - Kirenius Telenggen   
   - Kabupaten Tolikara
PAN dan PKS mendukung Amos Yikwa - Robeka Enembe. Sedangkan Hanura, PPP, Golkar 
dan PDIP mengusung John Tabo - Barnabas Weya.   
   - Kabupaten Mappi, Papua
PPP, PKB, Hanura, dan PDIP mendukung pasangan Kristen-Muslim, Kristosimus 
Yohanes Agawemu - Jaya Ibnu Su'ud. Adapun PBB, Gerindra, dan PAN mencalonkan 
Edoardus Anoyeng- Andi Amar. Pasangan calon lain Stefanus Kaisma- Mustafa Salam 
didukung oleh Golkar dan PKS.   
   - Kabupaten Lanny Jaya , Papua
Demokrat, PKS, PPP, Nasdem, Hanura, PKPK, PDIP mencalonkan pasangan Befa 
Yigibalom - Yemis Kogoya.   
   - Kabupaten Nduga, Papua
Gerindra, PKB dan PBB mencalonkan pasangan Daniel Lokbere - Las Nirigi. 
Sedangkan, Golkar, PKS, Demokrat, PAN dan PKPI mencalonkan pasangan Yairus 
Gwijangge - Wentius Nimiangge

Kirim email ke