Pada Minggu, 26 Februari 2017 22:33, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     


Bertandang ke Kalijodo dan ruang publik lainnya di Jakarta
   
   - 26 Februari 2017
KirimHak atas fotoDITA ALANGKARA / APImage captionSejak diresmikan 22 Februari 
2017 lalu, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat. 
dikunjungi ratusan anak setiap harinya.Membayar Rp3.000 untuk naik bemo, Rina, 
Anis dan Caca berangkat dari rumah mereka ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak 
(RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat.Di sini tujuan mereka hanya satu, bermain."Ada 
ayunan, perosotan, (arena) skateboard. Pokoknya senang!" celoteh salah seorang 
dari mereka.Dekat rumah ketiga gadis itu sebenarnya ada juga RPTRA, tapi kata 
mereka "mainannya nggak seru!"   
   - Tujuan wisata anak muda: Kalijodo, riwayatmu dulu
   - Upaya Gubernur Ahok menciptakan 'suasana kampung' di Jakarta
   - Taman-taman nyaman di Jakarta
RPTRA Kalijodo berdiri di atas lokasi bekas kawasan pelacuran. Pemerintah 
Provinsi Jakarta menggusur permukiman ini pada Februari 2016 dan merelokasi 
sebagian dari 3000-an penghuninya ke Rumah Susun Marunda."Saya ke sini mau 
lihat Kalijodo. Katanya udah bagus. Eh ternyata benar. Dulu kalau lewat sini, 
apalagi kalau malam, ya serem. Sekarang jauh lebih enak. Apalagi gratis," kata 
Ibu Yenni yang berkunjung bersama suami dan anaknya dari Muara Karang dengan 
membonceng motor.Pada Sabtu (25/02) sore, sebagaimana dilaporkan wartawan 
Hilman Hamdoni, ribuan orang tumpah di Kalijodo menikmati lapangan futsal, 
arena bermain anak, perosotan, arena skateboard dan sepeda, atau duduk-duduk 
saja di hamparan rumput.Hak atas fotoREUTERSImage captionRPTRA Kalijodo adalah 
satu di antara 188 RPTRA baru yang dibangun pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Fasilitas publik
RPTRA Kalijodo adalah satu di antara 188 RPTRA baru yang dibangun pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta. Selain sebagai ruang terbuka, fasilitas ini merangkap 
tempat warga bertemu dan melepas penat, sesuatu yang telah digantikan oleh 
mal-mal dan tempat hiburan berbayar lainnya.Di RPTRA ada perpustakaan, ruang 
serba guna, ruang ibu menyusui, lapangan olahraga, dan pojok warung yang 
dikelola ibu-ibu PKK. Pojok ini diniatkan sebagai ruang pamer dan niaga untuk 
produk-produk yang dihasilkan oleh PKK.Ada pula kolam gizi seperti yang 
terdapat di RPTRA Kampung Benda, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat."Ini 
tempat kita melepas bibit ikan lele. Tapi kalau sudah besar tidak boleh 
dimakan. Tapi diolah dan dijual di PKK-Mart," kata Ali Al Zikri, pengelola 
RPTRA Kampung Benda."Waktu itu pernah ada acara ulang tahun. Pesertanya 40 
orang. Bisa dilaksanakan di sini. Syaratnya nggak boleh merokok dan membuang 
sampah sembarangan. Gratis." kata Ali Al Zikri lagi.Hak atas fotoHILMAN 
HAMDONIImage captionRPTRA Kenanga di Kawasan Cideng punya jadwal kegiatan yang 
padat.Setiap RPTRA punya pengelola yang bertugas mengadministrasi 
program-program, berkoordinasi untuk pemeliharaan, dan melaporkan aktivitasnya 
pada dinas terkait. Semua digaji sesuai dengan Standar Upah Minimum 
Provinsi.RPTRA Kenanga di kawasan Cideng lebih sibuk lagi. Mereka punya papan 
besar yang berisi tabel kegiatan sebulan penuh. Isinya padat. Di antaranya 
belajar Calistung (Baca-Tulis-Hitung), mengaji, mendongeng, bermain lego, 
membuat kerajinan kain perca, sampai pemeriksaan kanker serviks.Dua buah 
permainan tradisional dihidupkan dan dimainkan secara rutin: boy-boyan 
(beberapa menyebut gebokan) dan congklak. Siapa pun bisa memanfaatkan ruang ini 
untuk berbagi, kata pengelola. RPTRA Kenanga adalah juara pertama untuk RPTRA 
Berkinerja Terbaik.
Didukung Para Arsitek
Dari ratusan RPTRA di Jakarta, beberapa di antaranya dirancang oleh 
arsitek-arsitek kenamaan. Sebut saja Avianti Arman, perempuan yang pernah 
memimpin tim kurator Indonesia di pameran arsitektur internasional di Venesia 
pada 2014."Program ini memberikan tempat kepada orang-orang yang biasa 
tersingkirkan, perempuan, anak, remaja, agar mereka bisa berkegiatan 
sehari-hari. Ada pelatihan, pelayanan kesehatan yang bisa memanfaatkan ruang di 
RPTRA," kata Avianti Armand.Avianti juga berperan sebagai koordinator 11 
konsultan arsitek yang ikut merancang RPTRA, antara lain Aboday, Andramatin, 
Arkonin, Willis Kusuma, Han Awal and Partners, UI Alumni, Studio Tonton, dan 
Graha Cipta Hadiprana.   
   - Avianti Armand, kegelisahan sang arsitek
   - Soal penggusuran, Ahok diminta ajak warga berdialog
   - Pembongkaran Kalijodo lancar tanpa perlawanan
Keterlibatan para arsitek ini disebut Avianti sebagai "kecelakaan sejarah".Hak 
atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionDari ratusan RPTRA di Jakarta, beberapa di 
antaranya dirancang oleh arsitek-arsitek kenamaan, seperti Avianti 
Armand.Berawal dari niat memberikan rancangan gratis untuk toilet di ruang 
publik, mereka malah diajak untuk mendesain RPTRA, yang saat itu tengah digeber 
pembangunannya.Dimulai sejak Juli, para arsitek harus bisa menyelesaikan 123 
RPTRA pada akhir 2016. Semua arsitek yang terlibat mengaku tidak mendapat uang 
sepeser pun alias nol rupiah atas kerja mereka. "Sebuah kerja sprint," kata 
Avianti kepada wartawan Hilman Hamdoni.Yori Antar, arsitek yang memimpin 
pembangunan di RPTRA Kalijodo mengatakan, "Bagi kami, klien sejati itu adalah 
masyarakat. Seperti kata ayah saya (yang juga arsitek kenamaan Han Awal), 
arsitektur Indonesia itu adalah arsitektur yang berguna bagi masyarakat. Kalau 
melihat begitu banyak orang yang bermain dan bahagia, itu tentu kebahagiaan 
buat kami,"Dia menegaskan Jakarta masih butuh banyak ruang publik seperti di 
Kalijodo, tempat warga dari aneka latar belakang bertemu. "Makin banyak warga 
bertemu, kota kita makin manusiawi dan makin ramah," tambahnya.Hak atas 
fotoHILMAN HAMDONIImage captionCor semen yang menutupi sebagian besar lahan 
RPTRA dikritik pengamat tata kota.
Bukan Ruang Terbuka Hijau
Bagaimanapun, ada pula kritik yang ditujukan pada pembangunan RPTRA.Pengamat 
tata kota, Nirwono Yoga, menyebut RPTRA sejatinya bukan Ruang Terbuka Hijau, 
melainkan wadah sosial. Padahal, menurutnya, Jakarta juga sangat memerlukan 
Ruang Terbuka Hijau."Itu tidak masalah dan malah dibutuhkan. Tetapi dengan 
komposisi sekarang, yang terlihat dari setiap kavling yang dibangun, lebih dari 
70% itu diperkeras. Yang secara teknis tidak memiliki fungsi seperti RTH yaitu 
sebagai resapan air dan paru-paru kota."Arsitek lain mengkritik pembangunan 
RTPRA Kalijodo yang seharusnya tak membolehkan perkerasan apa pun di atas 
lahannya.Menjawab kritik ini, Avianti Armand menyebut, "Klasifikasi RTH ini 
macam-macam. RPTRA Kalijodo sudah dicek dan dimungkinkan dibuat bangunan. Tapak 
bangunannya hanya 144 meter persegi perkerasan hanya di lapangan-lapangan 
olahraga."Klasifikasi Kalijodo memang termasuk golongan H-4 yang tidak 
memperbolehkan perkerasan sama sekali. "Tapi ada ketentuan yang lain yang 
membolehkan dibangun yaitu (status) SB (sementara berjangka). Itu nanti 
dievaluasi lagi. Kalau memang sewaktu-waktu harus dibongkar ya bongkar saja," 
tutupnya.

  #yiv8328135608 #yiv8328135608 -- #yiv8328135608ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-mkp #yiv8328135608hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mkp #yiv8328135608ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mkp .yiv8328135608ad 
{padding:0 0;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mkp .yiv8328135608ad p 
{margin:0;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mkp .yiv8328135608ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-sponsor 
#yiv8328135608ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-sponsor #yiv8328135608ygrp-lc #yiv8328135608hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-sponsor #yiv8328135608ygrp-lc .yiv8328135608ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8328135608 #yiv8328135608actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8328135608
 #yiv8328135608activity span {font-weight:700;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv8328135608 #yiv8328135608activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8328135608 #yiv8328135608activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv8328135608 #yiv8328135608activity span 
.yiv8328135608underline {text-decoration:underline;}#yiv8328135608 
.yiv8328135608attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv8328135608 .yiv8328135608attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv8328135608 .yiv8328135608attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8328135608 .yiv8328135608attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8328135608 .yiv8328135608attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv8328135608 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv8328135608 .yiv8328135608bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8328135608 
.yiv8328135608bold a {text-decoration:none;}#yiv8328135608 dd.yiv8328135608last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8328135608 dd.yiv8328135608last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8328135608 
dd.yiv8328135608last p span.yiv8328135608yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv8328135608 div.yiv8328135608attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv8328135608 div.yiv8328135608attach-table 
{width:400px;}#yiv8328135608 div.yiv8328135608file-title a, #yiv8328135608 
div.yiv8328135608file-title a:active, #yiv8328135608 
div.yiv8328135608file-title a:hover, #yiv8328135608 div.yiv8328135608file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8328135608 div.yiv8328135608photo-title a, 
#yiv8328135608 div.yiv8328135608photo-title a:active, #yiv8328135608 
div.yiv8328135608photo-title a:hover, #yiv8328135608 
div.yiv8328135608photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8328135608 
div#yiv8328135608ygrp-mlmsg #yiv8328135608ygrp-msg p a 
span.yiv8328135608yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8328135608 
.yiv8328135608green {color:#628c2a;}#yiv8328135608 .yiv8328135608MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv8328135608 o {font-size:0;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608photos div {float:left;width:72px;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8328135608
 #yiv8328135608reco-category {font-size:77%;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608reco-desc {font-size:77%;}#yiv8328135608 .yiv8328135608replbq 
{margin:4px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-mlmsg select, #yiv8328135608 input, #yiv8328135608 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-mlmsg pre, #yiv8328135608 code {font:115% 
monospace;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-mlmsg #yiv8328135608logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-msg 
p#yiv8328135608attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-reco #yiv8328135608reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-sponsor 
#yiv8328135608ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-sponsor #yiv8328135608ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-sponsor #yiv8328135608ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv8328135608 #yiv8328135608ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8328135608 
#yiv8328135608ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv8328135608 

   

Kirim email ke