Di artikel tentang RPTRA Kalijodo yang lalu disebutkan : *Avianti juga berperan sebagai koordinator 11 konsultan arsitek yang ikut merancang RPTRA, antara lain Aboday, Andramatin, Arkonin, Willis Kusuma, Han Awal and Partners, UI Alumni, Studio Tonton, dan Graha Cipta Hadiprana*.
*Dimulai sejak Juli, para arsitek harus bisa menyelesaikan 123 RPTRA pada akhir 2016. Semua arsitek yang terlibat mengaku tidak mendapat uang sepeser pun alias nol rupiah atas kerja mereka. "Sebuah kerja sprint," kata Avianti kepada wartawan Hilman Hamdoni.* *Yori Antar, arsitek yang memimpin pembangunan di RPTRA Kalijodo mengatakan, "Bagi kami, klien sejati itu adalah masyarakat. Seperti kata ayah saya (yang juga arsitek kenamaan Han Awal), arsitektur Indonesia itu adalah arsitektur yang berguna bagi masyarakat. Kalau melihat begitu banyak orang yang bermain dan bahagia, itu tentu kebahagiaan buat kami,"* *Dia menegaskan Jakarta masih butuh banyak ruang publik seperti di Kalijodo, tempat warga dari aneka latar belakang bertemu. "Makin banyak warga bertemu, kota kita makin manusiawi dan makin ramah," tambahnya.* Han Anwal ( Han Hoo Tjwan ) meninggal dunia tahun yang lalu. Arsitek terkenal yang antara lain membangun gedung Conefo. Belakangan aktif merenovasi gedung2 kota lama Jakarta. Bagus sekali puteranya, yang selalu ingat kata2 ayahnya bahwa arsitektur Indonesia harus arsitektur yang berguna bagi masyarakat. Di bukunya Prof. Melani Budianta disebut tentang Han Anwal dan Ir. Tjan Hong Tjhiang yang jadi direktur teknik pertama Unilever Indonesia yang bukan orang asing. Disebutkan juga sangkut paut mereka dengan AMT (Angkatan Muda Tionghoa) yang didirikan oleh Siauw Giok Tjhan dan Go Gien Tjwan di Malang, yang membantu perjoangan, mengirim obat2an ke pertempuran Surabaya, dan mengangkut kurban pertempuran dengan ambulans Palang Biru. https://mail.google.com/mail/#inbox/1597785c30291e45?projector=1 Tentang Han Awal : https://id.wikipedia.org/wiki/Han_Awal
