Mahasiswa UIM Sebar Selebaran Tolak DO Tiga Mahasiswa

Selasa, 21 Februari 2017 21:23
HANDOVERSejumlah mahasiswa Fakultas Tehknik Universitas Islam makassar 
menggelar aksi protes terhadap kebijakan Rektor UIM, A. Majdah M terkait 
pemecatan tiga mahasiswa. 
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan BasriTRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Sejumlah 
mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam makassar menggelar aksi protes 
terhadap kebijakan Rektor UIM, A. Majdah M terkait pemecatan tiga 
mahasiswa.Aksi digelar di Kampus UIM dengan membagikan dan menyebar sejumlah 
selebaran berisi kecaman dan protes atas pemecatan sepihak tanpa ada alasan 
yang jelas.Baca: Tak Terima Dipecat, Dua Mahasiswa UIM Laporkan Rektornya ke 
Dikti"Tadi ratusan mahasiswa fakultas teknik Universitas Islam Makassar 
mengadakan kampanye selebaran dalam kampus UIM,"kata Henry, Selasa 
(21/2/2017).Henry merupakan salah satu dari tiga mahasiswa yang di DO oleh 
pihak kampus UIM. Dua mahasiswa lainya yakni Henry mahasiswa Fakultas Tehnik 
UIM Makassar dan Bahrizal.Baca: Gugat Rektor, Hakim PTUN Menangkan Gugatan Dua 
Mahasiswa UIMSK itu dikeluarkan rektor pada Februari beberapa bulan lalu, 
ketika mahasiswa mengkritisi birokrasi Kampus UIM.Mereka menilai perpanjangan 
masa jabatan Rektor UIM selama tiga periode telah melanggar peraturan 
Permendiknas.(*)
Diskusi Mahasiswa UIM Dibubarkan Paksa Pihak Kampus
RedaksiMedia SulselTanggal 22 Februari 2017
MEDIASULSEL.com – Diskusi sekelompok mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) 
bersama beberapa mahasiswa dari Berbagai kampus di Makassar yang berlangsung di 
Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin dibubarkan paksa pihak Rektorat, Selasa 
(21/2/2017).Diskusi bersama itu di selenggarakan Pengurus BEM Fakultas Teknik 
UIM dan beberapa mahasiswa dari Kampus lain untuk membahas persoalan pemecatan 
tiga Mahasiswa UIM (Bakrisal, Henry, dan Dzulhilal). Namun ditengah-tengah 
berjalannya diskusi tersebut, tiba-tiba pihak kampus Mendatangi mereka dan 
membubarkan secara paksa kegiatan tersebut tanpa alasan yang jelas dan dapat 
dipertanggung jawabkan.Wakil Ketua BEM Fakultas Teknik UIM, Sabaruddin mengaku 
kecewa atas tindakan yang ia anggap bentuk Refresifitas kampus 
tersebut.“Tindakan pembubaran ini sangat tidak masuk akal, tidak beralasan, dan 
membatasi hak kami untuk menjalankan aktivitas organisasi, ini jelas bentuk 
refresifitas kampus. Tidak ada alasan pembenaran atas tindakan pembubaran paksa 
kegiatan berdiskusi mahasiswa, hal itu jelas tidak manusiawi,” tutur 
Sabaruddin.Sementara dikonfirmasi melalui telepon, Muhammad Firdaus selaku 
Ketua BEM Fakultas Teknik UIM yang saat ini sedang berada di Jakarta 
mendampingi Bakrisal, dan Henry, menyampaikan bahwa subuh tadi Rabu, 22 
Februari 2017 Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin telah dibongkar.“Tadi subuh 
sekretnya anak-anak di Himpunan Mahasiswa mesin dibongkar dengan alasan merusak 
pemandangan, suatu hal yang sangat saya sayangkan karena walaupun hanya terbuat 
dari bambu dan sangat sederhana tapi sekret itu sangat produktivitas sebagai 
ruang diskusi teman-teman,” tutur Firdaus. (*/shar)


Kirim email ke