http://sains.kompas.com/read/2017/02/28/20185501/apa.yang.terjadi.setelah.kematian.ini.jawabannya.menurut.genetika
Apa yang Terjadi Setelah Kematian? Ini
Jawabannya Menurut Genetika
Selasa, 28 Februari 2017 | 20:18 WIB
*
*
*
*
<http://sains.kompas.com/read/2017/02/28/20185501/apa.yang.terjadi.setelah.kematian.ini.jawabannya.menurut.genetika#komentar>
*
<http://sains.kompas.com/read/2017/02/28/20185501/apa.yang.terjadi.setelah.kematian.ini.jawabannya.menurut.genetika#>
281
Shares
Huffington Post Ilustrasi Kematian
*KOMPAS.com* — Apa yang terjadi setelah manusia mati? Agama dan sains
punya jawaban masing-masing.
Tiap bidang sains pun akan memiliki uraian yang berbeda. Bagaimana
dengan genetika?
Berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan di /Royal Society Open
Biology/ pada Januari 2017 lalu, maka dalam sudut pandang biologi
molekuler, beberapa gen justru hidup lagi setelah mati.
Peter Noble dan Alex Pozhitkov dari University of Washington adalah dua
orang yang berperan di balik jawaban biologi molekuler tersebut.
Keduanya melakukan penelitian aktivitas genetik pada ikan dan tikus
putih 2-4 hari setelah kematian.
Aktivitas mRNA, materi genetik yang bertanggung jawab dalam proses
transkripsi protein, secara umum turun drastis setelah kematian.
Namun, aktivitas mRNA yang terkait dengan 548 gen /zebrafish/ dan 515
gen tikus putih justru mencapai puncak segera setelah kematian.
"Yang mengejutkan adalah, gen yang berperan untuk perkembangan embrio
justru hidup lagi setelah mati," kata Noble seperti dikutip
/Sciencemag.org/ beberapa waktu lalu.
Noble tak tahu pasti alasan di balik keanehan itu. Namun, ia menduga,
kondisi lingkungan pasca-kematian sel menyerupai kondisi masa embrio.
Akibatnya, gen perkembangan hidup lagi.
Sejumlah gen yang memicu kanker juga aktif. Itu bisa menjelaskan mengapa
orang yang menerima organ dari donor yang telah meninggal punya risiko
kanker lebih tinggi.
Ashim Malhotra dari Pacific University di Oregon mengatakan, studi dalam
bidang ini amat jarang padahal punya manfaat.
"Penting untuk memahami apa yang terjadi pada organ setelah manusia
mati, terutama kalau kita berniat memakai organnya," ujarnya.
"Pendekatan tim studi dengan mengukur aktivitas gen ini bisa menjadi
alat untuk mengukur kualitas organ donor," imbuhnya.
Studi seperti ini bermanfaat pula bagi bidang forensik. "Inti dari studi
ini adalah kita bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan dengan
mempelajari kematian," kata Noble.
Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo
TAG:
* #genetika <http://indeks.kompas.com/tag/#genetika>
* kematian <http://indeks.kompas.com/tag/kematian>