http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/28/140000126/sri.mulyani.tak.rela.indonesia.dianggap.negara.amburadul.


   Sri Mulyani Tak Rela Indonesia Dianggap Negara


   Amburadul

Selasa, 28 Februari 2017 | 14:00 WIB

 *


 *



 *




 * 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/28/140000126/sri.mulyani.tak.rela.indonesia.dianggap.negara.amburadul.#komentar>
 * 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/28/140000126/sri.mulyani.tak.rela.indonesia.dianggap.negara.amburadul.#>

117
Shares
Yoga Sukmana/Kompas.com Menteri Keuangan Sri Mulyani di Balai Kartini, Jakarta, Senin (19/12/2016)


     Terkait

 * Cerita Sri Mulyani soal Keseruan Pemilu di Amerika Serikat
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/15/161600626/cerita.sri.mulyani.soal.keseruan.pemilu.di.amerika.serikat>

 * Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah
   Kualitasnya Juga Naik?
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/20/152242226/sri.mulyani.anggaran.pendidikan.naik.dua.kali.lipat.apakah.kualitasnya.juga.naik.>

 * Sri Mulyani Ungkap Penyebab Utang RI Terus Naik
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/20/180108026/sri.mulyani.ungkap.penyebab.utang.ri.terus.naik>

 * Sri Mulyani Ingatkan Freeport soal Potensi Jatuhnya Saham
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/22/124133726/sri.mulyani.ingatkan.freeport.soal.potensi.jatuhnya.saham.>

 * Hadapi Freeport, Sri Mulyani dan Jonan Berkonsolidasi
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/22/150442126/hadapi.freeport.sri.mulyani.dan.jonan.berkonsolidasi>

 * Ribut-ribut Freeport, Sri Mulyani Tak Ingin Ada Negosiasi Tertutup
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/22/190000526/ribut-ribut.freeport.sri.mulyani.tak.ingin.ada.negosiasi.tertutup>

 * Kisruh Freeport, Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Tak Halangi
   Investasi
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/22/184952126/kisruh.freeport.sri.mulyani.tegaskan.pemerintah.tak.halangi.investasi.>

 * Jumlah Peserta Tax Amnesty Belum Sesuai Harapan Sri Mulyani
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/23/150531826/jumlah.peserta.tax.amnesty.belum.sesuai.harapan.sri.mulyani>


*JAKARTA, KOMPAS.com* — Menteri Keuangan Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> mengingatkan pimpinan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan perencanaan penggunaan anggaran.

Sebab, selama ini buruknya pengelolaan anggaran suatu negara kerap dijadikan indikator persepsi amburadulnya pengelolaan negara oleh pemerintahannya.

"Suatu perencanaan penggunaan anggaran yang amburadul menggambarkan negara yang amburadul. Kami tidak rela Indonesia dianggap negara yang tidak diurus secara serius," ujar Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanan Anggaran 2017 di Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Perempuan yang kerap disapa Ani itu tidak ingin ada lagi cerita revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di tengah berjalannya tahun anggaran.

Hal itu terjadi pada tahun lalu lantaran buruknya perencanaan anggaran sejak awal tahun.

Ia meminta agar kementerian, lembaga, dan pemda membuat perencanaan anggaran yang tidak asal-asalan.

Perencanaan dan penggunaan anggaran harus efisien, tidak boros, dan tetap sesuai tujuan pembangunan nasional.

"Saya yakin kalau anggaran dikelola baik bukan hanya cerminkan ekonomi yang baik, tetapi juga martabat institusi yang baik," kata Ani.

Tahun ini, anggaran belanja pemerintah mencapai Rp 2.080 triliun. Sekitar Rp 1.500 triliun merupakan belanja pemerintah pusat dan daerah.

Ia berharap, dengan perencanaan dan penggunaan anggaran yang cermat, belanja sebesar itu mampu menggerakkan ekonomi nasional lebih maksimal.

(Baca: Kementerian dan Lembaga Kena Sindir Sri Mulyani <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/02/28/125000126/kementerian.dan.lembaga.kena.sindir.sri.mulyani.>)

Kompas TV Amankan APBN, Indonesia Keluar dari OPEC



Penulis         : Yoga Sukmana
Editor  : Aprillia Ika

TAG:

 * Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/Sri.Mulyani>












Kirim email ke