Soal TKI, Setnov Minta Pengampunan Raja Salman
Patricia Saraswati, CNN Indonesia

Kamis, 02/03/2017 14:01 WIB

Ketua DPR Setya Novanto menyampaikan permohonan ampunan Raja Salman terhadap 
TKI yang terkena kasus hukum di Arab Saudi. (Elza Astari Retaduari/detikcom)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto 
memberikan pidato sambutan atas kehadiran Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz 
Al Saud di Gedung DPR. Salah satu isi pidato menyampaikan permohonan ampunan 
Raja Salman terhadap TKI yang terkena kasus hukum di Arab Saudi. 

“Kami berharap masalah TKI dapat diberikan solusi yang terbaik dengan tetap 
menghormasti sistem hukum kerajaan Arab Saudi. Apabila terdapat WNI yang 
bersalah maka atas nama rakyat Indonesia kami mohon kemurahan hati Sri baginda 
untuk memberikan ampunan,” kata Setya di Gedung DPR, Kamis (2/3). 

Dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman pun dibicarakan 
mengenai persoalan TKI. Jokowi menitipkan TKI yang berada di Arab Saudi. 

      Lihat juga:SBY Jadi Tamu Undangan Kehormatan Berfoto Bareng Raja Salman
     

"(Permintaan) agar mendapat pengayoman dan perlindungan dari Raja Salman," kata 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rabu kemarin. 

Permasalahan yang dialami buruh migran Indonesia di Arab, di antaranya 
persoalan dokumen keimigrasian dan izin kerja. Selain itu, setidaknya 25 WNI di 
Arab Saudi terjerat masalah hukum dengan ancaman pidana hukuman mati. Mereka 
terdiri dari 12 WNI didakwa dalam kasus pembunuhan, lima WNI didakwa memakai 
sihir, dan delapan WNI didakwa melakukan zina.

Sementara itu, Human Rights Working Group mengkritisi kunjungan Raja Salman ke 
Indonesia. Lembaga ini menyebut lawatan kerja pemimpin Arab Saudi itu lebih 
menekankan kerja sama ekonomi, perdagangan, kesehatan, kebudayaan.

"Tak satu pun menyinggung soal pemajuan demokrasi di dalam konteks Islam dan 
HAM, khususnya untuk perlindungan hak-hak buruh migran," kata Pjs Direktur 
Eksekutif HRWG Muhammad Hafiz dalam keterangan tertulis.

      Lihat juga:Tiba di DPR, Raja Salman Disuguhi Pemutaran Film
     

Dia menilai, persoalan buruh migran Indonesia di Arab Saudi menjadi aspek 
diplomatik yang belum pernah selesai hingga sekarang. Meskipun berbagai 
perundingan bilateral dan upaya penguatan perjanjian telah dilakukan, namun 
menurutnya, buruh migran Indonesia terutama yang bekerja di sektor domestik, 
berada dalam situasi rentan terhadap pelanggaran. (yul)

Kirim email ke