Bercerai ramai-ramai di Cina demi tambahan ganti rugi 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39152102 3 Maret 2017

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39152102#share-tools


 
 Image captionPasangan di Jiangbei bercerai bukan karena hubungan yang buruk 
namun demi keuntungan ekonomi. Perkawinan kelompok mungkin sudah sering Anda 
dengar tapi perceraian kelompok?
 Itulah yang terjadi di sebuah kampung kecil Jiangbei, di Provinsi Jiangsu, 
Cina bagian timur.
 Sebagian besar dari sekitar 160 pasangan suami istri di sana mengajukan 
permintaan cerai, baik pasangan muda maupun yang sudah berusia 80-an tahun, dan 
bukan karena mereka -secara bersamaan- tidak cocok lagi sama pasangannya.
 Koran Nanjing Morning Post melaporkan motif perceraian adalah untuk mendapat 
ganti rugi yang lebih banyak akibat penggusuran.
 Perceraian meningkat di Cina 'akibat' media sosial 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150706_majalah_cina Tingkat 
kelahiran di Cina tertinggi sejak 200 tahun lalu 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-38716903 Miliarder Cina 'hilang misterius' 
dari hotel mewah di Hong Kong http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38826065 Warga 
kampung Jiangbei rencananya mendapat rumah seluas 220 m2 karena tergusur demi 
pembangunan satu kompleks teknologi tinggi.
 Namun jika mereka bercerai, maka salah seorang mendapat pemberian rumah utama 
sedang mantan pasangan yang ke luar dari rumah itu bakal mendapat rumah seluas 
70 m2 dan uang tunai 131.000 yuan atau setara Rp250 juta.
 Tapi agaknya perceraian yang diajukan para pasangan suami istri tersebut 
sekedar formalitas saja.
Hak atas fotoEPA/WU HONGImage captionBanyak pasangan muda di Cina yang memilih 
untuk menikah beramai-ramai pada Hari Valentine, 14 Februari. Seorang pria 
berusia 80-an tahun yang dikutip Nanjing Morning Post mengaku bercerai karena 
'ada untungnya' walau perkawinan mereka baik-baik saja.
 Warga kampung lain berpendapat tidak ada masalah dengan perceraian jika ia 
nanti menikah lagi dengan istrinya.
 "Itu hal yang tidak saya pedulikan. Semua melakukannya. Kami akan menangani 
masalah lainnya belakangan."
 Dan sebagian pasangan yang sudah bercerai tersebut ternyata masih tinggal 
bersama.
Hak atas fotoREUTERSImage captionDi Shanghai ada laporan-laporan bahwa 
perceraian dilakukan agar bisa mengajukan pembelian dua rumah. Sebenarnya 
-berdasarkan peraturan penggusuran dan relokasi- jika perceraian dilakukan 
petugas kantor sipil setempat maka hanya yang sudah bercerai lima tahun lebih 
saja yang mendapat rumah tambahan serta uang tunai.
 Namun sebuah firma hukum dilaporkan mengatakan kepada para warga kampung bahwa 
jika bercerai lewat proses pengadilan, maka mereka akan mendapat ganti rugi 
terlepas dari waktu perceraiannya.
 Kasus perceraian demi keuntungan ekonomi bukan hal yang baru di Cina, karena 
pernah terjadi di Jiangxinzhou, Jiangning, dan Pukou namun yang terjadi 
Jiangbei adalah yang terbesar dalam selang waktu bersamaan.
 Praktik serupa juga dilaporkan terjadi di Shanghai karena dengan bercerai maka 
mantan pasangan bisa mengajukan permohonan untuk membeli dua rumah.

 

 

 

Kirim email ke