Sebenarnya saja tidak perlu perdebatkan siapa nyontek siapa, ... lha tentu saja 
banyak bentuk usaha apapun namanya, bisa digerakkan untuk membantu masyarakat 
tumbuh berkembang lebih baik, yang jadi masalah, bagi golongan menengah-bawah 
TIDAK ADA MODAL cukup! Jadi, bagi rakyat kecil untuk jalankan usaha harus ada 
Pemerintah yang membantu dan mendukungnya! Dan bagaimana menjalankannya lebih 
baik dilapangan, tentu juga dengan cara yang berbeda-beda. Program yang 
mirip-mirip itu, diadu saja cara PELAKSANAAN mana yang akan lebih baik membawa 
hasil lebih unggul! 

Saya sangat tertarik seperti Ahok mengajukan program pemelihaan ikan Kerapu di 
Pulau Seribu itu, DKI Jakarta bisa dengan memberi modal awal, dengan pembagian 
80:20, artinya 80% keuntungan bagi warga Pulau Seribu yang ikut menjalankan 
usaha, 20% untuk pemodalnya, DKI. Jadi, prinsip pembagian keuntungan terbalik 
dengan kebiasaan sistem kapitalis yang berlaku, dimana pemilik modal ngantongi 
lebih 90% keuntungan, dan tidak lebih 10% untuk pekerja, buruh dan karyawannya. 
 Mudah-mudahan saja program yang katanya mirip OK OCE ini bisa tumbuh 
berkembang sebaik-baiknya, dan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat 
banyak DKI-Jakarta,  bahkan diikuti juga diseluruh wilayah Nusantara ini. 

Bangkitkan usaha RAKYAT KECIL, meningkatkan KESEJAHTERAAN RAKYAT lebih baik dan 
lebih cepat, ...! 

Dan, ... kalau saja prinsip pembagian keuntungan 80:20 ini bisa dijadikan 
ketentuan umum, artinya kapitalis pemilik modal hanya dapat 20%, sedang 80% 
dari keuntungkan untuk buruh/karyawan, ... bukankah dengan demikian kesenjangan 
sosial yang selama ini terjadi, juga akan berangsur-angsur bisa diperkecil!

Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, March 5, 2017 8:57 AM


  




Perdebatan panjang Ahok dan Anies-Sandi soal program mirip OK OCE
Sabtu, 4 Maret 2017 09:03Reporter : Dedi Rahmadi
ahok anies. ©2017 Merdeka.com


Merdeka.com - One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE), merupakan 
program yang diusung oleh pasangan cagub dan cawagub DKI Anies-Sandi. Program 
tersebut akan dilaksanakan jika pasangan nomor tiga itu berhasil meraih suara 
terbanyak warga DKI alias dipercaya menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI 
periode 2017- 2022.

Tak lama Pilgub DKI putaran pertama beres, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama meresmikan Jakarta Creative Hub. Program tersebut dianggap mirip dengan 
OK OCE Anies-Sandi.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, program pemberdayaan UMKM milik 
Pemprov DKI Jakarta tersebut bermula kala menyaksikan Jakarta Fashion Week pada 
2015. Sehingga tidak mungkin, lanjut Ahok, dirinya menjiplak program yang baru 
saja muncul dalam pesta demokrasi 2017.

"Nggak benar saya nyontek-nyontek (program) pasangan calon lain lah. Bagaimana 
nyontek? Kalau bilang nyontek, dia yang nyontek saya. Yang penting barangnya 
kita sudah jadi," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/3).

Ahok mengatakan ide pembuatan Jakarta Creative Hub digagas oleh istrinya, yang 
juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI, Veronica Tan.

"Waktu Jakarta Fashion Week banyak anak muda yang sudah ikut tapi tidak semua 
punya mesin potong (bahan), mesin jahit, komputer desain. Makanya kami langsung 
berpikir kenapa cuma ikut JFW udah terkenal kok nggak ada tempatnya," kata Ahok.

Sementara itu, Anies nampak senang ada pihak yang membuat program seperti One 
Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE).

Anies menyampaikan hal itu untuk menanggapi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama atau Ahok yang mengatakan Jakarta Creative Hub merupakan bentuk nyata 
OK OCE.

"Alhamdulillah lah kalau ada yang meniru. Syukurlah kalau sudah ditiru," kata 
Anies, di DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (1/3) lalu.

Begitu juga dengan Sandiaga Salahuddin Uno, dia menghargai ucapan dari Gubernur 
DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama ( Ahok) perihal program Oke Oce yang dianggap 
belum nyata. Sandi mengatakan masyarakat bisa menilai manfaat dari program Oke 
Oce cetusannya.

"Kalau saya tentunya menghargai apa yang diucapkan oleh Pak Basuki. Teman-teman 
ataupun warga masyarakat bisa menilai sendiri sudah 5.000 lebih peserta Oke Oce 
yang merasakan manfaatnya mengikuti programnya," kata Sandiaga yang ditemui di 
posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Melawai nomor 16, Jakarta, Rabu (3/1).

Dia juga menambahkan tidak mau saling adu program mana yang paling baik. "Jadi 
saya enggak mau terjebak untuk saling mengadu siapa yang lebih bagus," tuturnya.

Menurutnya inti dari program Oke Oce dan Jakarta Creative Hub ini memiliki 
pilar yang sama yaitu wirausaha. Sandi sangat mengapresiasi bahwa program Oke 
Oce tersebut dapat diakui dan diadaptasi oleh Ahok. [gil]










Kirim email ke