Jakarta Creative Hub, Investasi Rp 14 Miliar dari Pengembang 
https://m.tempo.co/read/news/2017/03/01/083851583/jakarta-creative-hub-investasi-rp-14-miliar-dari-pengembang
  RABU, 01 MARET 2017 | 20:58 WIB
 
 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Kepala Badan Ekonomi 
Kreatif Indonesia Triawan Munaf meninjau co-working space 'Jakarta Creatif Hub' 
di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, 1 Maret 2017. TEMPO/Larissa
 
 TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Irwandi 
mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinvestasi sebesar Rp 14 miliar 
lewat program co-working space Jakarta Creatif Hub yang baru saja diresmikan 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif 
Triawan Munaf. Program tersebut diharapkan bisa memberikan ruang bagi anak muda 
untuk menyalurkan kreativitasnya. 

“Investasi ini Rp 14 miliar. Dananya bukan dari APBD, tapi kewajiban 
pengembang, (kompensasi) KLB (koefisien lantai bangun),” ujar Irwandi usai 
peresmian Jakarta Creative Hub di Jalan KH Mas Mansyur, Waduk Melati, Tanah 
Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Maret 2017.

Baca: Resmikan Jakarta Creative Hub, Ahok: Ini Oke Oce yang Nyata    
https://metro.tempo.co/read/news/2017/03/01/083851313/resmikan-jakarta-creative-hub-ahok-ini-oke-oce-yang-nyata

Jakarta Creative Hub merupakan kompensasi dari koefisien lantai bangunan dari 
PT Singa Propertindo dengan menyediakan infrastruktur di dalamnya. Sedangkan 
gedungnya merupakan kewajiban pengembang Thamrin City yang sudah lama 
dibayarkan. 

 Dalam ruangan tersebut terdapat 35 jenis alat yang menunjang kegiatan 
wirausahawan muda. Irwandi menyebutkan, alat yang tersedia di antaranya alat 
potong besar dengan ukuran internasional untuk desain pakaian, kulit, kayu, dan 
logam. Juga mesin jahit, printer tiga dimensi, dan lain-lain. Ruang kerja 
bersama tersebut bisa menampung sekitar 120 orang. 

Jakarta Creative Hub berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi. 
Co-working space dilengkapi sekitar 12 ruangan yang digunakan untuk rapat, 
pelatihan, forum komunikasi untuk para wirausahawan maupun komunitas. Tempat 
tersebut juga bisa dimanfaatkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 
(UMKM). 

Baca juga: Anies: Alhamdulillah Kalau Ada yang Meniru Oke Oce   
https://metro.tempo.co/read/news/2017/03/01/083851393/anies-alhamdulillah-kalau-ada-yang-meniru-oke-oce

“Ya, ini untuk meningkatkan ekonomi kreatif bagi para UKM dalam rangka 
peningkatan ekonomi kreatif. Kami akan adakan pelatihan les, disiapkan mesin. 
Di sini ada pelatih dan instrukturnya, mereka yang mau melatih supaya nanti mau 
berkantor juga ada kantornya,” ujar Irwandi. 

Adapun segmenny menyasar anak muda yang memiliki ide kreatif namun terkendala 
modal dan ruang kerja. Nantinya, mereka yang berdomisili di Jakarta bisa 
menikmati fasilitas kantor bersubsidi hingga enam bulan lamanya.

“Sekarang selama enam bulan ini kami berikan semua (harga) promo. Mereka masuk 
dulu, semua lihat dulu. Nanti berputar dia. Kalau sudah enam bulan, dievaluasi, 
kalau sudah enggak maju, biar diganti dengan yang lain,” ujar Irwandi. 

LARISSA HUDA

 

 

Kirim email ke