Ahok: Kalau Ada Tanah Negara Dipakai Swasta Bikin Mal, Itu Bisa Pidana 
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/02/21464931/ahok.kalau.ada.tanah.negara.dipakai.swasta.bikin.mal.itu.bisa.pidana
 Kamis, 2 Maret 2017 | 21:46 WIB

 

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama warga di Balai Kota DKI 
Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (2/3/2017).

 

 JAKARTA http://indeks.kompas.com/tag/JAKARTA
 http://indeks.kompas.com/tag/JAKARTA
, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
http://indeks.kompas.com/tag/basuki.tjahaja.purnama atau Ahok 
http://indeks.kompas.com/tag/ahok mengatakan, penggunaan tanah negara oleh 
pihak swasta untuk dijadikan mal termasuk tindak pidana. Ahok 
http://indeks.kompas.com/tag/ahok mengatakan hal itu untuk menanggapi 
pernyataan calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Anies Baswedan 
http://indeks.kompas.com/tag/anies.baswedan yang menyebutkan ada tanah milik 
pemerintah yang di atasnya didirikan mal. 
 "Makanya saya bilang kalau sampai ada pelanggaran, laporin, masuk pidana. 
Kalau sampai ada tanah negara dipakai swasta bikin mal, itu bisa pidana," ujar 
Ahok http://indeks.kompas.com/tag/ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan 
Merdeka Selatan, Kamis (2/3/2017).
 Ahok http://indeks.kompas.com/tag/ahok sendiri tidak mengetahui mal mana yang 
disebut Anies dibangun di atas lahan milik pemerintah. Anies sebelumnya 
menyebutkan, ada mal atau pusat perbelanjaan yang berdiri di atas tanah negara 
di wilayah Jakarta.
 Meski tidak menyebut nama atau lokasi detilnya, Anies menyinggung beberapa 
wilayah yang berstatus tanah negara dan didirikan mal.
 "Ada lokasinya di (Jakarta) Pusat, ada yang di Barat juga. Kelihatannya di 
Selatan juga ada tuh. Mungkin di Timur juga ya," kata Anies.
 Ketika ditanya lebih lanjut, Anies tidak menjelaskan di mana mal yang dibangun 
di atas tanah milik negara itu. Pertanyaan yang sama sudah diajukan wartawan 
sejak Sabtu (25/2/2017) lalu, tepatnya ketika Anies mempertanyakan mengapa 
banyak orang mengkritik program DP nol rupiah untuk pembelian rumah yang 
digagas dia pasangan calonnya, Sandiaga Uno 
http://indeks.kompas.com/tag/sandiaga.uno.
 Saat itu Anies berpendapat, programnya ditujukan bagi warga DKI yang kesulitan 
memiliki rumah. Dia membandingkan penggunaan lahan di DKI Jakarta yang 
peruntukkannya dianggap tidak memihak kepada rakyat kecil tetapi orang tidak 
mempersoalkannya.
 Menurut Anies, dia tidak akan membeberkan hal itu secara lengkap saat ini 
karena pertimbangan tertentu. "Nanti deh, nanti dikasih tahu. Enggak apa-apa, 
biar pada nyari dulu. Terus sekaligus yang bilang enggak ada itu biar 
dibuktiin," kata Anies.

 
 Penulis : Jessi Carina Editor : Egidius Patnistik
 

 

Kirim email ke