Dengan kata lain mereka yg memilih Anies karena faktor primodialisme, sedang yg 
memilih Ahok karena faktor kompetensi dan bersih. SARA vs. MERIT.
 

 ---
 Rico menyebut pemilih Anies-Sandi dibagi dalam empat kategori yaitu identitas 
dan anti Ahok sebesar 55,9 persen, kinerja mesin 5,7 persen, framing kompetensi 
13,3 persen dan framing personal 8,6 persen.

 ...
 "Ada tiga variabel utama, framing kompetensi, artinya memilih Ahok-Djarot 
karena kompetensinya sebesae 41,2 persen, karakter personalnya atau bersih dari 
korupsi sebesar 34,5 persen, sedangkan kinerja mesinnya lumayan kecil ya hanya 
sekitar 8,8 persen," kata Rico. 

 ...
 Senin 06 Mar 2017, 13:35 WIB
 Survei Median: Anies-Sandi 46,3 Persen, Ahok-Djarot 39,7 Persen 
https://news.detik.com/berita/d-3439331/survei-median-anies-sandi-463-persen-ahok-djarot-397-persen
 
 Heldania Utri Lubis - detikNews
 

 Survei Median / Foto: Heldania Utri Lubis/detikcom

 

 Jakarta - Lembaga Media Survei Indonesia (Median) melakukan survei untuk 
menakar elektabilitas dua calon yang melaju ke putaran kedua Pilgub DKI. 
Hasilnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk saat ini mengungguli Basuki Tjahaja 
Purnama-Djarot Saiful Hidayat. 

Di survei Median, elektabilitas Anies-Sandi sebesar 46,3 persen sedangkan 
Ahok-Djarot mememperoleh 39,7 persen. Sementara itu jumlah responden yang belum 
menentukan pilihan sebesar 14 persen. 

"Saat ini memang posisinya Anies-Sandi unggul sementara dengan 6 persen, tapi 
ada dua hal yang harus kita ingat. Jumlah undecided masih 14 persen, artinya 
orang yang pada putaran pertama kemarin memilih Agus-Sylvi tidak serta merta 
kemudian memilih Anies-Sandi. Kompetisi masih panjang, jadi masih membuka 
peluang untuk siapapun memenangkan kompetisi, termauk untuk Ahok, hal ini 
berkaca dari survei naik turun suara itu sangat dinamis," kata Direktur 
Eksekutif Median Rico Marbun pada acara yang berlangsung di Jalan Cikini Raya, 
Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).

Survei dilakukan terhadap 800 responden pada 21-27 Februari 2017 dengan 
menggunakan metode multistage random sampling dan proporsional atas populasi 
kotamadya dan gender. Margin of error survei sebesar 3,4 persen dengan tingkat 
kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan data survei yang disebutkan, tren suara menunjukkan ada kenaikan 
suara dari pasangan Anies-Sandi dan sedikit penurunan dari pasangan 
Ahok-Djarot. Rico mengatakan salah satu alasan suara untuk Anies-Sandin naik 
adalah 1/3 pemilih Agus-Sylvi di putaran pertama memilih Anies-Sandi pada 
putaran kedua.

"Dari 100 persen pemilih Agus-Sylvy di putaran pertama, ada 10 persen yang 
memilih Ahok-Djarot di putaran kedua, 35 persen memilih Anies-Sandi dan 55 
undecided," tuturnya.

Lebih lanjut disebutkan, pada putaran kedua, pemilih Ahok-Djarot dan 
Anies-Sandi di putaran pertama relatif tetap pada pilihan mereka. Selain itu, 
naiknya suara untuk Anies-Sandi juga dipengaruhi oleh adanya gelombang semangat 
untuk memilih asal bukan Ahok yang mulai muncul.

"Saat ditanya apa alasan anda memilih pasangan Anies-Sandi pada putaran kedua, 
ini kita tanyakan secara terbuka, kita kumpulkan. Yang kita lihat ternyata 
pemilih Anies-Sandi kental sekali dengan politik identitas atau politik agama 
27 persen. Yang baru kita temukan alasannya adalah yang penting jangan Ahok, 
sebesar 25,9 persen, alasan yang kedua ini yang perlu kita amati karena belum 
pernah muncul pada survei sebelumnya," ujar Rico.

Berdasarkan temuan survei, Rico menyatakan pemilih Anies-Sandi didominasi oleh 
sentimen suasana non kandidat atau situasi di luar kandidat. Rico menyebut 
pemilih Anies-Sandi dibagi dalam empat kategori yaitu identitas dan anti Ahok 
sebesar 55,9 persen, kinerja mesin 5,7 persen, framing kompetensi 13,3 persen 
dan framing personal 8,6 persen.

Sedangkan karakter pemilih Ahok-Djarot lebih memfokuskan pada tema kompetensi. 
Ada 33,2 persen yang memilih Ahok karena menganggap Ahok berpengalaman dan 
kinerjanya terbukti.

"Ada tiga variabel utama, framing kompetensi, artinya memilih Ahok-Djarot 
karena kompetensinya sebesae 41,2 persen, karakter personalnya atau bersih dari 
korupsi sebesar 34,5 persen, sedangkan kinerja mesinnya lumayan kecil ya hanya 
sekitar 8,8 persen," kata Rico. 
(imk/van)

 

Kirim email ke