http://regional.kompas.com/read/2017/03/06/14320531/digusur.jadi.taman.pedagang.lotek.ini.malah.terharu
Digusur Jadi Taman, Pedagang Lotek Ini Malah
Terharu
Senin, 6 Maret 2017 | 14:32 WIB
*
*
*
*
<http://regional.kompas.com/read/2017/03/06/14320531/digusur.jadi.taman.pedagang.lotek.ini.malah.terharu#komentar>
*
<http://regional.kompas.com/read/2017/03/06/14320531/digusur.jadi.taman.pedagang.lotek.ini.malah.terharu#>
24
Shares
Purwakarta <http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta>, KOMPAS.com -
Yatimah (60), pemilik warung lotek di pinggir jalan kawasan Ciganea,
Purwakarta <http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta>, mengaku terharu
saat warungnya dibongkar untuk dijadikan taman.
"Saya sangat terharu. Seharusnya saya yang malu tanah milik pemerintah
ini mau dipakai dan digunakan jadi taman. Eh, malah saya diberi uang
ganti rugi sebanyak Rp15 juta," jelas Yatimah, Senin (6/3/2017).
Yatimah sudah puluhan tahun berjualan di tempat tersebut. Namun,
beberapa tahun terakhir, warungnya mulai sepi. Ia pun telah memiliki
warung lebih besar di rumahnya di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur
<http://indeks.kompas.com/tag/jatiluhur>, Kabupaten Purwakarta
<http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta>.
Karena itu, saat ia mendapatkan uang ganti rugi dari Bupati Purwakarta
<http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta> Dedi Mulyadi
<http://indeks.kompas.com/tag/dedi.mulyadi>, ia merasa beruntung.
"Saya di sini sejak tahun 1990. Saya dari dulu tahu ini tanah milik
pemerintah. Saya bisa memakainya dibangun warung, tapi nanti kalau mau
dipakai pemerintah harus pindah. Sekarang waktunya mau dipakai, malah
saya dapat penggantian," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Istri dari sopir angkot ini mengaku bangga memiliki kepala daerah
seperti ini. Sebab, ia diinformasikan tentang pembongkaran jauh-jauh
hari. Karenanya, ia tidak merasa terusir dan terganggu oleh program
pemerintah tersebut.
"Tak seperti daerah-daerah lainnya lihat di televisi selalu ramai. Kalau
di Purwakarta <http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta> enak mau seperti
ini tak terasa diganggu," ujarnya.
Seusai menyerahkan penggantian, Bupati Purwakarta
<http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta> Dedi Mulyadi
<http://indeks.kompas.com/tag/dedi.mulyadi> bersama Yatimah, memimpin
pengungkutan barang-barang ke mobil yang disediakan Pemkab Purwakarta
<http://indeks.kompas.com/tag/purwakarta>.
"Ibu ini sudah puluhan tahun berdagang di sini di tanah milik
pemerintah. Tapi saat akan digunakan untuk dijadikan kawasan hijau, ibu
ini sudah tahu dan ikhlas warungnya dipindahkan," jelas Dedi.
Menurut Dedi, tanah kosong di samping kiri dan kanan gerbang perbatasan
Ciganea ini akan dibangun Taman Baca Ciganea dan Tangga Cinta. Taman ini
nantinya akan menjadi ruang publik dan tempat bermain warga dan
anak-anaknya.
"Ruang publik di sini selain mempercantik gerbang masuk, juga nantinya
bisa dipakai tempat bermain anak-anak," ungkap dia.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Kontributor Bandung, Reni Susanti
TAG:
* Penggusuran <http://indeks.kompas.com/tag/Penggusuran>
* Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
<http://indeks.kompas.com/tag/Bupati.Purwakarta.Dedi.Mulyadi>