Terungkap, Ahok Tahu Arti Surat Al Maidah dari Gus Dur 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/03/08/terungkap-ahok-tahu-arti-surat-al-maidah-dari-gus-dur?page=all
 Rabu, 8 Maret 2017 07:40

 

 

 Ahok, Gus Dur

 

 WARTA KOTA -- Fakta baru terungkap tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta, 
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat menyinggung Surat Al Maidah ayat 51.
 Gara-gara pernyataannya tersebut Ahok sekarang menjadi terdakwa kasus 
penistaan agama.
 Pengacara terdakwa kasus dugaan penodaan agama Ahok mengungkapkan kliennya 
mengetahui arti Al Maidah ayat 51 dari Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid atau 
Gus Dur. 
 Baca: Massa Anti Ahok: Jakarta Didirikan oleh Ulama, Yaitu Fatahillah 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/03/07/massa-anti-ahok-jakarta-didirikan-oleh-ulama-yaitu-fatahillah
 Ahok mengetahui arti ayat tersebut saat Gus Dur berkunjung ke Bangka Belitung 
pada 2007.
 Saat itu, Ahok tengah maju menjadi calon gubernur Bangka Belitung.
 "Kemudian yang paling penting lagi Pak Ahok mengetahui arti surat Al Maidah 
ayat 51 dari Gus Dur," ujar pengacara Ahok, Josefina A Syukur di Kementerian 
Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017) dikutip dari Tribunnews.com.
 Josefina mengatakan, Gus Dur menyampaikan hal tersebut saat berorasi.
 Saat itu tengah berlangsung kampanye Pilkada Provinsi Bangka Belitung dan Ahok 
merupakan calon yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diketuai 
oleh Gus Dur.
 "Yang dikatakan Gus Dur boleh memilih pemimpin non-muslim karena yang berada 
di dalam Al Maidah itu terkait pemimpin dalam konteks agama. Jadi tidak ada 
larangan untuk itu," kata Josefina.
 Dalam kasus ini, Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf 
a KUHP atau Pasal 156 KUHP.
 Jaksa menilai Ahok telah melakukan penodaan terhadap agama serta menghina para 
ulama dan umat Islam.
 Kedekatan Ahok dan Gus Dur
 Ahok mengatakan ia berani mencalonkan diri sebagai gubernur atas amanah yang 
diterimanya dari almarhum Gus Dur.
 Hal tersebut diungkapkan Ahok dalam nota pembelaannya, Selasa (13/12/2016).
 "Itu sebabnya, dalam pidato saya setelah pidato almarhum Gus Dur pada tahun 
2007, saya juga mengatakan bahwa menjadi calon gubernur, sebetulnya saya 
melamar untuk menjadi pembantu atau pelayan rakyat," kata Ahok dilansir dari 
Kompas.com, Selasa (13/12/2016).
 Ahok pun mengingat dahulu Gus Dur pernah berkata menjadi gubernur bukanlah 
pemimpin melainkan pembantu atau pelayan masyarakat.
 Dalam acara "Rosi" yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/9/2016) malam, istri 
Almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, menceritakan kedekatan suaminya dengan 
Basuki atau Ahok.
 Ada dua hal, kata Sinta, yang membuat Gus Dur mendukung Ahok.
 "Karena mungkin tertarik dengan keberanian seorang Ahok. Seorang minoritas 
yang berani tampil untuk merebut posisi dari kelompok yang sudah dominan. Ini 
buat Gus Dur sangat menarik," kata Sinta.
 Basuki Tjahaja Purnama, Sutanto alias Tanto Mendut dan Mustafa Bisri saat 
menerima Gus Dur Award di Griya Gus Dur, Mentng, Jakarta Pusat, Minggu 
(24/1/2016). (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado) Sinta menuturkan, bagi Gus 
Dur, hal ini merupakan sebuah pembelajaran untuk menegakkan konstitusi dalam 
kehidupan berbangsa dan bernegara.
 Ia melanjutkan, hal kedua yang membuat Gus Dur tertarik kepada Abok adalah 
kepribadian mantan Bupati Belitung Timur itu.
 "Karena pada waktu itu, Ahok dianggap sebagai sosok yang bersih, jujur, dan 
terbuka. Sekarang saya enggak tahu sudah berubah atau belum," kata Sinta.
 Ahok mengungkapkan, selama hidupnya, Gus Dur selalu memberi semangat kepadanya.
 
 Saat Ahok gagal menjadi Gubernur pada Pilkada Bangka Belitung, Gus Dur 
memintanya menggugat. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)
 

Kirim email ke