Arab News: Motif lawatan Raja Salman itu ekonomi, demi Visi 2030
Rabu, 8 Maret 2017 12:04 WIB | 1.463 Views



Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)



 membuka diri kepada kekuatan-kekuatan ekonomi bertumbuh di Asia Timur akan 
membuat Saudi bisa mendiversifikasi sumber pendapatan 



Riyadh (ANTARA News) - Mengutip pendapat para pakar di dalam negeri Arab Saudi, 
media terkemuka Saudi berbahasa Inggris, Arab News, menyatakan bahwa muhibah 
Raja Salman ke Indonesia dan Asia adalah memanfaatkan mega-peluang investasi di 
kawasan ini yang akan membantu negara itu mencapai tujuan-tujuan Visi 2030.

Para pakar Saudi mengatakan penguatan hubungan dengan negara-negara Asia Timur 
tepi barat Pasifik akan membuat Kerajaan Arab Saudi menarik manfaat dari lokasi 
perdagangan dan pengalaman negara-negara di kawasan ini.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kawasan Timur, Abdulrahman Al-Otaishan, 
mengungkapkan membuka diri kepada kekuatan-kekuatan ekonomi bertumbuh di Asia 
Timur akan membuat Saudi bisa mendiversifikasi sumber pendapatan dan sekaligus 
menarik keahlian baru yang dimiliki negara-negara Asia Timur, termasuk 
Indonesia.

Baja juga: Tujuan Raja Salman melawat ke Indonesia dan Asia

Nasir Al-Hajri, pengusaha Saudi, berkata bahwa kunjungan Raja Salman itu 
mencerminkan pendekatan yang benar dari para pemimpin Saudi dalam membaca 
perkembangan ekonomi.

Membuka diri ke timur akan memperkuat perekonomian Saudi dan menautkannnya 
dengan kekuatan-kekuatan mega-ekonomi yang menjadi kelas berat dalam pasar 
global, kata Al-Hajri.

Abdullah Al-Majdouie, juga pengusaha Saudi, menyebut pembukaan akses ke timur 
itu adalah kecenderungan pada era modern dan menjadi sangat penting demi 
mendapatkan pengalaman serta manfaat dari negara-negara Asia yang dalam 
berbagai hal sukses menumbuhkan perekonomiannya yang akan membantu mewujudkan 
tujuan-tujuan strategis Saudi dalam jangka panjang.

Atif Sukkar, profesor ilmu politik pada Universitas King Abdul Aziz, menyebut 
lawatan raja ke Asia tidak hanya penting bagi Saudi, namun juga sama pentingnya 
bagi reputasi internasional Saudi.

Abdulbari Al-Nuwaihi, profesor ekonomi pada Universitas Al-Faisal di Jeddah, 
menilai lawatan raja ke Indonesia dan Asia sangat penting dilakukan karena akan 
meningkatkan kerja sama politik, militer dan ekonomi antara Saudi dengan 
negara-negara Asia. 

"Lawatan itu juga membuat terbukanya pasar baru dan terbangunnya aliansi yang 
kuat," sambung dia dalam Arab News.

Suha Allawi, asisten profesor kepemerintahan dan investasi pada Universitas 
King Abdul Aziz, memandang kunjungan raja bertujuan mendiversifikasi kemitraan 
strategis Saudi dan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Asia 
timur.

Anggota Majelis Syuro dan profesor sejarah pada Universitas King Saud, Ahmed 
Al-Zailai, menyebut kesepakatan-kesepakatan yang dibuat raja selama berkunjung 
ke Asia adalah produk-produk hebat dari lawatan itu.

Ketua Komisi Ekonomi dan Energi Majelis Syuro, Abdulrahman Al-Rashid, menyebut 
kesepakatan energi dengan Indonesia akan meningkatkan hubungan dengan 
negara-negara Asia secara umum dan mitra strategis Saudi dalam sektor minyak 
dan petrokimia secara khusus.




Editor: Jafar M Sidik


Kirim email ke