Menurut saya ini bukan proyek ngaco, tapi proyek ini katanya menyumbang 
pertumbuhan ekonomi dan menekan inflansi.
Karena sebelumnya inflasi tinggi dan jika ada gejolak dunia maka rupiah anjlok 
dan pertumbuhan ekonomi turun.
Jangankan gejolak di dunia saat lebaran saja inflasi sangat tinggi dan 
barang-barang menjadi sangat mahal.
Begitu juga tol laut sangat membantu menjaga keseimbangan harga sembako

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, March 09, 2017 4:59 AM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek 
Diprediksi, Mangkrak [1 Attachment]






http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak

Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi
Mangkrak
Rabu, 8 Maret 2017 | 20:40 WIB

  *
  *
  *
  *
  *
474
Shares
[cid:[email protected]]Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan 
pembangunan LRT Jabodebek Tahap I trase Cibubur-Cawang, Kamis (9/2/2017).
Terkait

  *   Ini Kekhawatiran Faisal Basri Soal "Holding" 
Migas<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/183640826/ini.kekhawatiran.faisal.basri.soal.holding.migas>
  *   Faisal Basri: Kalau Mau Benahi Disharmoni Sosial, Urusi "Bottom 
Forty"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/07/215316326/faisal.basri.kalau.mau.benahi.disharmoni.sosial.urusi.bottom.forty.>
  *   Faisal Basri Desak Audit Anggaran Subsidi Sektor 
Pertanian<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/12/05/153342426/faisal.basri.desak.audit.anggaran.subsidi.sektor.pertanian>
  *   Faisal Basri: Importir Jangan Dibebani Kewajiban Serap Garam 
Rakyat<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/26/165537726/faisal.basri.importir.jangan.dibebani.kewajiban.serap.garam.rakyat>
  *   Faisal Basri: Pak Boediono Mengajarkan Kita bahwa Tidak Ada Jalan 
Pintas... 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/15/192513126/faisal.basri.pak.boediono.mengajarkan.kita.bahwa.tidak.ada.jalan.pintas.>
  *   Faisal Basri Kritik Cara Pandang Menteri BUMN soal Harga 
Gas<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/06/130318026/faisal.basri.kritik.cara.pandang.menteri.bumn.soal.harga.gas>
  *   Faisal Basri: Tak Perlu "Holding" Migas, Cukup PGN Ambil Alih Pertagas 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/19/143000526/Faisal.Basri.Tak.Perlu.Holding.Migas.Cukup.PGN.Ambil.Alih.Pertagas.>
  *   Faisal Basri: Kasus Arcandra Jadi Pembelajaran Berharga Presiden 
Jokowi<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/15/213528026/faisal.basri.kasus.arcandra.jadi.pembelajaran.berharga.presiden.jokowi>
  *   Ini Rencana Pemerintah untuk Percepat Pembangunan LRT 
Jabodetabek<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/27/193940426/ini.rencana.pemerintah.untuk.percepat.pembangunan.lrt.jabodetabek>
  *   Skema Pembiayaan LRT Akan Diputuskan Bulan 
Depan<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/11/093013426/skema.pembiayaan.lrt.akan.diputuskan.bulan.depan>
  *   Danai Proyek LRT, Adhi Karya Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 
Triliun<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/210435826/danai.proyek.lrt.adhi.karya.bakal.terbitkan.obligasi.rp.2.triliun>
  *   Menhub Berharap Separuh Penumpang Bogor-Jakarta Beralih Gunakan 
LRT<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/204205326/menhub.berharap.separuh.penumpang.bogor-jakarta.beralih.gunakan.lrt>
  *   Menhub Optimistis Proyek LRT Tahap I Rampung Pertengahan 
2018<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/203311926/menhub.optimistis.proyek.lrt.tahap.i.rampung.pertengahan.2018>

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek kereta cepat ringan atau Light Rapid Transit 
(LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>) Jakarta, 
Bogor<http://indeks.kompas.com/tag/bogor>, 
Depok<http://indeks.kompas.com/tag/depok>, 
Bekasi<http://indeks.kompas.com/tag/bekasi> (Jabodebek) diperkirakan bakal 
mangkrak.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, kepastian pembiayaan 
proyek menjadi faktor utama yang berpotensi membuat proyek 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> Jabodebek ini tak akan 
selesai.

Menurut Faisal Basri, proyek ini bagaikan 'kawin kontrak' yang sangat 
dipaksakan. Proyek ini sendiri ditaksir menelan dana sebesar Rp 23,3 triliun.

PT Adhikarya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Kereta Api 
Indonesia<http://indeks.kompas.com/tag/pt.kereta.api.indonesia> (Persero) harus 
mencari pendanaan sendiri setelah ADHI mendapatkan Penyertaan Modal Negara yang 
sangat terbatas.

"Kalau KAI disuruh cari utangan sendiri, enggak mungkin bisa. Dia PSO," kata 
Faisal Basri, Selasa malam (7/3/2017).

Sementara itu, kemampuan berutang ADHI menurut sumber Faisal Basri sebenarnya 
masih cukup longgar, hingga Rp 18 triliun. Akan tetapi, jika kekurangan dana 
sebesar Rp 17,6 triliun semua ditanggung ADHI, maka proyek ADHI yang lain tidak 
bakal kebagian.

"Kalau diserap untuk LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> 
semua, proyek yang lain akan terlunta-lunta," ucap mantan Ketua Tim Reformasi 
Tata Kelola Migas itu.

Skenario lain, KAI yang belakangan juga ditunjuk tidak hanya sebagai operator 
tetapi juga investor, kalaupun mau disuntik APBN, kemungkinan akan ada 
penolakan dari DPR. Dalam APBN 2017, tidak ada anggaran yang dicadangkan untuk 
suntikan ke KAI.

"Makanya rencananya Rp 4 triliun akan disisipkan di APBN-P 2017. Masalahnya 
kalau ADHI disuntik lagi lewat KAI ini, DPR enggak bakal setuju," kata Faisal 
Basri dengan nada yakin.

Akhirnya, menurut Faisal Basri, pemerintah mengerahkan seluruh bank-bank pelat 
merah untuk keroyokan memberikan pinjaman untuk proyek 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>.

(Baca: Kemenhub: Kontrak Proyek LRT untuk Perkuat Penugasan Adhi 
Karya<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/02/10/194243426/kemenhub.kontrak.proyek.lrt.untuk.perkuat.penugasan.adhi.karya>)

Masalah lagi, kata dia, karena bank pemerintah untuk proyek pemerintah, maka 
bunganya harus rendah.

"Jadi distorsinya kemana-mana. Karena bunganya harus rendah maka keuntungan 
bank-bank ini akan tertekan," imbuh Faisal Basri.

Tol Trans Sumatera

Selain LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>, dia juga menilai 
beberapa proyek infrastruktur yang masuk dalam pipeline pemerintah sebenarnya 
kurang prioritas. Faisal Basri menyebut diantaranya, jalan tol trans Sumatera 
sepanjang 2.000 kilometer (khusus untuk ruas-ruas tidak komersial), kereta api 
trans Sulawesi, tol laut khusus ternak, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pemerintahan pun diminta benar-benar memilih mana proyek yang prioritas dan 
tidak menghambur-hamburkan anggaran.

(Baca: Faisal Basri: Kebijakan Ekonomi Pemerintah 
"Ugal-ugalan"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/03/08/073300526/faisal.basri.kebijakan.ekonomi.pemerintah.ugal-ugalan.>)

"Jadi saya bilang, ini APBN kayaknya konservatif. Tetapi, masih ngaco. Makanya 
satu-satunya jalan adalah sunat proyek infrastruktur yang 'ngaco'," kata dia.

"Saya enggak anti infrastruktur. Tetapi yang 'ngaco', yang enggak perlu 
hilangkan," pungkas Faisal Basri.

(Baca: Faisal Basri: Pemerintah Sanggup Sediakan Lahan untuk Jalan Tol, tetapi 
Susah untuk Tambak Garam 
Rakyat...<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2016/09/26/174052526/faisal.basri.pemerintah.sanggup.sediakan.lahan.untuk.jalan.tol.tetapi.susah.untuk.tambak.garam.rakyat.>)
Penulis

: Estu Suryowati

Editor

: Aprillia Ika

TAG:

  *   LRT<http://indeks.kompas.com/tag/LRT>
  *   Faisal Basri<http://indeks.kompas.com/tag/Faisal.Basri>






Kirim email ke