Mungkin harus ditambahi dengan Allahu Akbar, baru tidak musyrik ?

2017-03-09 6:50 GMT+01:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service
Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> Supaya bisa merdeka dikira hanya cukup membawa bambu runcing dan pedang.
>
> Lagu ini diciptakan untuk mengenang perjuangan leluhur kita, serta berapa
> besar peran kita bersatu dalam berjuang supaya bisa merdeka.
>
> Apa bisa kita berperang sendiri-sendiri walaupun dengan senjata canggih,
> seperti sapu lidi dong.
>
> Jika bersatu hanya dengan bambu runcing pun kita bisa menang
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Monday, January 30, 2017 10:37 PM
> *To:* Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra
> Pembebasan; Yahoo! Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD
> *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Trs: [wahana-news] Penyair Taufik
> Ismail Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat
>
>
>
>
>
> Taufik Ismail tak pernah berjuang untuk negeri Indonesia. Dia tak pernah
> mengabdikan diri bagi tanah air. Dia hanya nyantol di belakang para pejuang
> dan ketika Indonesia menang melawan penjajah, dia hanya menikmati
> kemerdekaan Indonesia. Sepanjang hidupnya dia belum pernah menempatkan diri
> di pihak kaum revolusioner, dia selalu menjadi orang reaksioner terutama di
> jaman bung Karno.
>
>
>
> Pada Minggu, 29 Januari 2017 8:36, "'Tsasando' [email protected]
> [wahana-news]" <[email protected]> menulis:
>
>
>
>
>
> http://news.liputan6.com/read/2839996/penyair-taufik-ismail-
> sebut-lagu-bagimu-negeri-sesat
>
>
>
> *Penyair Taufik Ismail Sebut Lagu Bagimu Negeri Sesat*
>
> Ady Anugrahadi <http://www.liputan6.com/me/ady.anugrahadi>
>
> 28 Jan 2017, 14:41 WIB
>
>
>
> *Liputan6.com, Depok -* Penyair Taufik Ismail
> <https://news.liputan6.com/read/2835681/2-puisi-taufik-ismail-iringi-demo-sidang-ahok>mengkritik
> lagu wajib nasional "Padamu Negeri
> <https://news.liputan6.com/read/2656967/bendera-raksasa-dan-gemuruh-padamu-negeri-di-karnaval-cinta-nkri>
>  (Bagimu Negeri)". Dia menyebut lagu ciptaan Kusbini tersebut menyesatkan.
>
> Kritik ini disampaikan Taufik
> <https://news.liputan6.com/read/2835681/2-puisi-taufik-ismail-iringi-demo-sidang-ahok>
>  saat menghadiri acara silaturahmi Iluni Bangkit untuk Keadilan di Taman
> Lingkar Universitas Indonesia, Jumat, 27 Januari 2017.
>
> Saat itu, panitia yang bersiap membuka acara memutar lagu "Padamu Negeri".
> Lagu dengan empat bait tersebut diputar sampai habis.
>
> Acara digelar. Penyair berusia 85 tahun itu lalu menaiki podium dan
> memberikan pidato. Dalam pidatonya, Taufik menyampaikan penolakannya
> terhadap lagu "Padamu Negeri".
>
> "Saya bersama teman-teman menolak lagu ini (Padamu Negeri)," ujar Taufik.
>
> Secara umum dia mengapresiasi isi lirik lagu tersebut. Namun, dia menilai
> dua baris terakhir, yakni "bagimu negeri jiwa raga kami" sangat bermasalah.
>
> "Jiwa raga ini diberi karunia oleh Allah SWT, yang Maha Pencipta, dan jiwa
> ini kembali kepada Allah SWT, tidak pada yang lain," kata Taufik.
>
> Lirik "Padamu Negeri" terdengar patriotik. Namun dia menyebut lirik
> tersebut sesat.
>
> "Salah sekali (lirik yang itu), istilah ini musyrik," ucap Taufik.
>
> Dia lalu mengajak pada para tamu undangan yang hadir untuk tidak mendengar
> lagi lagu tersebut. "Sebaiknya kita koreksi dengan tidak usah mendengar
> lagu ini," kata Taufik.
>
> Berikut lirik lagu "Padamu Negeri":
>
> *Padamu negeri kami berjanjiPadamu negeri kami berbaktiPadamu negeri kami
> mengabdiBagimu negeri jiwa raga kami*
>
>
>
> 
>

Kirim email ke