Pernyataan tahanan politik perempuan di Paraguay dalam rangka memperingati Hari Perempuan Pekerja Internasional, 8 Maret 2017: Tujuan kami adalah Revolusi!
Tahanan politik Tentara Rakyat Paraguay. Oleh Agencia Para La Libertad/La Haine Carmen Villalba, Francisca Andino dan Graciela Samaniego, "tahanan Epepistas (Tentara Rakyat Paraguay) dalam perlawanan dan perjuangan pantang menyerah", mengeluarkan pernyataan berikut dari la Cárcel del Buen Pastor (Penjara Gembala Baik) di Asuncion: Berjuang untuk emansipasi kaum perempuan harus menjadi alat kaum perempuan revolusioner organisasi kita dalam perjuangan sosial dan politik untuk menarik, mengorganisasi dan melatih kaum perempuan yang didegradasi, dipinggirkan dan didiskriminasi oleh kapitalisme dan budaya patriarki. Kalau kita tidak berpikir begitu dan melakukannya, berarti kita akan mengesampingkan sebuah potensi revolusioner yang sangat besar, yang digunakan oleh oportunisme feminisme borjuis, yang memusatkan perjuangannya pada kebijakan gender (kesamaan dalam hukum borjuis, legalisasi aborsi, ruang politik lebih besar dalam skema negara borjuis, yang tidak lebih dari pada cara untuk menipu dengan membuat kaum perempuan dari kelas kita percaya seolah-olah melalui perjuangan melawan kaum laki-laki dari kelas kita maka kita akan mencapai kesetaraan). Budaya patriarki adalah sebuah fenomena yang melekat pada sebuah rezim sosial yang dibangun dan berdasarkan pada kepemilikan perseorangan. Krisis kapitalisme yang sangat dalam telah meragukan keabadiannya sendiri sebagai sebuah rezim sosial yang bagaikan sebuah perahu akan tenggelam karena sudah terlalu banyak air yang masuk dari lubang-lubang keretakannya. Kapitalisme berusaha mengalihkan perhatian potensi besar kaum perempuan yang tidak lagi bersedia menanggung penghisapan ganda. Melahirkan anak untuk dijadikan budak modal, tenaga kerja budak dengan upah murah dan berkedudukan lebih tak beruntung dibanding dengan tenaga kerja budak laki-laki. Perlawanan dan mobilisasi gerakan perempuan di seluruh dunia, tidak boleh luput dari pengamatan apalagi diabaikan oleh organisasi-organisasi revolusioner dan aktivis perempuan komunis dan pejuang. Sebaliknya, kita harus mendukung, dan bekerja untuk mengarahkan kekuatan perkasa itu menuju revolusi. Jangan jatuh ke dalam antusiasme sementara , simbolik dan mediatik dari feminisme borjuis, apalagi meninggalkan ruang di mana saudara-saudara kita buruh perempuan di pedesaan dan kota bekerja. Marx pernah berkata, "Tingkat emansipasi wanita adalah ukuran alami buat emansipasi secara umum”. Carmen Villalba sebelum ditahan Kami tidak ingin hak sama yang diberikan oleh negara borjuis dan kebijakan gendernya yang ditutupi oleh selimut sinisme berwarna ungu. Kami ingin hak gender yang sama dengan keadilan sosial tidak hanya untuk kaum perempuan tapi untuk seluruh kelas kami dan itu akan kami rebut dari Negara borjuis dengan darah dan api. Kami tidak akan mengemis kepada Negara borjuis, kami akan berjuang untuk revolusi. Para epepistas Revolusioner, mereka yang bertempur di gerilya, yang melawan dan berjuang dari penjara dengan tinju dan pistolnya, kami mengklaim semua pekerja perempuan di pedesaan dan perkotaan. Lawan Kapitalisme Patriarki Untuk Gerakan Perempuan Internasional Proletar! Hidup kaum buruh, kaum tani dan suku bangsa perempuan!! Hidup kaum pejuang gerilya epepistas yang tidak berhenti satu menitpun dalam mengorganisasi dan membela kaum tani dan penduduk asli perempuan dengan bedil melawan banjir kacang kedelai! Tidak ada jalan lain kecuali Revolusi! Carmen Villaba-Fransisca-Graciela Samaniego Tahanan epepistas dalam perlawanan dan perjuangan pantang menyerah Penjara wanita del Buen Pastor.
