Minggu, 12 Maret 2017 | 21:37 http://www.beritasatu.com/aktualitas/418992-jangan-seret-agama-ke-gelanggang-politik-praktis.html# http://www.beritasatu.com/aktualitas/418992-jangan-seret-agama-ke-gelanggang-politik-praktis.html# http://www.beritasatu.com/aktualitas/418992-jangan-seret-agama-ke-gelanggang-politik-praktis.html# http://www.addthis.com/tellfriend.php Jangan Seret Agama ke Gelanggang Politik Praktis http://www.beritasatu.com/aktualitas/418992-jangan-seret-agama-ke-gelanggang-politik-praktis.html Ketua Pengurus Wilayah Jam'iyyatul Qurra'wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta Ustaz Ahmad Zarkasyi memberikan keterangan di sela-sela acara Halaqah PW JQH NU DKI Jakarta di Jakarta, Minggu, 12 Maret 2017. (Istimewa) Jakarta - Maraknya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA0 dalam hajatan Pemilhan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta telah membuat resah masyarakat Ibu Kota. Isu SARA yang dimainkan seperti kian membabi buta dan menabrak sendi-sendi kerukunan hidup masyarakat. Sebagian masyarakat menilai bahwa isu SARA diembuskan secara sengaja demi menciptakan rasa tidak aman dan tidak nyaman bagi orang-orang yang akan menentukan pilihan pada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Menyikapi kenyataan itu, Pengurus Wilayah Jam'iyyatul Qurra'wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta mengadakan halaqah demi menetralisasi isu-isu SARA yang dimainkan di tengah masyarakat. Ketua PW JQH NU DKI Jakarta, Ustaz Achmad Zarkasyi mengatakan, acara itu digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustaz, kiai, dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama. "Agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis. Apalagi, jika itu menyebabkan keresahan di tengah umat," kata Achmad Zarkasyi dalam acara Halaqah Pengurus Wilayah JQH NU DKI Jakarta dengan tema "Menyikapi Isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta" di Jakarta, Minggu (12/3). Acara tersebut diisi oleh dua narasumber, yaitu KH Taufik Damas (Relawan Nusantara/RelaNU) dan KH Zuhri Yaqub, Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta. Selain dua narasumber tersebut, halaqah juga dihadiri oleh KH Ahmad Zahari, Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta yang memberikan kata sambutan. Ustadz Zarkasyi mencontohkan spanduk-spanduk yang dipasang di berbagai wilayah dengan ancaman tidak akan mengurus jenazah muslim yang memilih pasangan nomor 2 dalam Pilgub Jakarta. Menurut Zarkasyi, ancaman semacam itu sudah tidak masuk akal dan menunjukkan kepanikan orang yang menyebarkannya. Dalam hukum Islam (fiqih), ujarnya, mengurus jenazah berhukum fardhu kifayah. Semua orang akan berdosa jika tidak ada yang mau mengurus jenazah di sebuah lingkungan. Mengurus jenazah itu kewajiban orang yang hidup. Jadi, katanya, jahat sekali jika urusan jenazah dijadikan alat berpolitik demi merebut kekuasaan. Ancaman tidak mengurus jenazah hanya karena pilihan calon gubernur dalam pilkada merupakan sikap yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. “Para ustaz dan tokoh agama jangan mau dibohongi oleh oknum politisi yang sengaja mengeruhkan suasana dalam Pilgub Jakarta,” ujarnya. Halaqah yang digelar di hotel Diraja, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, itu dihadiri oleh puluhan ustaz dan tokoh agama yang merasakan adanya cara-cara tidak sehat (mempermainkan agama) dalam memenangkan calon tertentu di Pilgub DKI Jakarta. Menurut mereka, gerakan masif dan sistematis tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat. Mereka juga menuntut pihak-pihak terkait untuk segera menindak tegas para pelaku penyebaran ancaman tersebut. Jika dibiarkan, kehidupan masyarakat akan terganggu dan akan merusak nilai-nilai persaudaraan umat. "Politik seharusnya tetap menjaga etika dan kerukunan umat. Jangan menghalalkan segala cara hingga agama pun seperti dibajak sedemikian rupa hanya untuk menjegal pasangan calon tertentu dan memenangkan pasangan calon yang lain," kata Zarkasyi. Dia menambahkan, "Ingat, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir pemilik agama, Allah SWT, akan murka kepada kita". Zarkasyi pun mengajak para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat. "Islam itu agama rahmat. Para ustaz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung jawab di dunia dan akhirat. Jangan sampai agama dijadikan alat untuk menyebar kebencian dan permusuhan. Permusuhan dan kebencian jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam yang sangat luhur ini," tuturnya.
[GELORA45] Jangan Seret Agama ke Gelanggang Politik Praktis
[email protected] [GELORA45] Sun, 12 Mar 2017 13:06:05 -0700
- [GELORA45] Jangan Seret A... [email protected] [GELORA45]
- Fw: [GELORA45] Janga... 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
- Trs: [GELORA45] ... Chalik Hamid [email protected] [GELORA45]
