Pengusiran Djarot di Acara Supersemar Dianggap Provokasi 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170312203044-516-199549/pengusiran-djarot-di-acara-supersemar-dianggap-provokasi/
 Joko Panji Sasongko
 Minggu, 12/03/2017 20:39 WIB
 
 Sebarkan:  

 
 Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretariat Bersama Rakyat (Sekber) menyatakan, aksi 
pengadangan dan pengusiran terhadap Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot 
Saiful Hidayat saat menghadiri peringatan Supersemar di Masjud Agung At Tin, 
Jakarta, dianggap sebagai tindaka provokasi. Hal itu juga merupakan tindakan 
tidak bermoral yang dilakukan oknum beragama.

Juru bicara Sekber Rijal Ilyas mengatakan, tindakan pengadangan dan pengusiran 
sejumlah oknum di lokasi acara merupakan bentuk provokasi di tengah situasi 
politik Pilkada DKI putaran kedua. Aksi-aksi seperti itu berpotensi menyebabkan 
kegaduhan politik jika dibiarkan terus menerus.

"Djarot itu seorang Muslim, apalagi dia resmi diundang oleh pantia acara 
Supersemar, harusnya sebagai tamu harus dimuliakan. Kalau mengaku seorang 
agamis tunjukkan memuliakan tamu," ujar Rijal mengutip Antara, Minggu (12/3).

 Lihat juga:Anies Sebut Dukungan Keluarga Cendana Urusan Pribadi 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170312015959-516-199472/anies-sebut-dukungan-keluarga-cendana-urusan-pribadi/
Rijal mendesak panitia acara Supersemar bertanggung jawab dan meminta maaf 
kepada Djarot. Ia khawatir, perpecahan akan timbul jika pantia tidak mengambil 
sikap untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Djarot sebelumnya meninggalkan acara peringatan Supersemar Presiden ke-2 
Soeharto di Masjid At-Tin, Sabtu (11/3), setelah ditolak oleh sejumlah warga 
yang menghadiri acara tersebut. Djarot keluar melalui pintu VVIP khusus tamu 
dikawal sekitar 15 anggota polisi. 
 Lihat juga:Warga Usir Djarot di Acara Peringatan Supersemar Soeharto 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170311210342-516-199455/warga-usir-djarot-di-acara-peringatan-supersemar-soeharto/
Djarot mendapat penolakan dari jemaah sejak tiba di Masjid At-Tin sekitar pukul 
18.00 WIB. Sejak turun dari mobil, ia langsung disoraki. Para jamaah berteriak 
meminta Djarot pulang. 

"Usir, usir ngapain ke sini," teriak salah satu jemaah. 

Kala itu, Djarot sempat diperbolehkan masuk usai berdiskusi dengan panitia dan 
sejumlah jemaah yang melakukan penolakan. Namun pada sekitar pukul 20.15 WIB 
Djarot meninggalkan lokasi dengan kawalan polisi.

Salah seorang jemaah, Badar, menolak Djarot lantaran merupakan pasangan calon 
gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan agama. (rdk)
 

Kirim email ke