Perempuan Gunung Kendeng Akhirnya Lepas Semen di Kaki
*Aulia Bintang Pratama*, CNN Indonesia
Rabu, 13/04/2016 22:20 WIB

   - Sebarkan:
   -
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413203524-20-123791/perempuan-gunung-kendeng-akhirnya-lepas-semen-di-kaki/#>
   -
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413203524-20-123791/perempuan-gunung-kendeng-akhirnya-lepas-semen-di-kaki/#>
   -
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413203524-20-123791/perempuan-gunung-kendeng-akhirnya-lepas-semen-di-kaki/#>

[image: Perempuan Gunung Kendeng Akhirnya Lepas Semen di Kaki]Petani
perempuan dari Gunung Kendeng akhirnya membuka semen yang sempat menempel
di kaki mereka selama dua hari. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
*Jakarta, CNN Indonesia * -- Setelah bertahan membawa beban selama dua
hari, akhirnya semen yang menempel di kaki sembilan petani perempuan asal
Pegunungan Kendeng pun dibuka. Keputusan tersebut dilakukan setelah para
pengunjuk rasa mendapat kepastian dipertemukan dengan perwakilan Pemerintah
Indonesia.

Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gun Retno
menjelaskan perwakilan pemerintah yang akan menemui para petani asal
Kendeng tersebut adalah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Menteri
Sekretaris Negara Pratikno.

"Perjuangan para srikandi ini tak sia-sia karena perwakilan Pak Joko Widodo
akan bertemu (dengan petani) sore ini," kata Gun saat ditemui di kawasan
pintu masuk Monumen Nasional, Rabu (13/4).

Setelah mendapatkan informasi pertemuan tersebut, sejumlah perwakilan
petani langsung membantu mengeluarkan kaki sembilan petani perempuan yang
masih terbenam oleh semen. Semen yang sudah membatu selama dua hari
tersebut dihancurkan oleh perkakas yang ada seperti obeng dan palu.

Saat proses penghancuran semen itu dilakukan, para petani perempuan tak
mampu menahan tangisnya. Tangisan tersebut muncul karena merasa perjuangan
mereka selama dua hari ini tak sia-sia.

Gun menjelaskan keinginan para petani untuk bertemu Presiden Indonesia
Jokowi tak bisa terlaksana. Namun yang jelas mereka menghargai pemerintah
lantaran sudah memberikan respons dengan mengirimkan pejabat utama
pemerintah untuk menemui mereka secara langsung.

"Kita akan bertemu dua menteri, walaupun tidak bertemu Pak Jokowi kami
percaya masalah ini akan selesai," ujarnya.

Pilihan Redaksi

   - Komnas HAM Sayangkan Aksi Semen Kaki Petani Gunung Kendeng
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413161546-20-123699/komnas-ham-sayangkan-aksi-semen-kaki-petani-gunung-kendeng/>
   - Mereka Menunggu Sampai Jokowi Hentikan Aksi Pengecoran Kaki
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413175600-20-123741/mereka-menunggu-sampai-jokowi-hentikan-aksi-pengecoran-kaki/>
   - Istana Sebut Sulit Penuhi Tuntutan Pendemo Pabrik Semen
   
<http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160413180507-20-123744/istana-sebut-sulit-penuhi-tuntutan-pendemo-pabrik-semen/>

Sebelumnya salah satu komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Sandra
Moniaga, mengungkapkan dirinya menyayangkan pilihan yang dilakukan para
perempuan tersebut.

Sandra yang secara khusus hadir di lokasi unjuk rasa mengatakan dia bisa
memahami perasaan para petani yang sudah frustasi dengan keberadaan pabrik
semen di daerah mereka. Namun untuk pilihan pengecoran kaki, Sandra merasa
itu bukan pilihan yang terbaik.

"Saya bisa memahami hal ini (unjuk rasa), tapi saya tak bisa menerima
pilihan aksi ini," kata Sandra, Rabu (13/4).

"Saya sedih melihat mereka harus menyakiti badan sendiri alias self
torture."

Sandra menjelaskan, Pemerintah Indonesia tidak boleh membiarkan aksi ini
terus berjalan karena akan mempengaruhi kesehatan dari para petani
tersebut. Menurutnya jika ini semua dibiarkan terus maka pemerintah bisa
dianggap melakukan pembiaran terharap aksi penyiksaan.

"Walaupun ini menyiksa diri sendiri maka tapi Pemerintah Indonesia bisa
dianggap membiarkan," katanya. *(bag)*

Kirim email ke