Siapa bilang pemerintah tidak memperhatikan masyarakat pedesaan, terbukti telah 
digelontorkannya dana desa 1 M setiap tahun. Telah dibangun infrastruktur 
diperbatasan perbatasan RI.
Dalam menanggulangi pengangguran sudah diadakan pelatihan-pelatihan/penambahan 
skil bagi para penganggur
dibidang pertanian sudah disumbangkan traktor-traktor, dibidang perikanan juga 
sudah disumbangkan perahu perahu

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, March 15, 2017 2:52 PM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Faisal Basri Nilai Sejumlah Kebijakan 
Jokowi, Hanya Manjakan Orang Kota [1 Attachment]






http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/15/080000026/faisal.basri.<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/15/080000026/faisal.basri.nilai.sejumlah.kebijakan.jokowi.hanya.manjakan.orang.kota>

nilai.sejumlah.kebijakan.jokowi.hanya.manjakan.orang.kota<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/15/080000026/faisal.basri.nilai.sejumlah.kebijakan.jokowi.hanya.manjakan.orang.kota>

Faisal Basri Nilai Sejumlah Kebijakan Jokowi
Hanya Manjakan Orang Kota
Rabu, 15 Maret 2017 | 08:00 WIB

  *
  *
  *
  *
  *
1482
Shares
[cid:[email protected]]KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pakar 
Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, yang juga mantan Ketua Tim 
Reformasi Tata Kelola Migas.
Terkait

  *   Faisal Basri Sebut Perekonomian "Ugal-Ugalan", Menko Darmin Tertawa 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/09/094411726/faisal.basri.sebut.perekonomian.ugal-ugalan.menko.darmin.tertawa.>
  *   Ini Kekhawatiran Faisal Basri Soal "Holding" 
Migas<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/183640826/ini.kekhawatiran.faisal.basri.soal.holding.migas>
  *   Faisal Basri: Kebijakan Ekonomi Pemerintah 
"Ugal-ugalan"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/073300526/faisal.basri.kebijakan.ekonomi.pemerintah.ugal-ugalan.>
  *   Faisal Basri: Kalau Mau Benahi Disharmoni Sosial, Urusi "Bottom 
Forty"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/07/215316326/faisal.basri.kalau.mau.benahi.disharmoni.sosial.urusi.bottom.forty.>
  *   Faisal Basri Desak Audit Anggaran Subsidi Sektor 
Pertanian<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/12/05/153342426/faisal.basri.desak.audit.anggaran.subsidi.sektor.pertanian>
  *   Faisal Basri: Pemerintah Sanggup Sediakan Lahan untuk Jalan Tol, tetapi 
Susah untuk Tambak Garam 
Rakyat...<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/26/174052526/faisal.basri.pemerintah.sanggup.sediakan.lahan.untuk.jalan.tol.tetapi.susah.untuk.tambak.garam.rakyat.>
  *   Faisal Basri: Importir Jangan Dibebani Kewajiban Serap Garam 
Rakyat<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/26/165537726/faisal.basri.importir.jangan.dibebani.kewajiban.serap.garam.rakyat>

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai 
kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan Presiden Joko 
Widodo<http://indeks.kompas.com/tag/jokowi> (Jokowi) hanya memanjakan 
masyarakat perkotaan.

Sejumlah proyek yang diusung pemerintah tutur dia, mencerminkan keberpihakan 
Jokowi ke masyarakat perkotaan.

Salah satunya yakni proyek kereta ringan atau  Light Rail Transit 
(LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>) yang nantinya 
menghubungkan Jakarta, Bogor<http://indeks.kompas.com/tag/bogor>, 
Depok<http://indeks.kompas.com/tag/depok>, dan 
Bekasi<http://indeks.kompas.com/tag/bekasi> (Jabodebek).

"Inilah yang dimanja oleh Jokowi bangun 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> dananya enggak ada 'bodo 
amat'," ujarnya dalam acara diskusi bertajuk Pembenahan Pertanian, Solusi 
Masalah Kesenjangan? di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Bukan kali ini saja Faisal Basri menyoroti proyek 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>. Pekan lalu ia 
memperkirakan proyek yang nilainya mencapai Rp 23 triliun itu akan mangkrak 
lantaran keterbatasan anggaran pemerintah.

(Baca: Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi 
Mangkrak<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak>)

Bahkan Faisal Basri menyindir slogan pemerintah yakni membangun Indonesia dari 
pinggiran lantaran proyek LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> 
Jabotabek disebutnya bukan membangun dari daerah pinggiran. "Tapi membangun 
dari pinggir jalan tol," kata Faisal Basri.

Seperti diketahui, proyek LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> 
dibangun di pinggiran jalan tol yakni Tol 
Jakarta-Cikampek<http://indeks.kompas.com/tag/jakarta-cikampek> dan Tol 
Jakarta-Bogor<http://indeks.kompas.com/tag/bogor>-Ciawi. Saat ini tiang-tiang 
proyeknya sudah dibangun oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Selain LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>, proyek pembagunan 
jalan tol di Jawa juga dinilai sebagai proyek yang hanya pro masyakarat 
perkotaan.

"Memanjakan orang kota semua. Orang kota mau mudik nih dibuat jalan tol agar 
mudiknya lancar," kata Faisal Basri.

Sementara itu angkutan laut yang notabene transportasi andalan masyakarat di 
wilayah Indonesia timur justru tidak dikembangkan dengan serius.

Di sisi lainnya, nasib masyakarat pedesaan yang notabene petani justru sedang 
susah-susahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat 
Statistik<http://indeks.kompas.com/tag/badan.pusat.statistik> (BPS), Nilai 
Tukar Petani (NTP) terus mengalami tren penurunan. Selain itu, upah riil buruh 
tani juga mengalami tren penurunan.

Hal itu menjadi bukti begitu sengsaranya nasib petani yang merupakan mayoritas 
dari 40 persen masyakarat terbawah.

(Baca: Faisal Basri: Pemerintah Gagal Dongkrak Nasib 40 Persen Masyarakat 
Terbawah<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/03/14/183501726/faisal.basri.pemerintah.gagal.dongkrak.nasib.40.persen.masyarakat.terbawah>)

Namun kebijakan di sektor pertanian di bawah Menteri Pertanian (Mentan) Andi 
Arman Sulaiman dinilai belum mampu mendorong kesejahteraan para petani.

Hak Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> sempat 
menuturkan, setiap penduduk Indonesia berhak menikmati manfaat dari pertumbuhan 
ekonomi. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir 
orang.

"Tidak bisa pertumbuhan ekonomi eksklusif dan hanya bermanfaat bagi segelintir 
orang saja," ujarnya saat berbicara di acara Mandiri Invesment Forum, Jakarta, 
Rabu (8/2/2017).

(Baca: Sri Mulyani Tak Ingin Pertumbuhan Ekonomi Dinikmati Segelintir 
Orang<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/02/08/170000826/sri.mulyani.tak.ingin.pertumbuhan.ekonomi.dinikmati.segelintir.orang>)

Sepanjang 2016, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,02 persen, lebih tinggi 
dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 yang hanya sebesar 4,88 persen.

Meski begitu, Badan Pusat 
Statistik<http://indeks.kompas.com/tag/badan.pusat.statistik> (BPS) 
mengungkapkan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia berdasarkan 
gini ratio mencapai 0,394 pada September 2016, atau hanya turun 0,008 poin dari 
data September 2015.

Menurut Sri Mulyani<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani>, pengentasan 
kemiskinan tetap akan menjadi fokus pemerintah pada tahun ini. Hal itu dinilai 
penting agar kesatuan sosial tetap terjaga dan pertumbuhan jangka menengah 
panjang berkualitas.

"Ini bukan soal kedermawanan tetapi agar pertumbuhan ekonomi bisa dilanjutkan 
dan dinikmati semua penduduk," kata Sri 
Mulyani<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> yang kerap disapa Ani itu.
Penulis

: Yoga Sukmana

Editor

: Aprillia Ika

TAG:

  *   Sri Mulyani<http://indeks.kompas.com/tag/Sri.Mulyani>
  *   Faisal Basri<http://indeks.kompas.com/tag/Faisal.Basri>
  *   Jokowi<http://indeks.kompas.com/tag/Jokowi>








Kirim email ke