Lha kok cuma bisa..........berarti kalau ada kemauan untuk
mempidanakan......
Apa kemauan itu yang tak ada ???

2017-03-15 7:52 GMT+01:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/2017/03/15/13120321/polisi.sebut.penyebar.
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/15/13120321/polisi.sebut.penyebar.larangan.menyalatkan.jenazah.bisa.dipidana>
>
> larangan.menyalatkan.jenazah.bisa.dipidana
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/15/13120321/polisi.sebut.penyebar.larangan.menyalatkan.jenazah.bisa.dipidana>
>
> Polisi Sebut Penyebar Larangan Menyalatkan
> Jenazah Bisa Dipidana
> Rabu, 15 Maret 2017 | 13:12 WIB
>
>    -
>    -
>    -
>    -
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/15/13120321/polisi.sebut.penyebar.larangan.menyalatkan.jenazah.bisa.dipidana#komentar>
>    -
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/15/13120321/polisi.sebut.penyebar.larangan.menyalatkan.jenazah.bisa.dipidana#>
>
> 61
> Shares
> KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy
> Rafli saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin
> (27/2/2017). Boy Rafli Amar memastikan tak ada korban jiwa dalam aksi baku
> tembak pasca ledakan bom panci di Kelurahan Arjuna, Bandung, Senin
> (27/2/2017).
> Terkait
>
>    - Sumarsono Curiga Ada yang Menggerakkan Spanduk Larangan Menyalatkan
>    Jenazah
>    
> <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/13/10443581/sumarsono.curiga.ada.yang.menggerakkan.spanduk.larangan.menyalatkan.jenazah>
>    - Pemprov DKI Turunkan Spanduk Provokatif dan Larangan Menyalatkan
>    Jenazah
>    
> <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/13/09484931/pemprov.dki.turunkan.spanduk.provokatif.dan.larangan.menyalatkan.jenazah>
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Kepala Divisi Humas Polri
> <http://indeks.kompas.com/tag/polri> Irjen Boy Rafli Amar
> <http://indeks.kompas.com/tag/boy.rafli.amar> mengatakan, larangan
> menyalatkan jenazah karena alasan dukungan kepada calon pasangan pada
> Pilkada, meresahkan masyarakat.
>
> Tindakan apapun yang meresahkan, berpotensi pidana.
>
> Apalagi, larangan itu berkaitan dengan Pilkada yang tengah berlangsung.
>
> "Jadi kami mendalami tindak pidana umum terkait upaya diseminasi melalui
> tulisan yang mengarah ke kebencian, permusuhan," ujar Boy, di Kompleks
> Mabes Polri <http://indeks.kompas.com/tag/polri>, Jakarta, Rabu
> (15/3/2017).
>
> Menyikapi spanduk larangan menyalatkan jenazah yang dipasang di
> masjid-masjid itu, polisi bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat
> dan Badan Pengawas Pemilu
> <http://indeks.kompas.com/tag/badan.pengawas.pemilu>.
>
> Petugas juga telah menurunkan spanduk tersebut karena memicu perpecahan di
> masyarakat.
>
> *(Baca: Sumarsono Curiga Ada yang Menggerakkan Spanduk Larangan
> Menyalatkan Jenazah
> <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/13/10443581/sumarsono.curiga.ada.yang.menggerakkan.spanduk.larangan.menyalatkan.jenazah>)*
>
> Selain itu, polisi mendampingi Bawaslu
> <http://indeks.kompas.com/tag/bawaslu> untuk mengantisipasi agar larangan
> serupa tak muncul lagi.
>
> "Kami terus imbau ke masyarakat untuk tidak memanfaatkan model spanduk
> yang bernuansa kebencian, permusuhan pada golongan masyarakat yang rawan
> timbulnya konflik di masyarakat," kata Boy.
>
> Boy meyakini bukan tokoh agama di balik beredarnya spanduk tersebut.
>
> Pembuat larangan itu, kata Boy, memang sengaja ingin mengadu domba
> masyarakat dengan memanfaatkan momentum Pilkada.
>
> Padahal, hal tersebut bertentangan dengan Pancasila
> <http://indeks.kompas.com/tag/pancasila>.
>
> "Kalau sudah masuk medsos, ada juga berkaitan undang-undang ITE. Berkaitan
> dengan ujaran kebencian dan berbau SARA," kata Boy.
> Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
>
>    - Pilkada Serentak 2017
>    <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/4006/1/pilkada.serentak.2017>
>
> Penulis : Ambaranie Nadia Kemala Movanita
> Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
> TAG:
>
>    - polisi <http://indeks.kompas.com/tag/polisi>
>    - Polri <http://indeks.kompas.com/tag/Polri>
>    - jenazah <http://indeks.kompas.com/tag/jenazah>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke