Oh sekarang lari ke EQ ya. Hehehehe.
Sengaja ane gak mau nyinggung masalah EQ ini. Koq EQ tinggi bisa pake’ kunyuk kunyuk segala? Orang yg punya EQ itu empatinya tinggi. Kunyuk2in, goblok2in, oon2 in orang lain itu EQ?!!! Hehehehehe…. Ane sudah bilang kalau ente ini sudah defensive tambah parah ngeyelnya! Koq sekarang ada tambahan lagi bahwa ane “berdebat keras agar orang menerima pendapatnya”. Ente kan nuduh ane memuji anhar gonggong. Wong tuduhannya ngawur, lalu ane kasih tahu salah dan ngawurnya dimana. Apakah ente mau ane diam saja. Kalau iya itu namanya ente yg mau “berdebat keras agar orang menerima pendapatnya”. Dengan kata lain ente mau ngasih tahu khalayak ramai bahwa: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Obvious kali ya? Mana ada obious. Gimana sih bhs inggris ente ini. ente ini katanya sdh tinggal dan warganegara amerika koq kaya’ gini aja gak tahu. Yang obvious itu apa? Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Hehehehe coba refleksi diri sendiri. mulailah dari kunyuk, eyel2an dan EQ ini. Siapa yg lebih pantas menyandang gelar2 ini? Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 15, 2017 11:14 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Saya bisa melihat kebenaran simpton orang yg emotionalnya rendah "Biasanya mereka pun akan berdebat keras agar orang menerima pendapatnya." bahkan hal yang obious-pun tetap didebat habis. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Ane gak ngeyel loh. Ente nuduh ane muji anhar gonggong. Ane kasih argumennya dan bilang ente salah. Ente gak terima terus bilang ini eyel2an. Yg ngeyel itu ente. Ente bawa tulisan ane yg lama tapi gak ngerti membacanya. Terus ente main2 bahasa tarik kesimpulan sendiri bilang objektif = memuji; tidak personal = memuji; waras = memuji dst…dst… Ane salahkan dan kasih argument. Ente lari ke kunyuk dll tapi argumennya gak ada. Yg ada hanyalah Bahasa yg dibolak balik. Sekarang mau menuduh ane eyel2an? Hehehehehe. Ente tahu ndak prilaku ente itu kaya’ si habib siriq yg menyerang ahok pake’ almaidah? Ngerti ndak persamaannya? Kalo gak ngerti beginilah persamaannya: Ente menyerang ane pake’ anhar gonggong dengan tujuan menyalahkan ane. Habib Siriq menyerang ahok pake’ al maidah dengan tujuan memenangkan pilkada. Coba dikunyah 3 kalimat diatas ini dan belajar instropeksi diri sendiri. Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 15, 2017 10:27 AM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Saya tidak merasa perlu melanjutkan eyel2an tidak ada gunanya seperti ini. Terserah anda saja kata2 itu pujian atau tidak. --- Ciri yang nyata dari orang dengan kecerdasan emosional yang rendah adalah cepat membuat opini lalu malas melakukan konfirmasi. Dengan kata lain, mereka hanya mengumpulkan informasi yang mendukung opininya dan mengabaikan bukti dari pendapat sebaliknya. Biasanya mereka pun akan berdebat keras agar orang menerima pendapatnya. <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/204589?soc_src=mail&soc_trk=ma> https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/204589 ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Yang jadiin eyel2an itu kan ente! Bukan ane! Sudah ane tulis, kasih komentar, koq masih ngeyel. Koq ane yang nulis dan ngasih tahu ane gak pernah muji2 anhar gonggong. Kenal juga kagak, emangnya ngapain ane muji2 dia? Dapet duit? Atau duit engkongnya anhar bakalan dikasih ke ane? Emangnya anhar gonggong pejabat dan orang kaya, sehingga ane harus muji2 dia? Kan bukan ini urusannya?!! Masalahnya ente mau menyerang ane! Bukan masalah anhar gonggong! Coba kalau mau diskusi yang bener! Jangan suka personal kampungan seperti ini. Malu dibaca public (kalau memang ada kemaluan)! Sudah ane tulis sanggahannya ane terhadap tuduhan ente: 1. Waras disamakan dengan memuji? 2. Objektif disamakan dengan memuji? 3. Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji? 4. Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji? 5. Tidak personal disamakan dengan memuji? Ini kan salah semua. Baca juga ndak tulisan ane yg dulu, koq dibawa2 kesini sebagai referensi. Lucu banget! Moso’ ente lebih tahu drpd penulis artikel itu alias ane memuji anhar gonggong atau tidak? Ane saja kasih tahu ane tidak memuji, eh ngotot ndak percaya. Malu nih yeah debat kusirnya gak jalan mau nyerang ane secara pribadi. Anhar gonggong bisa ketawa terbahak2 lihat kelakuan ente ini! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, March 14, 2017 2:11 PM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Jadinya juga eyel2an gak bakalan ada habisnya. Tempo hari jelas me-muji2 si Gonggong, sekarang balik kucing. Yo karepmu! ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Hehehe seperti biasa kabur lagi. Sekarang larinya ke ge er, jendral dll. Gak keruan2 ente ini! Sudah dikasih tahu sama moderator: diam kalau gak bisa komentar lagi. Moderator itu baik. Ane juga baik. Ane diam saja ente maki2 dari dulu Ane balas, ente tambah kurang ajar lagi plus caci maki segala. Dibalikin eh bilang debat kusir. Mana ada debatnya sama ente itu. Ente maen2 bahasa. Argumennya ndak ada! Mana argumennya? Koq bisa: 1. Waras disamakan dengan memuji? 2. Objektif disamakan dengan memuji? 3. Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji? 4. Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji? 5. Tidak personal disamakan dengan memuji? 6. Dst…dst…. Dasar kwalitasnya ente itu dibawah kunyuk ini…… hehehehehehe…. Oh ya ane ngakuloh ane itu kunyuk. Gak apa2. Tapi dari diskusi ini, ente terima ndak otak ente itu masih lebih bodoh daripada kunyuk? Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, March 14, 2017 12:33 PM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Ge-Er amat sih orang ini. Memangnya siapa yang bilang sang penulis itu jendral, lha wong bilangnya cuman kunyuk saja kok. Haiya ada kunyuk yang ge-er-an. Kunyuk itu memang binatang, persamaan katanya monyet atau kera. Dalam bahasa Indonesia seringkali kiasan menggunakan binatang seperti misalnya dongeng MayJen Kunyuk karya Gus Dur ataupun Jendral Kancil yang dibikin sinetron itu, baik kancil ataupun kunyuk keduanya sama2 binatang tetapi sso kalau disebut kancil jadi senang tersanjung sedang kalau kunyuk jadi kebakaran jenggot, nggak tahu kenapa kok bisa begitu. kutipan: Oh begitu artinya kunyuk ya? Itu istilah ente ya. Kalau orang banyak bacanya lain: kunyuk = binatang. Oh ya kalau mau ngutip2 gus dur, tolong jangan dilabelkan ke ane karena ane bukan jendral. Atau ente dapet wangsit dari dewa dewi bahwa ane itu jendral ya?! Hehehehe. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Jonathan: "Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras." hal ini menyatakan kebanyakan sejarahwan Indonesia tidak waras dan si Gongong ini dikatakan salah satu yang waras, bukankah hal ini berarti si Gonggong itu exceptional salah satu dari sedikit yang waras, atau dengan kata nge-trend disebut "one of the best". Kalau hal ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: kalau ane bilang si A, si B, si C waras, apakah ane mendukung si A, si B, si C? Gimana logikanya waras = memuji. Lalu konteksnya tulisan dulu itu apa? ente tahu ndak? Baca ndak? Kalau sudah baca ngerti ndak? Ane bilang anhar gonggong waras karena dia gak bela PKI, juga gak bela soeharto. Ini waras. Warasnya dari sudut pandang sejarah. Ketika anhar gonggong bilang PKI menangpun akan bunuh2 dan PKI itu atheis, ini ane salahkan. Kenapa? Walaupun fakta sejarah bisa begitu, tetapi PKI diindonesia itu konteksnya lain. Semuanya atau hampir semuanya manusia Indonesia itu agamais. Bunuh2an kalau PKI menang itu adalah salahnya anhar gonggong karena dia tersamarkan. Tersamarkan akibat dia anti komunisme. Ini persis terjadi sama yusuf hasyim anaknya kiai haji hasyim as’yari yg waktu dulu adalah salah satu ansornya NU. Dia itu ketakutan krn banyak bunuh orang PKI sampai trauma. Setelah insyaf dia pernah minta ketemu sama salah satu anaknya Aidit tetapi gak digubris. Jonathan: "Dia tidak membela PKI maupun Soeharto." disini khan beliau bermaksud mengatakan si Gonggong itu imparsial, tidak memihak, pandangannya lurus, tidak membela salah satu pihak baik PKI ataupun Soeharto. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: baca saja gak becus! Anhar gonggong tidak membela PKI. Anhar gonggong tidak membela soeharto. Ini konteks tulisan itu! Apakah ini bukan objektif? Anhar gak bela kedua belah pihak dalam tulisan ini. Gimana bisa diklaim ane muji anhor gonggong? Ini masalah objektifitas. Moso’ ini masalah puji memuji? Jonathan: "Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah." terlihat sekali dalam konteks diatas "PKI maupun Soeharto" sang penulis mengatakan si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah, dus maksud beliau sejarah yg dikemukakan si Gonggong itu benar. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: koq bisa jump to conclusion dari "Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah” ke “nesare memuji anhar gonggong”? Lah jelas sekali pendapat anhar gonggong adalah tidak membela PKI dan tidak membela soeharto. Koq memuji? Kalau anhar gonggong membela PKI atau membela soeharto, ente mau bilang ane membenci alias tidak membenci anhar gonggong? Gitu logikanya ya? Koq aneh2 saja permainan logika ente ini?!! Jonathan: "Disini dia objektif." si penulis memperjelas lagi betapa si Gonggong dalam mengemukakan sejarah "PKI maupun Soeharto" dengan objektif. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: jelas anhar gonggong objektif. Dia gak bela PKI maupun soeharto. Apakah anhar gonggong benar, itu lain perkaranya. Kenapa? Karena objektif tidak sama dengan benar. Kalau anhar gonggong yg memang dari sononya benci komunisme bilang dia bela soeharto, ini baru namanya tidak objektif. Kenapa dia tidak objetif kalau bilang dia mendukung soeharto? Itu karena dia mendukung posisinya yang anti komunisme. Tetapi dia gak bilang dia mendukung soeharto makanya dia objektif. Otak ente itu gak nyampe! Otak itu lebih parah drpd otak kunyuk! Makanya jangan sombong! Jonathan: "Dia tidak personal." lagi2 disini menyangatkan arti, dalam konteks "PKI maupun Soeharto" tidak ada hal personal yg dikemukakan si Gonggong. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: jelas sekali dia tidak personal. Salahnya dimana? Dia anti komunisme. Terus dia bilang dia gak bela soeharto dan tidak bela PKI. Ini kan jelas2 tidak personal. Kalau dia personal kan harusnya dia ngomong soeharto gak salah. Tetapi kan dia gak bilang begitu. Dia gak bela soeharto!!! Lalu apa urusan “dia tidak personal” dengan “ane memuji anhar gonggong”? Ini orang (bukan kunyuk loh!) ngaco aja!!! Jonathan: Bukankah puja puji setinggi langit itu jelas diutarakan thd Anhar Gonggong. Tetapi sekali lagi lupakan sajalah anggap tidak ada, lha wong yang ngomong kunyuk kok buat apa diambil pusing. Nesare: dimana ane memuji anhar gonggong? Sekarang ditambah embel2 “setinggi langit” lagi. Hebatttt kan orang satu ini yg asal jeplak! Jonathan: Saya akhiri sampai disini pembahasan omongan si kunyuk. Btw kata "kunyuk" itu merupakan kiasan bahasa Indonesia se-hari2 yang dipopulerkan oleh Gus Dur dengan kisah legendaris "MayJen Kunyuk". Nesare: hehehehe argument ente itu gak ada. Bolak balik mainan Bahasa. Oh begitu artinya kunyuk ya? Itu istilah ente ya. Kalau orang banyak bacanya lain: kunyuk = binatang. Oh ya kalau mau ngutip2 gus dur, tolong jangan dilabelkan ke ane karena ane bukan jendral. Atau ente dapet wangsit dari dewa dewi bahwa ane itu jendral ya?! Hehehehe. Hati2 kalau ngomong! Apalagi diruang public! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]]
