Gerindra Beri Sinyal Usung Khofifah di Pilgub Jatim

Amaluddin    •    Selasa, 14 Mar 2017 18:15 WIB


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Gerindra Beri Sinyal Usung Khofifah di Pilgub Jatim
 By metrotvnews developer Sinyal itu menunjukkan arah politik Partai Gerindra 
semakin jelas.  |   |

  |

  |

 

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa --MI--

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, 
mendapat sinyal akan diusung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa 
Timur pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang. Sinyal itu 
menunjukkan arah politik Partai Gerindra semakin jelas.

"Kami (Gerindra-Red.) sudah menjalin komunikasi dengan Bu Khofifah. Bahkan 
Senin kemarin, pengurus DPD Gerindra Jatim sowan sekaligus membesuk KH Hasyim 
Muzadi yang sedang sakit. Nah, itu kan menjadi isyarat kemana arah politik kami 
saat Pilgub Jatim nanti," kata Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, Hadinuddin, 
saat dikonfirmasi, Selasa, 14 Maret 2017.

Menurut Hadinuddin, komunikasi politik partainya saat ini dengan Khofifah 
sangat intens dan terjalin dengan baik. Bahkan, kata dia, Gerindra telah 
menyiapkan kader internal untuk digandengkan dengan Khofifah, yakni Supriyatno 
(kini Ketua DPD Partai Gerindra Jatim). "Pada Rakerda Partai Gerindra beberapa 
waktu lalu mengamanatkan mengusung Pak Supriyatno sebagai Cagub Jatim. Tapi 
perkembangan politik bisa saja berubah komposisi," katanya.

Hadi bilang, ada beberapa pertimbangan Gerindra melirik dan mengusung Khofifah 
sebagai Cagub Jatim. Di antaranya, Ketua Umum PP Muslimat NU itu memiliki basis 
massa. Bahkan Khofifah hampir mengalahkan incumbent, yakni Soekarwo Pada Pilgub 
2013.

Saat itu Soekarwo-Saifullah Yusuf memproleh suara tertinggi, yakni sebanyak 
8.195.816 suara atau 47,25 persen dari 30.034.249 total Daftar Pemilih Tetap 
(DPT) Jati. Sementara posisi kedua diraih pasangan Khofifah Indar 
Parawansa-Herman S Sumawiredja, yang meraih suara 6.525.015 suara atau 37,62 
persen. 

Sedangkan sisanya diraih pasangan Bambang DH-Said Abdullah dengan suara 
sebanyak 2.200.069 suara atau 12,69 persen, dan pasangan Eggi Sudjana-M Sihat, 
dari jalur perseorangan yang mendapat 422.932 suara atau 2,44 persen. "Bu 
Khofifah terbukti hampir saja mengalahkan incumbent. Basis massa Bu Khofifah 
jelas dan kuat. Bahkan mesin politiknya juga ada," kata politikus asli Jember 
itu.

Meski demikian, Gerindra masih membuka pintu lebar terhadap tokoh-tokoh 
lainnya. Sebab, Gerindra tidak bisa mengusung calon sendiri, lantaran hanya 
memiliki sebanyak 13 kursi. Artinya, masih kurang tujuh kursi untuk bisa 
mengusung cagub-cawagub di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

"Saat ini kami tetap mengikuti tren parpol lainnya kemana mereka merapat. Yang 
jelas Gerindra tetap membutuhkan koalisi untuk bisa mengusung pasangan calon. 
Namun saat ini yang paling intens dan menemukan kecocokan visi dan misi dengan 
Gerindra baru Khofifah," ucap Hadinuddin.


(ALB)

Kirim email ke