Praktek dengan teori beda bung, srimulyani dan pak faisal hanya kaya terori 
sedang pak Jokowi kaya praktek karena pengalaman beliau menjadi walikota solo 
dan gubernur dki.

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, March 16, 2017 11:45 AM
To: GELORA_In
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Fw: Sebaiknya Faisal Basri Sarankan Sri 
Mulyani Mundur [1 Attachment]
Importance: High




From: B.DORPI P.
Sent: Thursday, March 16, 2017 11:05 AM


http://ekbis.rmol.co/read/2017/03/14/283656/Sebaiknya-Faisal-Basri-Sarankan-Sri-Mulyani-Mundur-

SELASA, 14 MARET 2017 , 06:36:00 WIB
Sebaiknya Faisal Basri Sarankan Sri Mulyani Mundur

LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
[Sebaiknya Faisal Basri Sarankan Sri Mulyani 
Mundur]<http://rmol.co/images/berita/normal/160355_06422314032017_sri_mulyani.jpg>

Sri Mulyani/Net
RMOL. Pengamat ekonomi Faisal Basri beberapa waktu lalu mengkritisi 
pemerintahan Jokowi karena menjalankan perekonomian dengan ugal-ugalan.


Salah satu hal yang disrotinya adalah ketiadaan dana untuk melanjutkan 
pembangunan light rapid transit (LRT).

Faisal juga berseloroh bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa pening dengan 
rumus 'pokoknya' Presiden Jokowi.

"Bila memang Menkeu SMI pening, sehingga tidak mampu lagi menuruti keinginan 
Presiden Jokowi, artinya memang benar bahwa SMI minim terobosan," demikian 
pandangan pengamat ekonomi Universitas Bung Karno (UBK) Gede Sandra merespon 
pernyataan Faisal, Selasa (14/3).

Menurut Gede, masih banyak jalan untuk mendapat kanpembiayaan murah untuk 
melanjutkan pembangunan LRT. Seperti salah satunya adalah dengan melakukan 
revalusasi aset dan menerbitkan sewa berjangka.

Hanya saja semua terobosan ini seperti tidak masuk dalam nalar Sri Mulyani.

"Bila ternyata SMI terus menerus tidak mampu mengikuti ritme kerja Jokowi yang 
progresif, tidak perlu terlalu memaksakan diri. Sebaiknya Faisal Basri sarankan 
SMI untuk segera mundur saja dari kabinet, daripada terus pening," tegas Gede.

Gede juga mengkritisi pernyataan Faizal Basri dua hari di sebuah acara, yang 
menyebutkan bahwa lebih baik Indonesia memperluas lahan sawah daripada 
mengakuisisi saham Freeport.

Menurutnya, cara berpikir Faisal Basri yang seperti ini sangat kental aroma 
komprador asingnya. Suatu cara berpikir yang bertentangan dengan Pasal 33 UUD 
1945 dan Trisakti Bung Karno.

"Tahukah Faisal Basri bahwa sisa cadangan emas yang kini masih dikuasai 
Freeport setara dengan seluruh jumlah cadangan emas yang pernah dimiliki 
Indonesia sejak merdeka? Jangan-jangan pemikiran Faisal Basri yang keblinger 
ini sebenarnya mewakili pemikiran SMI," tutup Gede Sandra.



[rus]









Kirim email ke