Kalau aturannya FPI pasti tidak dilanggar. Pasti dijanjikan masuk sorga dan dapat 72 bidadari......
2017-03-18 6:52 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > > Pada Jumat, 17 Maret 2017 20:39, "Jonathan Goeij [email protected] > [GELORA45]" <[email protected]> menulis: > > > > > > Apakah ‘Tamasya Al Maidah’ saat Pilkada Jakarta melanggar aturan? > <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39301911> > > > Apakah ‘Tamasya Al Maidah’ saat Pilkada Jakarta melanggar aturan? - BBC > Ind... > Bawaslu DKI Jakarta melihat ada 'potensi' intimidasi pada gerakan Tamasya > Al Maidah. > <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39301911> > > > Rafki HidayatWartawan BBC Indonesia > > - 17 Maret 2017 > > Kirim <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39301911#share-tools> > [image: cover]Hak atas fotoTWITTER > Jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua April mendatang, sebuah rencana > gerakan bernama 'Tamasya Al Maidah' menjadi kontroversi di lini massa. > Di Twitter, misalnya, Bambang Suratno lewat akun @bamsratno13 mencuit aksi > tersebut adalah "bentuk intimidasi bagi warga DKI." > [image: bambang]Hak atas fotoTWITTER > Berdasarkan poster yang telah diedarkan, aksi dengan *tag-line* "saatnya > ummat memilih" itu mengajak warga di luar Jakarta untuk datang ke TPS-TPS > saat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua 19 April mendatang. Tujuannya untuk > "mengawal penegakan" surat Al-Maidah ayat 51. > > - Sidang ke-14: Ahok 'diserang dengan isu agama' sejak di Belitung > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39262816> > - Siapa terpental di Pilkada DKI Jakarta: Agus, Ahok atau Anies? > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38977448> > > Yang ingin mendaftar diminta untuk mengunduh aplikasi pada ponsel pintar > melalui Google Playstore. Pada hari-H mereka diwajibkan mengenakan "kemeja > putih dan songkok hitam" bagi laki-laki, memakai "gamis dan jilbab warna > gelap" bagi perempuan, dan menggunakan stiker bertuliskan tag-line aksi. > [image: POSTER]Hak atas fotoPANITIA AKSI > Salah satu panitia Tamasya Al Maidah, Gimy, kepada BBC Indonesia > menegaskan gerakan tersebut bukanlah "intimidasi." "Siapa yang mau > intimidasi? Tidak ada. Itu kan dari lawan Anies Sandi (saja) yang gerah > dengan gerakan ini. Kami hanya mengawal saja." > Ketika ditanya sudah banyakkah orang yang mendaftar dan mengunduh aplikasi > acara tersebut? Gimy mengklaim "belum tahu". > 'Tolak aplikasi' > Di media sosial mulai muncul suara yang mengajak agar aplikasi Tamasya Al > Maidah ditutup. Misalnya akun @IrianaPasirua yang mencuit, "Yuk... laporkan > rame-rame biar ditutup aplikasinya." > [image: google]Hak atas fotoREVIEW GOOGLE > Ketika BBC Indonesia melihat deskripsi aplikasi Android tersebut di > Google, terlihat bahwa rating dari aplikasi Tamasya Al Maidah, tidak begitu > baik. Dari 820 orang yang memberikan ulasan, nilai aplikasi itu 2,9 dari 5 > atau 5,8 dari 10. > Mayoritas, yaitu sebanyak 430 orang, memberikan ulasan dengan nilai > terburuk atau satu bintang. Sementara yang kedua tertinggi, yaitu sebanyak > 385 orang, memberi penilaian terbaik atau lima bintang. > [image: review]Hak atas fotoGOOGLE > Komentar dari pengulas pun sangat beragam. Samuel Andy yang memberikan > satu bintang menyebut "pembuat aplikasi ini ingin membuat orang mendukung > rasisme terhadap minoritas." Sementara Almio Harjanto yang memberi lima > bintang menyatakan aplikasi tersebut "sangat informatif" dan "mendorong > Pilkada DKI Jakarta yang bersih dan adil." > Melanggar atau tidak? > Kepada BBC Indonesia, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, > Mimah Susanti, menegaskan masayarakat boleh mendatangi TPS karena Pilkada > berlangsung terbuka, "tetapi tidak boleh dengan tujuan melakukan > intimidasi, memobilisasi-mengarahkan untuk memilih calon tertentu atau > mengganggu proses Pilkada." > [image: ANIES DAN AHOK]Hak atas fotoAFP/EPAImage captionBasuki Tjahaja > Purnama dan Anies Baswedan memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta > putaran pertama (15/02). > Khusus untuk gerakan bernama "Tamasya Al Maidah" yang memiliki *tag-line* > "Saatnya > ummat memilih", Mimah mengakui adanya "potensi" intimidasi. > Seperti diketahui, salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja > Purnama masih berstatus terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama setelah > dia menyebut kata surat Al-Maidah saat berpidato di Kepulauan Seribu, > September 2016 lalu. > > - Yang mudik ke Jakarta -hanya agar bisa memilih: Agus, Ahok Anies? > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38903475> > - Membangun Jakarta? Debat kedua cagub Jakarta dinilai lebih baik > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38770599> > > "Karena masih potensi, sifatnya saat ini (kami memberikan) himbauan > (kepada penyelenggara). Kalau mau datang ke TPS silahkan, tapi kalau > mengintimidasi, mempengaruhi atau mengarah (memilih) calon (tertentu), > kalau ada yang mengarah ke situ, kita akan koordinasi dengan kepolisian > setempat, karena bisa saja mencurigakan," tegas Mimah. > [image: kotak suara]Image captionBawaslu belum dapat mengambil tindakan > tegas sebelum melihat fakta di lapangan. > Meskipun begitu, untuk mengambil tindakan tegas, Mimah menambahkan, > Bawaslu harus melihat "faktanya dulu" di lapangan, "karena Bawaslu > bertindak tidak boleh dari opini." > Saat Pilkada putaran kedua nanti, jika ada yang keberatan dia pun meminta > masyarakat untuk mengajukannya "kepada pengawas TPS (Tempat Pemungutan > Suara)". > Dengan banyaknya penolakan di media sosial, salah satu panitia "Tamasya Al > Maidah", Gimy, mengaku telah mendapatkan "intimidasi" bahkan kepada > keluarganya. Namun, dia menegaskan gerakan tetap berlanjut. > "Kita tak persiapkan perang. Kita *gak* punya senjata, tak latih > seseorang untuk merusak. Kita *gak* punya amunisi apapun," pungkasnya. > > > >
