Rata-rata orang yoga jantungnya sehat, mengingat olah raga yang dilakukan 
berupa olah napas, disamping makanan Vegetarian, tidak heran orang yang hobi 
yoga umurnya diatas 100 tahun. Saya pernah baca orang cina ada yang umurnya 
sampai 150 tahun begitu juga orang india.

Katanya orang yoga sel-sel tubuhnya yang diolah ragakan, sedangkan olah raga 
biasa ototnya yang diolah, sehingga kulit yang keriput akan seger kembali.
Yoga bisa melenturkan tubuh yang tidak dimiliki oleh olah raga biasa, sehingga 
tak heran orang yang hobi yoga tubuhnya bisa dilipat-lipat tidak seperti orang 
biasa.
Yoga bisa menyatukan antara darah dengan daging, makanya tak heran orang yang 
hebat pelajaran yoga jika tubuhnya ditusuk-tusuk darahnya tidak keluar. Seperti 
ritual-ritual di tahilan dimana mulutnya ditusuk-tusuk pakai pedang darahnya 
tidak keluar.
Orang yang pintar yoga bisa mengangkat tubuhnya/terbang 1 meter seperti yang 
terlihat di discovery canel dimana orang nepal bisa terbang dalam keadaan mata 
terpejam


From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
Sent: Monday, March 20, 2017 3:21 PM
To: GELORA45@yahoogroups.com; nasional-l...@yahoogroups.com; 
temu_er...@yahoogroups.com
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Masyarakat adat di Amerika Selatan punya, 
jantung tersehat, ini sebabnya





http://www.antaranews.com/berita/619101/masyarakat-adat-di-amerika-selatan-punya-jantung-tersehat-i<http://www.antaranews.com/berita/619101/masyarakat-adat-di-amerika-selatan-punya-jantung-tersehat-ini-sebabnya>

ni-sebabnya<http://www.antaranews.com/berita/619101/masyarakat-adat-di-amerika-selatan-punya-jantung-tersehat-ini-sebabnya>

Masyarakat adat di Amerika Selatan punya
jantung tersehat, ini sebabnya
Senin, 20 Maret 2017 10:17 WIB | 1.255 Views
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
[Masyarakat adat di Amerika Selatan            punya jantung tersehat, ini 
sebabnya]
Hari Jantung Se-Dunia 2015 Anak-anak menunjukkan poster bertema kesehatan 
jantung saat peringatan Hari Jantung Se-Dunia 2015 yang diadakan oleh Yayasan 
Jantung Indonesia di, Jakarta, Minggu (27/9). Peringatan tersebut mengangkat 
tema "Jantung Sehat untuk Semua", bertujuan mencegah kecenderungan penyakit 
Kardiovaskular (jantung) yang mulai terjadi di usia lebih muda dibandingkan 
waktu sebelumnya. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ()
Jakarta (ANTARA News) - studi belum lama ini menyebut bahwa masyarakat Tsimane, 
bagian dari populasi Amazon Bolivia, Amerika Selatan memiliki risiko terkena 
aterosklerosis koroner (pengerasan pembuluh darah) terendah dibandingkan 
populasi masyarakat lainnya.

Dalam studi yang dipublikasikan the Lancet itu, peneliti mengungkapkan gaya 
hidup sehat masyarakat setempat menjadi salah satu alasannya.

"Gaya hidup diet rendah lemak jenuh, konsumsi karbohidrat kaya serat yang 
tinggi, berbarengan dengan konsumsi ikan, tidak merokok dan aktif sepanjang 
hari terbukti membantu mereka mengenyahkan pengerasan arteri jantung," ungkap 
ahli antropologi dari University of New Mexico, USA,  Profesor Hillard Kaplan.

Meskipun gaya hidup Tsimane sangat berbeda dari masyarakat kontemporer, namun 
gaya hidup itulah yang membantu jantung mereka tetap sehat. Masyarakat di sana, 
hanya menghabiskan 10 persen waktunya bersantai (tidak bergerak aktif). Para 
pria biasanya menghabiskan waktu 6-7 jam per harinya melakukan aktivitas 
sementara para perempuan sekitar 4-6 jam.

Biasanya sebagian besar waktu mereka gunakan untuk berburu, bertani dan 
memancing.

Masyarakat Tsimane umumnya mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat (72 
persen), termasuk makanan kaya serat seperti nasi, pisang, ubi kayu, jagung, 
kacang-kacangan dan buah-buahan.

Baca juga: (Jangan lewatkan sarapan agar jantung tetap 
sehat<http://www.antaranews.com/berita/610291/jangan-lewatkan-sarapan-agar-jantung-tetap-sehat?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news>)

Konsumsi protein juga merupakan  bagian dari diet mereka (14 persen diet). 
Umumnya masyarakat setempat mengonsumsi protein hewani, yakni 38 gram lemak 
setiap hari, termasuk 11 gram lemak jenuh dan samasekali tak ada lemak trans.
Warga Tsimane bahkan jarang merokok.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan para ahli, diketahui 85 persen 
masyarakat Tsimane (596 dari 705 orang) berusia 40-94 tahun tak memiliki risiko 
terkena penyakit jantung. 89 orang (13 persen) memiliki risiko rendah dan hanya 
20 orang (3 persen) yang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.

Bukan hanya risiko terkena penyakit jantung, kadar glukosa dalam darah, 
kolesterol dan tekanan darah masyarakat Tsimane juga Para peneliti juga 
mencatat bahwa risiko terkena aterosklerosis koroner tetap rendah sekalipun 
sebagian dari mereka mengalami peradangan (360 dari 705 orang).

"Pemikiran konvensional adalah peradangan meningkatkan risiko penyakit jantung. 
Namun, peradangan umum untuk Tsimane tidak berhubungan dengan peningkatan 
risiko penyakit jantung, " kata Profesor Randall Thompson, ahli jantung dari 
Saint Luke's Mid America Heart Institute, USA, seperti dilansir 
alphagalileo.org<http://alphagalileo.org>.

Baca juga: (Gerhana "cincin api" meliputi Afrika dan Amerika 
Selatan<http://www.antaranews.com/berita/614779/gerhana-cincin-api-meliputi-afrika-dan-amerika-selatan>)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017








Kirim email ke