Masalah yang terpokok dari hasil penambangan 1,7 miliar ton itu, selama
ini sudah berapa milliard dollar keuntungan yang telah diraup oleh
Freeport dan apa yang telah dihasilkannya untuk pembangunan atau
kepentingan kehidupan rakyat Indonesia khususnya untuk provinsi
Irian-Barat itu? Pernah diumumkan secara terbuka?

Kalau belum mampu mengeksploitasinya yah disiapkan syarat-syarat tenaga
kerja Indonesia sendiri lebih dulu. Kekayaan yang didalam perut bumi
Indonesia itu tidak akan hilang kalau tidak ada yang mencurinya,
misalnya, terutama PT Freeport dan segenap komplotannya sampai ke
pusatnya sana. Menghentikan eksploitasi Freeport berarti menghentikan
pencurian besar-besaran kekayaan alam Indonesia.

Itu kalimat-kalimatnya si Wahyu Sunyoto, SVP Geo Engineering PT Freeport
Indonesia, kok uraiannya memang sengaja menakut-nakuti dan berbau jiwa
amtenaar zaman Belanda dulu untuk meredam kebangkitan perlawanan
kolonialisme rakyat terutama para pemuda Indonesia waktu itu. Apa
mungkin para pekerja baik yang ahli maupun biasa dan kaum sarjana
Indonesia sekarang ini jiwanya masih seperti jiwa kintelnya si Wahyu
itu?

Kalau yang dipersoalkan risiko penghentian penambangan dengan tipe
perjanjian seperti sekarang, yalah tidak adanya pemasukan uang komisi
atau korupsi ke dalam kantong para pengpengkomp itu. Namun demikian
secara perseorangan mereka itu hidupnya kan tidak akan menderita
kemelaratan. Masih tetap "lumayan" kalau dibandingkan dengan rakyat
terutama yang di Irian Barat itu. 






Am Mon, 20 Mar 2017
08:14:47 +0100 schrieb "'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl
[nasional-list]" <nasional-l...@yahoogroups.com>:

> https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_
>  
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604>
> 
> ga=1.119482121.1822938513.1489990604 
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604>
> 
> Senin 20 Mar 2017, 11:47 WIB
> 
> 
>   Dikeruk Freeport, Emas dan Tembaga di Papua
> 
> 
>   Tersisa Berapa?
> 
> Michael Agustinus - detikFinance
> Share *0* 
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> Tweet 
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> Share *0* 
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> 21 komentar 
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> 
> Dikeruk Freeport, Emas dan Tembaga di Papua Tersisa Berapa? Foto: 
> Istimewa/Puspa Perwitasari
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freeport-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> <https://finance.detik.com/energi/3451216/dikeruk-freepSVP Geo
> Engineering PT Freeport Indonesia, Wahyu
> Sunyotoort-emas-dan-tembaga-di-papua-tersisa-berapa?_ga=1.119482121.1822938513.1489990604#>
>  
> 
> *Jakarta* - PT Freeport Indonesia telah mengeruk cadangan emas dan 
> tembaga dari Grasberg, Papua, sejak 1991. Dari total cadangan mineral
> di Tambang Grasberg yang mencapai 3,8 miliar ton, sebanyak 1,7 miliar
> ton telah diambil Freeport.
> 
> Jumlah cadangan emas dan tembaga yang tersisa diperkirakan masih 2,1 
> miliar ton.
> 
> "Sampai hari ini, Freeport sudah menambang 1,7 miliar ton. Yang
> tersisa sampai 2041 adalah 2,1 miliar ton," ungkap SVP Geo
> Engineering PT Freeport Indonesia, Wahyu Sunyoto, dalam diskusi
> Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), di Hotel Bidakara, Jakarta,
> Senin (20/3/2017).
> 
> *Baca juga: Tambang Bawah Tanah Freeport Tak Boleh Terbengkalai 
> <https://finance.detik.com/read/2017/03/16/100502/3448244/1034/tambang-bawah-tanah-freeport-tak-boleh-terbengkalai>*
> 
> Ia menambahkan, cadangan emas dan tembaga di Grasberg baru habis pada 
> 2054. "Cadangan yang ada sekarang masih tersisa sampai 2054. Siapa
> pun yang akan mengoperasikan wilayah itu di kemudian hari masih ada 
> cadangan," ucapnya.
> 
> Cadangan emas dan tembaga di Grasberg adalah salah satu yang terbesar
> di dunia. Tetapi kekayaan alam itu ditemukan lewat berbagai upaya
> yang tidak mudah.
> 
> Wahyu menuturkan, eksplorasi pertambangan di Papua sangat berisiko. 
> Ditambah lagi cadangan berada di lokasi-lokasi terpencil yang minim 
> infrastruktur, tersembunyi di hutan dan pegunungan.
> 
> "Intinya penambangan di Papua sangat berisiko tinggi. Pada saat 
> eksplorasi, di Papua tidak ada data sama sekali, kita mulai dari nol. 
> Pemerintah belum siap, yang ada hanya peta militer peninggalan Zaman 
> Belanda," ujarnya.
> 
> Butuh teknik khusus untuk menemukan cadangan mineral di Papua.
> 
> "Wilayah pertambangan kami secara topografi sangat sulit sehingga tak 
> mudah merancang infrastruktur untuk tambang kami. Tantangan utama 
> eksplorasi di Papua, daerahnya yang sangat terpencil. Kita tidak bisa 
> eksplorasi secara konvensional, harus memanfaatkan Helicopter Hoist 
> Sampling Technique," paparnya.
> 
> *Baca juga: Tambang Bawah Tanah Freeport Setop Produksi, Apa
> Risikonya?
> <https://finance.detik.com/read/2017/03/15/183206/3447865/1034/tambang-bawah-tanah-freeport-setop-produksi-apa-risikonya>*
> 
> Butuh modal besar untuk mengembangkan Tambang Grasberg di Papua. 
> Freeport sampai menjual aset-asetnya di seluruh dunia supaya punya
> modal buat investasi di Grasberg.
> 
> Investasi dalam skala besar untuk bisnis berisiko tinggi ini, menurut 
> Wahyu, butuh stabilitas jangka panjang. Itulah sebabnya Freeport
> ingin tetap mempertahankan Kontrak Karya (KK).
> 
> "Freeport menjual aset di seluruh dunia untuk diinvestasikan di 
> Grasberg, dan menggandeng Rio Tinto. Betapa penting investasi jangka 
> panjang mendapat stabilitas dari pemerintah," tukasnya. *(mca/hns)*
> 
> 
> 
> 
> 

  • [GELORA45] ... 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45]
    • AW: [G... 'arif.hars...@t-online.de' arif.hars...@t-online.de [GELORA45]
      • Re... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
        • ... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
          • ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke