Pada Kamis, 23 Maret 2017 12:46, "'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list]" <[email protected]> menulis:
 

     [Attachment(s) from j.gedearka included below]  
  
 http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/23/13052371/sandiaga.kembali. 
dilaporkan.ke.polisi.oleh.fransiska.kumalawati
 
  
Sandiaga Kembali Dilaporkan ke Polisi oleh 
 
 
Fransiska Kumalawati 
  Kamis, 23 Maret 2017 | 13:05 WIB     
   -    
 
   -    
 
   -    
 
   -    
 
   -    
 
  2733 Shares   KOMPAS.com/Kahfi Dirga Cahya Calon wakil gubernur DKI Jakarta, 
Sandiaga Uno di Paseban, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).   
Terkait
    
   -  Sandiaga Buka-bukaan soal Dua Orang Super Kaya dalam Kasus Dugaan 
Penggelapan 
   -  Ini Penampakan Lahan yang Menyeret Nama Sandiaga Uno ke Polisi 
   -  Andreas Tjahyadi Lapor Balik Dugaan Penggelapan yang Menyeret Namanya dan 
Sandiaga 
   -  Sandiaga: Ini Perseteruan 2 Orang Super Kaya, Pak Djarot Enggak Ngerti 
   -  Polisi Akan Kembali Panggil Sandiaga Uno 
   -  Penegak Hukum Dinilai Bertindak Cepat dan Agresif pada Kasus Sandiaga 
   -  Sandiaga Tidak Akan Penuhi Panggilan Polisi Besok 
   -  Sandiaga Tak Merasa Dikriminalisasi 
   -  Tim Advokasi: Sandiaga Tidak Pernah Lari dari Persoalan Hukum 
      
 JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, kembali 
dilaporkan ke polisi. Kali ini, Sandiaga bersama rekan bisnisnya Andreas 
Tjahyadi dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo dengan tuduhan memalsukan 
kwitansi. 
 
 Fransiska menjelaskan, laporan ini masih berkaitan dengan laporannya yang 
pertama. Dalam laporan yang pertama, Fransiska melaporkan Sandiaga dan Andreas 
terkait dugaan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, 
Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.
 
 "Iya, (laporan kali ini) terkait dengan laporan pertama. Jadi kami menemukan 
dari notaris bahwa ada tanda terima pembayaran yang palsu," ujar Fransiska, 
ketika dihubungi, Kamis (23/3/2017). 
 
 (baca: Sandiaga Buka-bukaan soal Dua Orang Super Kaya dalam Kasus Dugaan 
Penggelapan) Fransiska menjelaskan, berdasarkan data yang dia dapat dari 
notaris, ada kwitansi pembayaran terkait tanah tersebut yang ditandatangani 
oleh Djoni Hidayat. Namun, Djoni, menurut Fransiska, tidak pernah merasa 
menandatangani kwitansi itu. 
 
 "Dari hasil pemeriksaan, dari notaris didapatkan kwitansi tanda penerimaan 
uang yang ditandatangani oleh Djoni Hidayat. yang mana Pak Djoni Hidayat tidak 
merasa pernah menerima uang tersebut dan menandatangani kwitansi sebagai tanda 
terima nya," ucap Fransiska. 
 
 Fransiska mengungkapkan, Djoni merupakan direktur PT Japirex. Dalam perusahaan 
tersebut Sandiaga dan Andreas menjabat dewan direksi perusahaan. 
 
 Laporan dari Fransiska kali ini tertuang dalam 
LP/1427/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada Selasa (21/3/2017). 
 
 Sebelumnya, Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas ke polisi atas 
tuduhan telah melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan 
Raya Curug, Tangerang Selatan. 
 
 "Penggelapan tanah kurang lebih satu hektare di Jalan Raya Curug," kata 
Fransiska saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2017). 
 
 (baca: Sandiaga Minta Polisi Tunda Pengusutan Kasusnya)
 
 Fransiska mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan masalah itu secara 
kekeluargaan bersama Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno sejak Januari 2016. 
Namun, Andreas dan Sandiaga tak menanggapi baik upaya penyelesaian itu. 
 
 "Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau 
Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," kata Fransiska. 
 
 Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu 
(8/3/2017). Laporan tersebut diterima dengan nomor 
1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Mereka dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP.
 
 Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan 
adanya laporan kedua dari Fransiska terhadap Sandiaga Uno. Argo menyebut 
laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
 
 "Tentunya masyarakat yang merasa dirugikan boleh-boleh saja melapor, polisi 
akan menindaklanjutinya. Proses awal ya penyelidikan, kalau ditemukan unsur 
pidana ya dinaikkan ke penyidikan,"ucap Argo, di Mapolda Metro Jaya Kamis siang.
 
 (baca: Andreas Tjahyadi Lapor Balik Dugaan Penggelapan yang Menyeret Namanya 
dan Sandiaga)
 
  Kompas TV Kasus Hukum Sandiaga Uno Dipolitisasi? 
 
    
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    
   - Pilkada DKI 2017
   
| Penulis | : Akhdi Martin Pratama |
| Editor | : Indra Akuntono |

  TAG:    
   -  Sandiaga Uno 
   -  Anies-Sandiaga 
   -  argo yuwono 
   -  Pilkada DKI Jakarta 2017 
   -  Pilkada DKI Jakarta 
   -  putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 
   -  Anies-Sandi 
 
 
 
 
 
  #yiv7410279049 #yiv7410279049 -- #yiv7410279049ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-mkp #yiv7410279049hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mkp #yiv7410279049ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mkp .yiv7410279049ad 
{padding:0 0;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mkp .yiv7410279049ad p 
{margin:0;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mkp .yiv7410279049ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-sponsor 
#yiv7410279049ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-sponsor #yiv7410279049ygrp-lc #yiv7410279049hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-sponsor #yiv7410279049ygrp-lc .yiv7410279049ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7410279049 #yiv7410279049actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7410279049
 #yiv7410279049activity span {font-weight:700;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7410279049 #yiv7410279049activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7410279049 #yiv7410279049activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7410279049 #yiv7410279049activity span 
.yiv7410279049underline {text-decoration:underline;}#yiv7410279049 
.yiv7410279049attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7410279049 .yiv7410279049attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7410279049 .yiv7410279049attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7410279049 .yiv7410279049attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7410279049 .yiv7410279049attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7410279049 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7410279049 .yiv7410279049bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7410279049 
.yiv7410279049bold a {text-decoration:none;}#yiv7410279049 dd.yiv7410279049last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7410279049 dd.yiv7410279049last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7410279049 
dd.yiv7410279049last p span.yiv7410279049yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7410279049 div.yiv7410279049attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7410279049 div.yiv7410279049attach-table 
{width:400px;}#yiv7410279049 div.yiv7410279049file-title a, #yiv7410279049 
div.yiv7410279049file-title a:active, #yiv7410279049 
div.yiv7410279049file-title a:hover, #yiv7410279049 div.yiv7410279049file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7410279049 div.yiv7410279049photo-title a, 
#yiv7410279049 div.yiv7410279049photo-title a:active, #yiv7410279049 
div.yiv7410279049photo-title a:hover, #yiv7410279049 
div.yiv7410279049photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7410279049 
div#yiv7410279049ygrp-mlmsg #yiv7410279049ygrp-msg p a 
span.yiv7410279049yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7410279049 
.yiv7410279049green {color:#628c2a;}#yiv7410279049 .yiv7410279049MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7410279049 o {font-size:0;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049photos div {float:left;width:72px;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7410279049
 #yiv7410279049reco-category {font-size:77%;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049reco-desc {font-size:77%;}#yiv7410279049 .yiv7410279049replbq 
{margin:4px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-mlmsg select, #yiv7410279049 input, #yiv7410279049 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-mlmsg pre, #yiv7410279049 code {font:115% 
monospace;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-mlmsg #yiv7410279049logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-msg 
p#yiv7410279049attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-reco #yiv7410279049reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-sponsor 
#yiv7410279049ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-sponsor #yiv7410279049ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-sponsor #yiv7410279049ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7410279049 #yiv7410279049ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7410279049 
#yiv7410279049ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7410279049 

   

Kirim email ke