Tidak mengherankan. Bagaimanapun, sebagian besar negara eks
penjajah masih berbentuk kerajaan, sekalipun dengan embel-embel 
constitutional monarchy (sedangkan eks bangsa jajahan rata-rata 
menjadi negara republik).
Yang mengherankan itu tidak adanya petinggi Indonesia yang bicaralagi soal Dasa 
Sila. Khususnya sekarang ini, saat ekstrim Kanan 
kembali bangkit menyulut chauvinisme di sana-sini.

   --- yskp45@... wrote:


 
 AUTUCRATIC - FEODALISME MELANDA CIVILISASI DUNIA

The wirr...warr...of the Bubblespolitik of the Pseudo Nasionalisme USA Presiden 
Donald Trump menggoncang hubungan Internasional, terutama menggoncang 
existential persatuan European Union ( EU ) dan NATO.

"European Union/EU is only as a stepping-stone ( Mittel zum Zweck ) dan NATO 
sudah obsolet/Daluwarsa, yang hanya merupakan Mesin yang menghisaphabis 
USDollar", dinyatakan oleh Presiden Donald Trump, seperti halilintar 
tranzsendental merasuk, menggoncang, melumpuhkan dayasadar Anggota-Anggota 
EU/NATO, yang bersatu dan dipersatukan, hidup dengan Doctrine "NATO adalah alat 
politik Luarnegeri AS di Europa dan NATO merupakan batuloncatan Militer AS 
untuk kepentingan Geopolitik AS di Timur-Tengah dan di Kontinent lainnya.
Expansi NATO ke Negara-Negara bagian ex-Pacta Warsawa dan ke Negara-Negara 
ex-Sowyet Union merupakan Strategi AS dan NATO" ( A New NATO, Foreign Affaire, 
1993, Sep./Oct.; Report to the Congres on the Entlargement of NATO, Washington 
1997, February).

Agresi AS,EU/NATO di Balkan, di Afghanistan, di Iraq, di Libya, di Suriah, yang 
melikwidasi Pemerintahan Negara-Negara Merdeka, dan kekuatan Militer 
pendudukan, AS,EU/NATO menghancurkan kesatuan Nasional dari Bangsa-Bangsa tsb., 
dan kekuasaan Militer pendudukan melaksanakan "Demokrasi Ku Klux Klan AS", 
yaitu semua melawan semua, semua membunuh satusama lain, untuk kepentingan 
Geopolitik USA, merupakan kerjasama puncak tertinggi antara AS, EU/NATO, dalam 
rangka pengisian Doctrine "A New NATO", dari permulaan Abad ke-XXI sampai 
dengan hari ini.

Pernyataan Presiden Donald Trump, "European Union is only a stepping-stone ( 
Mittel zum Zweck ) adalah tepat: Ambisi "GROSSMACHT DEUTSCHLAND" Kanzlerin 
Merkel dengan hysteria anti-Russia bertemu dengan kepentingan 
Kriegtreiber/Warmonger - drift into a war Presiden AS Obama, yang mengirim 
ratusan ribu Tentara Pendudukan NATO, terutama USArmy dan Bundeswehr-Germany ke 
Balkan, Afghanistan, Iraq, dan negeri-negeri Timur-Tengah lainnya, dan juga 
mengintervensi Ukraina, menjatuhkan Pemerintahan Ukraina yang syah Presiden 
Yanukowitsch dan diganti dengan Marionette AS, yang kini bernama Poroschenko, 
yang melaksanakan semua kepentingan Obama Washington-Adminsitration dan 
kepentingan "GROSSMACHT DETSCHLAND" Kanzlerin Merkel dengan hysteria 
anti_Russia, seperti pelaksanaan apa yang dinamakan Blokade/Sanktion melawan 
Russia disegala bidang, di bidang Politik, Ekonomi, Kebudayaan, malah sampai 
urusan blokade Sport.

Aksi-aksi seperti ini, dinyatakan oleh Presiden Donald Trump sebagai obsolet 
dan pada Pertemuan Tingkat Tinggi NATO di Brusel sekitar menjelang akhir bulan 
Maret ini, tidak akan ada Perwakilan dari Washington-Adminstration (Pentagon ), 
tidak Mentri Pertahanan AS General James Mattis dan juga tidak Mentri 
Luarnegeri AS Rex Tillerson yang akan hadir. Untuk pertamakalinya pada 
Pertemuan Tingkat Tinggi NATO, semenjak NATO didirikan oleh Presiden AS-Truman 
68 Tahun yang lalu, tidak dihadiri oleh Perwakilan 
Washington-Administration/Pentagon; dan Presiden Donald Trump tidak memberi 
BOGEYMAN hysteria anti_Russia, sebagai arah persatuan EU/NATO, seperti yang 
diharapkan oleh Bundeskanzlerin Merkel.

Kontradiksi yang tajam berjalan didalam European Union; England 
meninggalkan/menyatakan keluar dari Club European Union. England tidak ingin di 
Diktat oleh "GROSSMACHT DEUTSCHLAND" Kanzlerin Merkel, yang menggunakan EU 
sebagai alat revanchisme Jerman memusuhi Russia, atas kekalahan Jerman pada 
Perang Dunia ke-II.
Seantero Anggota-Anggota European Union ingin kembali kepada souverenitas 
Nasional negeri mereka.
EU-Kommisionschef Jean Claude Juncker sampai kepada kesimpulan, bahwa Europeam 
Union takkan bisa mempertahankan kesatuannya, akan cerai-berai, justru itu Jean 
Claude Juncker menolak untuk dipilihkembali menjadi EU-Kommisionschef.

European Union sedang brodelt/bubble, berada dipersimpangan jalan: to be or not 
tobe, dan untuk itu diperlkukan BOGEYMAN-alat persatuan, hysteria anti_Russia 
dari Washington-Adminstration, dari Presiden Donald Trump. Hanya apakah itu 
realitas dari perjalanan kehidupan Civilisasi Dunia?

Dipihak lain, Presiden Donald Trump dan sebagai seorang Businessman real 
estate-monopol, membentuk Pemerintahannya dengan "Businesspartner" 
disekitarnya, seperti Rex Tillerson - Mentri Luarnegeri, adalah Boss 
Exxonn-Mobil, yang dikenal dengan nama julukan Mr.Exxon; 
Mentri Perdagangan Wilbur Ross, seorang Spekulant real estate-monopol di 
Florida; Mentri Keuangan Steven Mnuchin seorang Hedgefonds-Manager 
ex-Goldman-Sachs; Mentri Tenaga Kerja Andrei Puzder seorang ex-Konzernchief 
Fast-Food-Branche; etc., yang seperti itu, dan semua mereka-mereka tsb. dikenal 
Presiden Donald Trump dalam hubungan Business real estate-monopol.

Dan lebih menarik lagi, yang belumpernah terjadi dalam Sejarah USA, pelaksanaan 
Nepotisme dalam kekuasaan Negara; yang tidak diatur dalam Konstitusi, tidak 
dibenarkan oleh Senat ataupun Kongres. Nepotisme dalam kekuasaan Negara adalah 
typical kekuasaan Negara di negeri-negeri yang sedang berkembang Asia, Afrika 
dan Amerika-Latin, dimana Kapitalisme Nasional belum berkembang dan system 
Feodal masih berjalan, dan para Jendral Militer mengambil kekuasaan Negara, dan 
meletakkan para Anggota-keluarga mereka pada Pimpinana-Pimpinan kekuasaan 
Adminsitrasi Negara, terutama menguasai pimpinan-pimpinan Perusahaan-Perusahaan 
Negara dan Perekonomian Negeri, untuk kepentingan Clan mereka.

Republik Indonesia mengenal Nepotisme Preiden Jendral Suharto, sesudah 
melakukan Pembantaian Masal atas jutaan warganegara R.I. pada proses coup 
d'Etat September1965, dengan Autocracy kekuasaan Militer, Jendral Suharto 
meletakkan seluruh Anggota keluarganya untuk menguasai Perekonomian Republik 
Indonesia:

- Tutut Suharto, .......Toll road, real estate, elevated trains and highways, 
power stations;
- Sigit Suharto, ........Shareholder in Bank Central Asia, owner, with Tommy, 
of Utama Bank;
- Bambang Suharto, TVstation, Hyundai car production, hotels, natral gas, 
petrochicals;
- Titik Suharto,.........Finace company, real estate, telecommunications. Her 
industry Bank closed.
- Tommy Suharto.....National car project, shipping, oil and gass exploration 
and transportation.
 [ Sumber:Newsweek, January 26,1998, New York, hal.24 ] 

Der Pate/Godfather Jendral Suharto, dalam fungsinya sebagai Presiden R.I. 
mencuri Keuangan Negara R.I. sejumlah 50 Milliard USDollar, yang dinyatakan 
oleh PBB sebagai Presiden terkorup di Dunia.

Presiden AS Donald Trump melaksanakan Nepotisme pada Abad ke-XXI, di Negara 
Industri yang kuat di Dunia, meletakan Putrinya Ivanka dan suami Ivanka-Jared 
Kushner sebagai Penasehat Presiden. Ivanka mempunyai Kantor di Gedung Putih dan 
hadir/ikutserta dalam segala bentuk Pertemuan Kerja Presiden, apakah dengan 
Aparat Negara AS ataupun dengan Tokoh-Tokoh Negara Internasional.
Nepotisme dari Autocratic-Feodalisme di Abad ke-XXI, di Negara Industri yang 
kuat di Dunia, dengan potensi kekuatan Militer yang besar, sangat membahayakan 
Perdamaian dan kehidupan Civilisasi Dunia.Monopolkapital tidak memerlukan 
Demokrasi, hanya memerlukan kekuasaan, dan inilah yang sedang dibentuk oleh 
seorang Autocrat Presiden Donald Trump, yang akan menuju kepada kekuasaan 
Autocracy Presiden Donald Trump tanpa batas.

Persatuan Monopolkapital dengan Burokrasi Negara dan Militer adalah kekuatan 
Imperialisme yang membahayakan Perdamaian dan membahayakan Kehidupan Civilisasi 
Dunia, seperti yang terlihat semenjak awal Abad ke-XXI di negeri-negeri 
Timur-Dekat dan Timur-Tengah,sampai sekarang, yang dihancurkan oleh perampokan 
Imperialisme AS,EU/NATO.

Sesuatu yang optimis, yalah Pernyataan Jendral Russia Leonid Iwaschow, yang 
ikut membina SCO = Shanghai Cooperation Organization, bahwa
"SCO, yang menghormati Piagam PBB dan yang befungsi sebagai Firewall dalam 
keadaan Krisis Civilisasi Dunia yang sedang berjalan, merupakan suatu 
Alternative untuk perkembangan Perdamain selanjutnya"

Tjanaigo
   

Kirim email ke