Setara Institute Tuding Anies - Sandiaga Biarkan Isu Intoleran


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Setara Institute Tuding Anies - Sandiaga Biarkan Isu Intoleran
 By Liputan6.com Peneliti Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos mengatakan, 
untuk sesaat pasangan calon nomor tiga Anies-Sandia...  |   |

  |

  |

 

Putu Merta Surya Putra23 Mar 2017, 20:53 WIB
Anies-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos 
mengatakan, untuk sesaat pasangan calon nomor tiga Anies - Sandiaga diuntungkan 
isu intoleran yang berkembang di Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Bahkan, 
menurutnya, kondisi yang meresahkan tersebut cenderung dibiarkan.
"Kalau keuntungan sesaat Anies - Sandiaga. Mereka diam. Namun, saya katakan 
dua-duanya (pasangan calon) tidak mendapat keuntungan, meskipun pasangan nomor 
tiga cenderung membiarkan, karena mendapatkan limpahan. Meskipun retorikanya 
berbau prokebangsaan," ucap Bonar di kantornya, Jakarta, Jumat (23/3/2017).
Namun, dia menegaskan, yang mendapatkan keuntungan lebih adalah kelompok 
nonparlemen. Karena itu, ia mengimbau, hal tersebut perlu dihentikan.
"Bagaimana caranya, dengan negara yang mempunyai satu otoritas kekuasaan harus 
menegakan hukum. Demi menjaga bangunan sosial ini," jelas Bonar.
Isu intoleran, ia melanjutkan, juga bisa dimainkan kelompok-kelompok resmi 
dengan menggunakan kelompok nonparlemen. Sebab, ia menilai, sulit mengalahkan 
petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang bekerja cukup baik.
"Bisa saja kalau kelompok resmi itu menggunakan mereka. Mereka sulit menang 
menghadapi Ahok. Kalau incumbent ini, asal bekerja saja, tingkat dukungan dia 
tinggi. Mereka berpikir apa yang baik? Mereka akhirnya mainkan ini dan kerja 
sama," beber Bonar.
Sebelumnya, Direktur Populi Center, Usep S. Ahyar menilai menilai pasangan 
calon (paslon) nomor tiga di Pilkada DKI 2017, yakni Anies Baswedan dan 
Sandiaga Uno atau Anies-Sandi, diuntungkandengan maraknya isu intoleransi dan 
politik identitas.
"Misalnya paslon nomo tiga, dia merasa diuntungkan dengan memakai politik 
identitas. Misalnya, mereka merangkul FPI (Front Pembela Islam). Walaupun dalam 
konteks pemikiran, saya (Anies-Sandiaga) tidak anti dengan mulitikultur, tapi 
jika menguntungkan, itu diambil," ucap Usep di kantor Setara Institute, 
Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Kirim email ke