Tokoh Senior PBNU Sebut Penentang Ahok Dimanipulasi Kelompok Garis Keras


Selasa, 4 April 2017 17:49

http://bali.tribunnews.com/2017/04/04/tokoh-senior-pbnu-sebut-penentang-ahok-dimanipulasi-kelompok-garis-keras



Tribun Solo

Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 



TRIBUN-BALI.COM - Salah satu tokoh senior organisasi muslim terbesar di 
Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), mengatakan bahwa mereka yang melakukan protes 
terhadap Gubernur DKI Jaya Basuki Tjahaja Purnama telah dimanipulasi oleh 
kelompok garis keras di Indonesia

Pernyataan itu dikemukakan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, di saat Ahok 
akan memberikan kesaksian dalam sidang kasus penistaan yang dituduhkan 
terhadapnya hari Selasa (4/4/2017)

Kasus penistaan ini telah membelah pendapat warga Muslim di Indonesia, dan 
sudah beberapa kali terjadi protes besar di Jakarta terhadap Ahok.

KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa salah satu ayat di dalam Al Quran - 
yang menyatakan warga Muslim dan non Muslim tidak boleh bersekutu - telah 
disalahartikan oleh pimpinan FPI seperti Rizieq Shihab dan yang lainya.

"Saya tidak mau (Ahok) dinyatakan bersalah, karena menurut saya itu tidak 
benar," kata KH Yahya kepada ABC.

"Ini semua manipulasi. Menurut pendapat saya, Ahok tidak melakukan penistaan 
sama sekali," katanya

"Yang saya yakini adalah bahwa Ahok tidak bersalah, dan kasus yang dituduhkan 
terhadapnya, hanyalah rekayasa dalam rangka pemilihan gubernur Jakarta," tambah 
KH Yahya.

NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, dengan pengikut diperkirakan 
sekitar 50 juta orang.

KH Yahya Staquf mengatakan ajaran "orthodox Islam" memfokuskan pada tafsir Al 
Quran yang tidak mengikuti jaman. "Ada bagian-bagian penting dalam pengajaran 
Islam yang harus ditafsirkan sesuai dengan kehidupan modern," katanya lagi.

Pilkada dan persidangan dilakukan bersamaan Putaran kedua pilkada DKI ini akan 
dilakukan tiga pekan lagi, yaitu tanggal 19 April 2017.

Ahok akan bersaing ketat dengan Mantan Mendikbud Anies Baswedan, yang 
mendapatkan dukungan dari beberapa kelompok Islam konservatif termasuk FPI.

Kampanye pilkada ini dilakukan bersamaan waktunya dengan persidangan terhadap 
Ahok dalam kasus penistaan agama. Persidangan hari ini akan fokus pada 
pemeriksaan Ahok sebagai terdakwa.

Ahok akan bertarung melawan Anies Baswedan di putaran kedua pilkada DKI

AP: Dita Alangkara KH Yahya Staquf mengatakan mereka yang menentang Ahok 
merupakan bagian dari kelompok konservatif yang semakin berkembang di Indonesia.

Menurut dia, kelompok konservatif tidak puas dengan UUD 1945 yang menyatakan 
bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama tanpa memandang latar belakang 
agama.

"Ini bukan tantangan baru bagi kami. Kami sudah menghadapi tantangan seperti 
ini sebelumnya dalam sejarah Indonesia," katanya.

"Saya bisa mengatakan kami sudah menang, namun tantangan terhadap pandangan 
agama kami semakin banyak dan semakin kuat," katanya.

"Tantangan dari kelompok konservatif Islam terhadap kami semakin kuat," ujar KH 
Yahya Staquf.

Dia mengatakan bahwa pandangan konservatif ini banyak mendapat dukungan dari 
Arab Saudi dan Qatar

Polisi beberapa lalu menangkap lima orang dengan tuduhan melakukan makar 
berkenaan dengan protes di Jakarta minggu lalu.

Polisi mengatakan bahwa mereka berencana menduduki gedung DPR, dan melakukan 
protes ilegal di hari pilkada 19 April 2017

Jurubicara Polri Argo Yuwono mengatakan pihak yang menyelenggarakan protes 
berencana menabrakkan truk ke pagar gedung parlemen, dan massa akan masuk 
melalui pagar yang roboh tersebut.

Polisi juga mengatakan akan memanggil putra mantan Presiden Suharto, Tommy 
Suharto, mengenai dugaan keterlibatannya dengan protes anti Ahok tersebut.

Diterjemahkan pukul 12:00 AEST 4/4/2017 dan simak beritanya dalam bahasa 
Inggris di sini. ( ABC Radio Australia)





Kirim email ke