From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, April 5, 2017 1:27 PM




http://internasional.kompas.com/read/2017/04/04/21502241/china.akan.bangun.kota.baru.yang.tiga.kali.lebih.luas.dari.new.york


China Akan Bangun Kota Baru yang 

Tiga Kali Lebih Luas dari New York
Kompas.com - 04/04/2017, 21:50 WIB

Polusi udara dan kemacetan lalu lintas menjadi masalah utama di Beijing, China. 
Alhasil pemerintah berencana membangun kota baru untuk meringankan beban 
Beijing.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah kawasan di dekat ibu kota China, Beijing dibanjiri 
ribuan orang yang berniat membeli properti setelah pemerintah mengungkap 
rencananya.

Pemerintah China berencana untuk membangun sebuah kota baru di daerah bernama 
Xiongan sebagai upaya untuk mengurangi polusi dan kemacetan lalu lintas di 
Beijing.

Rencana pembangunan Xiongan, sebuah kawasan ekonomi khusus yang menurut 
pemerintah tiga kali lebih luas dibanding kota New York, diumumkan pemerintah 
pada akhir pekan lalu.

Dalam pernyataan bersamanya komite sentral dan dewan negara, dua lembaga paling 
berkuasa di China, menyebut kota baru itu akan mencakup tiga daerah sekitar 100 
kilometer sebelah tenggara Beijing.

Kantor berita Xinhua mengabarkan, pembangunan Xiongan akan meringankan tekanan 
bagi Beijing yang dihuni 22 juta orang.

"Xiongan akan menjadi jawaban bagi masalah pertumbuhan China: perkembangan 
kawasan urban harus memberi jalan kepada strategi pembangunan yang inklusif dan 
seimbang," demikian Xinhua.

"Lebih dari sekadar replika kesuksesan masa lalu China, kawasan ini akan 
menceritakan masa depan sebuah kota baru," tambah Xinhua.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping menyebut kota baru itu akan menjadi contoh 
sebuah pembangunan inovatif yang memprioritaskan perlindungan ekologi dan 
meningkatkan kualitas hidup warganya.

Pengumuman rencana ini langsung memicu para spekulan membanjiri kawasan 
tersebut untuk membeli properti atau tanah yang nantinya bisa dijual kembali 
dengan harga yang amat mahal.

Media massa setempat mengabarkan harga properti di kawasan itu langsung 
melonjak dua kali lipat hanya beberapa jam  setelah pengumuman tersebut.

Bloomberg mengabarkan, perburuan properti besar-besaran itu mengakibatkan 
kemacetan lalu lintas menuju ke kawasan yang diincar, sementara hotel-hotel 
juga dipenuhi para tamu.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah China membangun kawasan baru sebagai 
bagian dari urbanisasi besar-besaran yang membuat ratusan juta orang membanjiri 
kota-kota.

Sejumlah pengamat mengatakan, sebagian besar kawasan baru itu menjadi kota 
hantu tetapi belakangan kota-kota hantu itu mulai menggeliat.

"Tak ada yang namanya kota hantu, ini hanya sebuah fase perkembangan," kata 
Wade Shepard, penulis buku tentang fenomena kota baru di China.

EditorErvan Hardoko
SumberGuardian, 
Tag:
  a.. beijing 
  b.. China 
  c.. kota 





Kirim email ke