Nah ini baru namanya menteri yang merakyat, jangan teriak teriak saat kampanye 
saja

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, April 06, 2017 1:28 PM
To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! 
Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Trs: [perhimpunanpersaudaraan] Kala Menteri 
Susi Memboyong Nelayan Penderita Tumor Tulang ke Jakarta



Pada Kamis, 6 April 2017 7:16, "A Awind 
[email protected]<mailto:[email protected]> [perhimpunanpersaudaraan]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
 menulis:





http://regional.kompas.com/read/2017/04/06/11520011/kala.menteri.susi.memboyong.nelayan.penderita.tumor.tulang.ke.jakarta
Kala Menteri Susi Memboyong Nelayan
Penderita Tumor Tulang ke Jakarta
Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Kompas.com - 06/04/2017, 11:52 WIB
[alt]
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Dudung (24), nelayan 
Wakatobi penderita tumor tulang ganas di dalam pesawat Susi Air.(DOK. 
Kementerian Kelautan dan Perikanan)
KENDARI, KOMPAS.com - Pasangan nelayan Bajo asal Desa Mola, Kecamatan 
Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi<http://indeks.kompas.com/tag/wakatobi>, 
Sulawesi Tenggara (Sultra), Tuti (50) dan Mula (40) tak kuasa menahan 
kebahagian setelah Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi 
Pudjiastuti<http://indeks.kompas.com/tag/susi.pudjiastuti> membawa anaknya, 
Dudung (23) untuk berobat ke Jakarta akibat tumor tulang yang dideritanya sejak 
dua tahun silam.
Kaki kanannya bengkak dan semakin membesar sehingga dia tidak bisa jalan dan 
melaut lagi. Dudung sempat menolak ajak sang Menteri. Butuh waktu dua jam bagi 
Mula, ibu Dudung untuk membujuk sang anak agar mau ikuti Menteri Susi ke 
Jakarta untuk berobat.
"Anakku trauma berhadapan dengan peralatan medis dan obat-obatan, sehingga 
ibunya membujuknya selama dua jam lamanya agar mau ikut ibu Menteri Susi ke 
Jakarta. Ibunya membujuk, memohon dan meminta sampai menangis supaya dia mau 
berobat dan akhirnya mau juga," ucap Tuti dihubungi, Kamis (6/4/2017).
Baca juga: Menteri Susi Bawa Nelayan Wakatobi Penderita Tumor Tulang ke Jakarta 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/05/134330926/prihatin.menteri.susi.bawa.nelayan.wakatobi.penderita.tumor.tulang.ke.jakarta.>
Menurut dia, sejak buah hatinya menderita tumor tulang di kaki kanan dua tahun 
lalu, hingga saat ini mereka telah menghabiskan biaya hingga Rp 60 juta untuk 
mengobati penyakit anaknya.
Bukan kesembuhan yang didapatkan, pembengkakan di kaki Dudung malah semakin 
membesar sehingga membuat anak keempat dari tujuh bersaudara itu hanya bisa 
tinggal di rumah.
“Anakku ini menjadi tulang punggung keluarga karena adik-adiknya masih 
kecil-kecil, sementara saya ini sudah tidak terlalu kuat lagi untuk pergi 
melaut. Tapi karena keadaan mau tidak mau saya harus tetap bekerja,” sebutnya.
Tuti menceritakan, Menteri Susi melihat langsung kondisi anaknya saat blusukan 
di Desanya pada Senin (3/4/2017). Kemudian, Susi mengirim foto Dudung yang 
tengah terbaring lemas di rumahnya ke Presiden Joko 
Widodo<http://indeks.kompas.com/tag/jokowi>.
Baca juga: Menteri Susi Keliling Kolaka di Bak Mobil Pikap, Warga 
Histeris<http://regional.kompas.com/read/2017/03/21/11481241/menteri.susi.keliling.kolaka.di.bak.mobil.pikap.warga.histeris>
Selanjutnya, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Susi agar Dudung dibawa 
ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan terbaik. Kini Dudung sementara 
mendapatkan perawatan intesif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) 
Jakarta.
Hari ini rencananya tim dokter akan melakukan operasi di kakinya akibat tumor 
ganas yang menyerangnya.
"Kemarin ibu Menteri menelpon dan memberi kabar terkait perkembangan anakku. 
Saat itu para dokter sedang rapat untuk mengabarkan hasil ronsen kaki Dudung 
bahwa tumor dideritanya telah merusak seluruh bagian dalam tulang kaki dan 
jalan satu-satunya hanyalah diamputasi," tuturnya.
Tuti hanya bisa pasrah dan menyerahkan kondisi anaknya kepada Menteri Susi.
"Harapan saya Ibu Menteri menggangap Dudung sebagai anaknya sendiri, sebab kami 
ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi kasian. Rumah sudah tergadai, perahu 
penangkap ikan yang dipakai sebagai mata pencarian sudah terjual, emas juga 
sudah digadaikan, semua itu untuk keberlanjutan hidup si Dudung," ujar dia.
Baca juga: Ketika Susi Pudjiastuti Sarapan di Warung 
Bakso<http://regional.kompas.com/read/2017/03/21/09181001/ketika.susi.pudjiastuti.sarapan.di.warung.bakso>
Saat ini, lanjut Mula, dirinya sudah tidak punya apa-apa lagi. Untuk menghidupi 
keluarganya, ia hanya bisa meminjam perahu tetangga lalu kemudian hasil 
tangkapan ikan dibagi dua.
Sebelumnya, Menteri Susi menemukan Dudung saat blusukan di sejumlah desa yang 
terdapat di perkampungan Suku Bajo. Saat itu Menteri Susi hendak berkunjung ke 
Desa Mola Selatan, namun Kepala Desa Samaturu La Enci meminta Menteri Susi 
untuk melihat warganya yang tengah sakit.
“Sebelum berkunjung ke Desa Mola Selatan, saya minta ibu Susi untuk melihat 
wargaku yang sakit. Saya bilang bu lihat warga saya dulu kasihan siapa tahu 
bisa dapatkan pengobatan juga, ibu menteri langsung sahuti permintaan saya,” 
kata La Enci.
Menteri Susi berada di Wakatobi<http://indeks.kompas.com/tag/wakatobi> selama 
dua hari, dari tanggal 3 – 4 April 2017 dalam rangka kunjungan kerja.
Menteri Susi ke Wakatobi<http://indeks.kompas.com/tag/wakatobi> itu merupakan 
kunjungan kedua setelah sebelumnya dalam rangkaian kunjungan kerja di sejumlah 
daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), Menteri Susi menyempatkan diri 
menyambangi Wakatobi<http://indeks.kompas.com/tag/wakatobi> pada Kamis, 23 
Maret 2017 lalu.
Baca juga: Jarang Ada Pejabat Negara seperti Menteri Susi... 
<http://regional.kompas.com/read/2017/04/06/08080061/.jarang.ada.pejabat.negara.seperti.menteri.susi.>
Menteri Susi  â??Cubit Gemasâ?? Menkeu Sri Mulyani(Kompas TV)
PenulisKontributor Kendari, Kiki Andi Pati
EditorErlangga Djumena
Tag:

  *   Susi Pudjiastuti<http://indeks.kompas.com/tag/Susi.Pudjiastuti>
  *   menteri susi<http://indeks.kompas.com/tag/menteri.susi>






Kirim email ke